Anak penderita Hidrosefalus perlu uluran tangan dari dermawan.Orang Tua anak di usir Sat Pol PP

Teks foto:Sofyan,balita berusia 16 bulan penderita hidrosefalus 


Infomedan.net~ Belawan~ Sungguh kasih kita lihat anak yang bernama Sofyan, balita berusia 16 bulan penderita hidrosefalus di Desa Helvetia sangat membutuhkan uluran tangan dari sang dermawan.Bagaimana tidak, bungsu dari pasangan Suherman (33) dan Ria Lika Wati (35) ini menderita hidrosefalus sejak lahir dengan kondisi yang sangat memperhatikan dan sangkat kasih

kita lihat dari pembesaran kepala, berisi cairan serebrospinal menyulitkan bocah mungil itu untuk bergerak seperti orang anak yang sehat. sungguh kasih kita lihat anak balita tersebut yang bernama Sofyan hanya bisa terbaring di troli plastik orange dialasi bantal dan sesekali menangis tak kuasa menahan rasa sakit yang hebat di kepalanya.

Kendati mengidap penyakit, namun bayi malang tersebut hanya dirawat di rumah kontrakan yang kecil yang terletak di Jalan Ampera Pasar VI Gang Prajurit Desa Helvetia karena keterbatasan dana oleh orangtuanya.

Ibunda tersayang, Ria Lika Wati tak bisa berbuat banyak selain hanya menghibur buah hatinya ya,sang ibu hampir tiap hari meneteskan air mata melihat sang anak yang yang menahan rasa sakit.

Sesekali, ibu tersebut tanpa disadari, ia tak mampu membendung butiran air mata yang menetes dari sudut matanya melihat penderita anaknya itu.

Rasa sedih bercampur pilu merasuki hati sang ibu yang menyasikan anak perempuannya yang seharusnya menghabiskan waktu bermain dengan anak anak yang lain dengan bercanda, namun kini hanya terbaring lemah tanpa berdaya.

Karena penyakit itu pula, Ria Lika Wati tak bisa bekerja mencari biaya sebab waktu dihabiskan demi menjaga buah hatinya itu.

Keluarga kecil ini hanya mengandalkan tenaga sang kepala rumah tangga, Suherman yang berprofesi sebagai pedangang es tebu.

“Orang tua mana yang tega dan sedih melihat sang anak ya mengalami penyakit ini. Namun apalah daya, karena kesulitan biaya sehingga kami harus merawatnya di rumah saja,” ratap Ria dengan butiran air mata.

Ria juga mengaku, dirinya pernah pergi minta bantuan ke kantor Wali Kota Medan pada bulan Januari 2019 kemarin, namun dia diusir oleh petugas Satpol PP yang bertugas di kantor walikota medan

“Di sini bukan untuk minta sedekah atau sumbangan, bu "akunya menirukan perkataan Satpol PP tersebut.

Dari kejadian itu keluarga itu, yang kehidupanya pas-pasan ini haya berharap aja dari seorang dermawan yang mau membantu pengobatan putri sulungnya.

“Kami berharap dan doa kepada Tuha yang maha esa supaya ada orang dernawan yang mau membantu anak saya agar penyakit Sofyan(anak saya) bisa segera ditangani dan dirawat di rumah sakit,” harap sang Ayah dengan mata berkaca-kaca.

(Infomedan.net)