MEDAN - Sinergitas antara manajemen PTPN IV dan Serikat Pekerja Perkebunan (SP-Bun) semakin baik dan berjalan searah. Hal ini terlihat dari kegiatan rapat kerja akhir tahun 2018 yang digelar setiap tahunnya di masing-masing Distrik I, II,II dan IV.Rapat kerja akhir tahun selain dihadiri General Manajer Distrik (GMD) juga hadir manajer kebun, pengurus SP-Bun ketua dan anggota, serta karyawan di masing-masing distrik.

Corporate Secretary PTPN IV BM Setio Baskoro, mengatakan rapat kerja akhir tahun tidak hanya menghasilkan keputusan bersama, namun juga sebagai aktivitas dan silaturahmi antara manajemen PTPN IV dan para karyawan. Sehingga menurut Setio Baskoro, ide dan masukan dari keduanya dapat disampaikan melalui kegiatan tahunan (Rapat Kerja).

“Setiap tahun rapat kerja memang menjadi agenda antara manajemen PTPN IV dan SP-Bun, semua Ketua dan pengurus SP-Bun Basis sedang melakukan raker di masing-masing Distrik I, II, III dan IV. Tentunya berdasarkan undangan GMD, bahkan dalam rapat melibatkan seluruh SP-Bun PTPN IV dan manajemen Kebun/Unit serta sebagian karyawan untuk membahas pencapaian target 2018, mengingat akhir tahun tinggal sebulan lagi,” sebut Setio Baskoro, Kamis 29/11/2018 di Medan.

Sementara itu terkait aksi damai didepan Kantor PTPN IV yang mengatasnamakan SP Bun basis, Setio Baskoro mengungkapkan pihaknya masih melakukan investigasi identitas karyawan yang melakukan aksi protes tersebut.
Karena menurutnya sesuai peraturan disiplin karyawan bahwa bila karyawan kebun maupun pabrik, yang berkunjung ke Kantor direksi harus disertai surat tugas atau nota dinas. Bahkan kunjungan juga wajib mengenakan atribut karyawan yang telah diatur dalam perusahaan.

Sehingga menurut Setio Baskoro aksi damai yang dilakukan oleh sekelompok masa tersebut, dapat dianggap illegal karena tidak melengkapi surat pemberitahuan dan kelengkapan pendukung lainnya. Namun bila hasil investigasi manajemen PTPN IV membuktikan SP-Bun Basis yang melakukan aksi damai. Maka akan diberlakukan ketentuan dan peraturan yang berlaku di dalam organisasi oleh SP Bun, diantaranya mengetahui apa penyebab aksi damai. Misalnya aksi protes karena menginginkan pergantian ketua umum SP-Bun diganti, maka dalam hal ini manajemen PTPN IV tidak ikut campur dalam pemilihan atau pemberhentian ketua umum SP-Bun,” tegas BM Setio Baskoro.

Silahturahmi dan komunikasi antara manajemen PTPN IV dan SP Bun juga telah dilakukan dan terjadwal dalam setiap bulannya. Bahkan menurut Setio Baskoro belum lama ini direksi dan manajemen senior, juga mengadakan ramah tamah. Menurutnya selama ini direksi sangat terbuka dan menerima masukan dari SP-Bun maupun dari karyawan untuk kemajuan perusahan.  (rel)
Share Berita

KISARAN -  Kapolres Asahan, AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. makan bersama puluhan juru parkir di lapangan Lapangan Adhi Pradana Polres Asahan, jalan Perintis Kemerdekaan Kisaran Jumat (30/11/2018) sekira pukul 11.00 wib,Puluhan juru parkir tersebut merupakan petugas parkir yang berada di Kota Kisaran.

Acara makan bersama Kapolres Asahan dengan petugas juru parkir se-kota Kisaran ini mendapat apresiasi dan sambutan yang meriah dari para juru parkir. Imron selaku Ketua Juru Parkir Kota Kisaran sangat bangga dan berterima kasih kepada Kapolres, karena mau beramah tamah serta makan bersama dengan petugas juru parkir.

