Masyarakat meminta Kopertis harus Mengawal Kualitas Ke- Sarjaan Di Lingkungan PTS

Teks foto:Osriel Limbong Ketua Komunitas Pegiat Anti Korupsi


Infomedan.net~ Medan ~ Lembaga pendidikan harus bisa merupakan tempat Didik & ditempahnya calon penerus bangsa Indonesia dan bisa guna melanjutkan Pembangunan & menjaga kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia.(NKRI)

Perguruan Tinggi Swasta (PTS) harus bisa merupakan ratio tertinggi dalam mengelola & menerima jumlah pemuda Indonesia utk bisa di didik menjadi intelektual yg bertanggung Jawab demi bangsa indonesia

Kita lihat sekarang banyak terjadi di lingkungan kampus, ketidak singkronan antara kriteria dosen/staf pengajar terhadap kemampuan dan mengajar untuk bisa membimbing skripsi dengan aplikasi kemampuannya yang bisa kita hadapi terhadap keilmuannya,dan sehingga banyak terjadi kontroversial terhadap anak bangsa

Berdasarkan pantauan & Amatan kami,bayang di sebabkan keputusan PTS yg tks berbasis kemampuan & Kompetensi keilmuan dng bidangnya,karena itu Ketulusan yg terjebak Krn gelas akademik, pada hal bukan rahasia umum harsu di gelar S1,S 2 bahkan S3, karena itu bisa di dapat seseorang tanpa terlibat langsung utk melakukan penelitiannya baik, skripsi, tesis, maupun desetarinya, yg menjadi celakanya tipe yg seperti ini diberi kewenangan utk mengelola PTS secara langsung di bidang teknis pendidikan, termasuk sebagai pembimbing, ketua dewan penguji, harus jernih dalam menggambil celakanya sebagai PD 1 yg membidangi Pendidikan,dan bagaimana hal seperti ini menghasilkan kualitas kesarjanaan yg bertanggung jawab, maka itu kita Minta agar melakukan kontrol serta melakukan uji petik atau uji kelayakan untuk membentuk dewan gelar keilmuan terhadap masalah yg sedang menimpa dunia pendidikan tinggi kita sekarang & derajat kualitas keluaran PTS. Di Negara Korea Selatan, baru-baru ini lewat Kementrian Pendidikan membatalkan status Gelar Kesarjanaan dr kelompok artis yg diberikan salah satu perguruan tinggi di negara tersebut, karena tdk melalui perkuliahan aktif di beri gelar sarjana, bagaimana dengan dunia pendidikan kita ? Semoga kita kembali ke jalan yg benar dan baik di dunia pendidikan ini.