Perdamaian Sudah Ada, Anak Dibawah Umur Tetap Ditahan di Polsek Percut Sei Tuan

Teks foto:Surat laporan


Infomedan.net ~ Medan.Laporan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau disingkat KDRT dan kasus Penganiayaan melakukan secara bersama-sama yang dilaporkan ke Polsek Percut Sei Tuan, Rabu (03/04/2019) pukul 01:00 WIB berujung damai namun Penyidik unit Reskrim tetap melakukan penahanan meskipun anak dibawah umur.

"Kasus ini sudah damai kedua belah pihak, baik dari pihak pertama Putri Ramadhani dan pihak kedua, Andrian Saputra namun Juper tetap melakukan penahanan terhadap keduabelah pihak dan meneruskan perkaranya sama ke pengadilan," kata keluarga Putri.

Dijelaskannya, adapun nama-nama yang ditahan di sel Polsek Percut Sei Tuan sampai hari ini, Sabtu (13/04/2019) dari pihak Putri yakni atas nama Willy Prastio (16) dan Abang kandungnya Mhd Arif Sulaiman (24) sementara dari pihak keluarga Terlapor yakni: Asrik (49) dan Andrian Saputra," ucap pelapor.

Teks foto:Surat Perdamaian

Kasus ini berawal saat pelapor Putri Ramadani (20) warga Jln. Pembangunan Dusun III, Desa Bandare Setia, Kec. Percut Sei Tuan tengkar mulut dengan suaminya Andri Saputra di dalam rumah.

Merasa tak senang atas perlakuan sang suami, kemudian pelapor mengadukan peristiwa yang dialaminya pergi ke rumah orangtuanya yang tidak jauh dari kediamannya.

Mendengar Putri dianiaya selanjutnya adik laki-lakinya, Willy dan abang kandungnya, Mhd Arif mendatangi rumah terlapor Andri Saputra niat untuk menanyakan hal itu.

Mengetahui kedatangan adik dan bang ipar, saat itu juga terlapor Andri Saputra yang saat itu ditemani ayah kandungnya, Asrik melakukan perlawanan hingga terjadi perkelahian dengan kedua belah pihak.

Merasa pertikaian berawal dari pihak suaminya selanjutnya pelapor Putri mendatangi Mako Polsek Sei Tuan untuk membuat laporan sebagaimana yang tertuang dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi, Nomor: STTLP/947 IV/2019/SPKT PERCUT, Rabu (03 April 2019) pukul 01:00 WIB.

Tak berapa lama kemudian terlapor Andri Saputra juga membuat laporan penganiayaan yang sama.

Ketika dikonformasi Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidir Zikri, SIK melalui Kanit Reskrim, Iptu M.K. Daulay mengatakan, perdamaian hanya untuk meringankan, lagian SPDP nya sudah dikirim ke Jaksa," ucapnya.

Ketika ditanyakan, kedua belah pihak satu keluarga, mantan Perwira menengah ini mengaku, lagian ada 3 laporan mengenai mereka itu, dan bukas kasus KDRT tetapi kasus penganiayaan bersama-sama," jelasnya.(Tim)