"Kami sangat terharu dan bangga dengan Pak Kapolres Faisal Napitupulu karena sebelumnya tidak pernah ada acara pertemuan antara Kapolres dan juru parkir seperti ini. Kami juga siap mendukung program Kapolres Asahan untuk menciptakan Kamtibmas di kota Kisaran," ujar Imron.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Asahan, Yusuf Lubis, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, dengan adanya pertemuan antara pihak Polres Asahan, Dinas Perhubungan dan para juru parkir ini, diharapkan para petugas parkir dapat lebih tertib dalam menata parkir dan menarik retribusi. "Saya harap para juru parkir dapat menindaklanjuti arahan dari petugas dinas perhubungan dalam hal tata cara perparkiran," kata Yusuf.

Sementara itu, Kapolres Asahan Faisal Napitupulu berharap agar para petugas juru parkir dapat ikut menciptakan Kamtibmas di Kabupaten Asahan khususnya di Kota Kisaran. "Saya berharap rekan-rekan juru parkir dapat berperan aktif untuk mewujudkan kota Kisaran yang aman dan kondusif. Jangan takut untuk memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya tindak pidana yang terjadi di lingkungan sekitar. Identitas pemberi informasi akan kami rahasiakan dan akan kami lindungi," tegas orang nomor satu di Polres Asahan ini.(ran)
Share Berita

KISARAN -  Syahrizal alias Gandis (33) warga Dusun XI Desa Sei Kepayang Tengah Kecamatan Sei Kepayang, Asahan terpaksa dilumpuhkan dengan sebutir timah panas oleh petugas Polsek Sei Kepayang karena mencoba melawan saat akan ditangkap, Jumat (30/11/2018).

“Saat mau kita tangkap, pelaku melawan dan coba kabur. Kita ringkus di rumahnya tadi malam,” ujar Kapolsek Sei Kepayang, AKP Syarifudin saat dikonfirmasi wartawan metro24jam.co.id.

Diceritakannya, awal penangkapan pelaku berkat laporan masyarakat yang mengaku mengalami penodongan, Senin (15/11/2018) siang, saat itu korban berada di Pasar Umum Haji Majid Dusun X Desa Sei Kepayang Tengah, tak jauh dari rumah pelaku.

“Saat itu pelaku yang memakai penutup wajah menggunakan ban yang sudah dibentuk untuk menutup mata mencegat korban dan maksa untuk menyerahkan harta berharga. Karna korban tidak ngasih, pelaku langsung membacok menggunakan parang panjang ke kepala korban. Beruntung korban saat itu pakai helm,” ujar Syarifudin.

Takut, korban akhirnya pasrah saat pelaku mengambil paksa uang tunai senilai Rp1,6 Juta.

“Begitu pelaku kabur, korban langsung buat laporan. Langsung kita bentuk tim dan akhirnya pelaku berhasil kita amankan,” terangnya mengakhiri. (ran)
Share Berita

BELAWAN - Polres Pelabuhan Belawan langsung melakukan konfresi pres, untuk menjelaskan kronologis kejadian hingga pengamanan terhadap tersangka AAR (17) warga Blok 7, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Sh,MH yang didampingi Kasat Reskrim AKP Jerico, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid dihadapan wartawan, Kamis (29/11/2018) siang mengatakan, rekaman tersebut terjadi dua bulan yang lalu dan pengambil dan penyebar foto tersebut adala pacar AAR yang berinisial PA (17).

"Foto tersebut diambil oleh pacar pelaku dua bulan yang lalu, hal itu dilakukan untuk membuktikan kalau pelaku tidak akan berselingkuh dengan wanita lain," sebut Kapolres.

Pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Pelabuhan Belawan,untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Pelaku masih menjalani pemeriksaan secara itensif,  hasil pemeriksaan sementara pelaku memang kurang pendidikan dan arahan dari orangtua," tambahnya orang nomor satu di Polres Pelabuhan Belawan

Kapolsek Labuhan Kompol Rosyid menambahkan, pihaknya bergerak cepat untuk mengantisipasi hal- hal yang tidak diinginkan.

