Hendra Gunawan Minta Penyidik Polsek Dolok Masihol Harus Bersikap Netral

Teks foto:Pelapor sekaligus terlapor kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Hendra Gunawan (34), warga Dusun VII, Desa Blok 10, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai.melihatkan Surat laporan KDRT


Infomedan.net~ Pelapor sekaligus terlapor kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Hendra Gunawan (34), warga Dusun VII, Desa Blok 10, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai agar pihak Polsek Dolok Masihul supaya bisa profesional dan tidak berpihak siapa pun dalam menangani kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),yang dialaminya.

Hal itu diungkapkan Hendra Gunawan kepada wartawan, Selasa (19/2/19), sore di kawasan Jalan SM Raja Medan.

"Harapan saya, laporan pengaduan saya terhadap Riani Sipayung di Polsek Dolok Masihul sudah bisa diproses dan tidak ada unsur keberpihakan. Kenapa kasus saya jadi terlapor saat ini sudah dalam tahap P21, sedangkan laporan saya terhadap Riani Sipayung masih dalam SPDP. Ada apa ini, padahal beda waktu laporan hanya sekitar dua hari," jelas Hendra.

Lanjutnya, "Saya berharap pihak Polsek Dolok Masihul bisa buat sama- sama kasus ya P21," terangnya sembari berharap laporan Riani Sipayung tidak dilanjutkan karena sudah ada kesepakatan berdamai dibuktikan dengan surat perdamaian yang disaksikan Kepala Desa bernama Suhardi.

Diceritakan Hendra, kasus tersebut bermula sekitar 4 Agustus 2018 lalu, Riani Sipayung (25) yang masih berstatus istrinya (Hendra Gunawan), dipergoki berselingkuh di rumah Hendra dengan pria bernama Amanto alias Anto.

Kasus perselingkuhan itu berujung perdamaian di Polsek Dolok Masihul.

Selanjutnya berselang beberapa lama, sekitar 8 Agustus 2018,  Riani Sipayung kembali kerumah mereka bersama Hendra Gunawan. Melihat itu Hendra meminta Riani Sipayung memanggil pihak keluarga agar perselingkuhannya dengan Amanto bisa dibicarakan secara kekeluargaan.

Namun, Riani Sipayung menolak  di bicarakan secara kekeluargaan dan hingga Hendra menarik tangan Riani dan memaksanya untuk meninggalkan rumah mereka dan memangil keluarganya.

Saat menarik tangan Riani, tiba - tiba Riani meronta dan terlepas hingga tersungkur kelantai. Merasa dianiaya sang Suami, Riani melaporkan kepada keluarganya atas kejadian yang menimpah ya,lalu akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dan menulis surat perjanjian.

Kemudian, Hendra yang merasa dikhianati sang istri melakukan gugatan ke Pengadilan Agama Tebing Tingga dan hal inilah yang membuat Riani marah. Akibatnya, kembali terjadi pertengkaran, antara suami dan istri lalu disini malah Riani Sipayung yang lebih beringas, Riani mengejar Hendra dengan parang dan berhasil melukai tangan Hendra dengan parang yang digunakannya.

Selanjut ya Hendra membuat laporan tentang Penganiayaan yang di lakukan istri ya ke Polsek Dolok Masihul yang tertuang dalam Nomor Laporan : STPL/126/VIII/2018/RES SERGEI/SEK DOLOK MASIHUL.

Nah, disinilah yang diduga Hendra Gunawan ada kesenjangan dalam penanganan kasus oleh pihak Penyidik Polsek Dolok Masihul, dimana laporannya diduga "mengendap" sedangkan laporan Riani Sipayung "melaju kencang" hingga di P21 kan oleh Jaksa.

Lalu Kasus tersebut juga sudah dilaporkan Hendra Gunawan ke Propam Polda Sumut, namun oleh petugas korban masih disarankan melengkapi bukti - bukti supaya dapat diproses lebih lanjut.

Saat ini, Hendra Gunawan telah mendapat surat panggilan ke 2 dari Penyidik Polsek Dolok Masihul agar besok Rabu (20/2/2019), hadir.

Terkait itu, Kapolsek Dolok Masihul AKP Jhonson Sitompul yang dikonfirmasi Tim melalui seluler, Selasa (19/2/2019), malam mengatakan, "Intinya kedua kasus tsb sdh P21 dan secara bersamaan pula besok dilimpahkan ke JPU walapun ada yang agak lambat ini dikeranakan kewenangan dari Jaksa." jawab Kapolsek singkat. (Tim)