Kalau anak saya sudah besar,anak Saya harus bisa Jadi TNI

Teks foto:Karena ketulusan Satgas Pamtas TNI dalam membantu kesulitan masyarakat.

Infomedan.net ~ JAKARTA-Karena ketulusan Satgas Pamtas TNI dalam membantu kesulitan masyarakat,dan banyak orang tua di perbatasan RI-PNG menginginkan anaknya menjadi anggota TNI AD

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari dalam rilis tertulisnya, di Muara Tami, Papua, Selasa (19/2/2019).

Geri (29 tahun) contohnya, ungkap Erwin, warga Kampung Mosso yang telah 5 (lima) tahun  menantikan sang buah hati, dibantu oleh anggota Satgas (Kopda Devry) ketika istrinya, pada tanggal 26 Desember melahirkan sang Messi sekitar pukul 03.00 WIT dini hari.

"Sekitar jam tersebut, disini belum ada orang yang bisa dibangun maupun sarana transportasi, sementara istri saudara Geri melahirkan sang bayi tanpa pertolongan orang lain,"ujar Erwin.

"Saat itu, Kopda Devry diminta tolong oleh saudara Geri,"imbuh Erwin.

Karena keterbatasan peralatan, maka Devry segera mengevakuasi Ibu dan anak dengan menggunakan kendaraan yang ada di Satgas ke Puskesmas terdekat.

"Atas seijin Bintara Kesehatan Kompi (Bakes Ki) A, akhirnya Ibu dan anak yang kemudian diberi nama Messi,  berhasil dievakuasi dan dirawat secara layak di Puskesmas terdekat.

Setelah 2 bulan berselang, menurut Erwin, untuk memastikan kondisi Ibu dan  Messi kecil, beberapa anggota Satgas (pimpinan Kapten Chk Ghesa Hiastra,S.H.) mengunjungi mereka di rumahnya.

"Di rumahnya yang sangat sederhana, Geri dan keluarga menyambut hangat dan gembira kedatangan anggota Satgas TNI," tuturnya.

"Dari hasil pengamatan ketika itu, seluruh anggota Satgas turut gembira dan bahagia, karena Ibu dan anak dalam keadaan sehat wal'afiat," tambah lulusan Akmil 2002 ini.

Sementara itu, saat dihubungi melalui telepon, Ghesa sangkat menyampaikan bahwa kedatangan mereka, memang ingin mengetahui perkembangan kondisi si mungil Messi dan sang Ibu yang baru melahirkan.

"Apalagi, Messi merupakan anak semata wayang mereka yang baru pertama kali, maka kami pun terdorong untuk mengetahui perkembangannya," ujar Ghesa.

"Selain itu, sebelumnya juga diterima laporan bahwa di rumah pak Geri ini, tidak ada penerangan yang memadai, maka sebagi gantinya kita pasangkan listrik pengganti lampu teplok yang selama ini mereka gunakan,"imbuhnya.

Sementara itu, ibu Geri menyampaikan bayang terima kasih kepada anggota TNI atas segala bantuan yang diberikan kepada keluarganya.

"Kami sangat senang, dan kami tidak rela kalau nanti mereka (Anggota Satgas) selesai tugas meninggalkan kami," dari sini ungkap Geri yang sehari-hari menafkahi keluarganya dari hasil tani.

"Cinta dan sayang kami sudah melekat dengan Satgas TNI AD dan berharap, kalau besar nanti Messi bisa menjadi TNI seperti Bapak-Bapak disini," tegasnya.

Dengan adanya listrik di rumah kami, kini Si Mungil Messi merasakan kehangatan dan kegembiraan di rumah kami dan ke depannya bisa belajar dengan baik untuk meraih cita-cita bapaknya, yaitu menjadi Anggota TNI 

(Sumber :Dispenad)