"Begitu kita mengetahui kediaman pelaku, saya perintahkan panit dan bhabinkamtibmas untuk menjemput pelaku dan sesuai arahan Kapolres kita langsung membawa pelaku ke Mapolres Belawan," ungkapnya

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jerico mengatakan pacar pelaku yang ikut menyebarkan foto tersebut juga diamankan.

"Penyebar foto juga sudah kita amankan, saat ini kedua pelaku masih kita priksa. Kedua pelaku masih anak dibawah umur, sehingga kita kita menggunakan UU perlindungan anak," ucapnya

"Untuk  pelaku AAR kita jerat dengan pasal 156 dengan ancaman penjara 5 tahun, sedangkan PA pacar pelaku kita jerat dengan UU ITE pasal 28 dengan hukum penjara 6 tahun," kata orang nomor satu di Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan menambahkan, meminta masyarakat agar lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial jangan gampang menyebar berita baik itu hoak atau melanggar hukum.

" Saya harap masyarakat jangan sembarangan menyebar foto atau vidio yang dapat melanggar hukum, karena penyebar dan pelaku akan sama- sama dihukum," tutupnya (git)

Share Berita


KISARAN - Tim Satgas Tindakan Polres Asahan melumpuhkan dua pemuda pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), Kamis (28/11/2018). Ada pun kedua tersangka adalah Dedek Yan Sahputra Daulay (25) warga Jalan Diponegoro, Kisaran Timur dan rekannya Rizki Fadhila Lubis (22) warga Tinggi Raja,Asahan. 


Kedua pelaku dibekuk usai menjambret handphone milik Iis Sundrayani di Jalan Lintas Jendral Ahmad Yani Kisaran Timur, asahan Berdasarkan

Ketika dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Ricky Pripurna Atmadja mengatakan bahwa dalam beraksi kedua pelaku mengendarai sepedamotor jenis matic memepet kendaraan korban dari sebelah kiri kemudian mengambil tas sandang warna hitam. 

"Tas korban saat itu diletakkan di paha sebelah kiri. Tas tersebut berisikan 1 buah Handphone merk VIVO V5 s,  kunci rumah dan uang tunai sebanyak lebih kurang 500 ribu, atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebanyak lebih kurang Rp 3,5 juta. Dengan kejadian itu korbanpun langsung membuat laporan ke Polres Asahan guna diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," terangnya.

Namun disaat dilakukan penangkapan, pelaku berusaha melakukan perlawan terhadap petugas hingga akhirnya petugas langsung melakukan tindakan tegas terukur dengan cara menyarangkan timah panas di masing-masing kaki pelaku," jelas Ricky. (ran)
Share Berita

BELAWAN - Cinta bisa membuat diri kita melakukan hal yang tidak sewajarnya, apalagi masih cinta pertama atau cinta "Monyet" AAR (16) warga Griya Blok 7, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, menginjak kitab suci Al Quran. Untuk menyakinkan kepada pacarnya kalau ia tidak berselingkuh (29/11/2018) dini hari tadi.

Informasi yang berhasil didapat dari berbagai sumber menyebutkan, pelaku yang masih status pelajar itu harus diboyong ke Polres Pelabuhan Belawan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena telah berani menginjak injak Al'Quran, untuk memberitahu kepada sang pacar, kalau ia tidak main dua hati.

Untuk menyakinkan itu, AAR yang di dukung temannya merekam detik detik penginjakan Al'Quran dengan telpon genggam, kemudian hasil rekaman tersebut dishare ke pacarnya dan kebenaran orang.

Bukan hal baik yang di dapat, AAR malah dapat hujatan bertubi tubi karena dianggap sudah kelewatan.
hingga beberapa masyarakat yang marah kembali memvirlakannya.

Kesal melihat tingkah Bocah tersebut, komunitas Kesatuan Aksi Umat Islam (KAUMI) langsung bergerak mencari rumah pelaku, akhirnya pelaku berhasil diringkus dan dibawa ke Polres Pelabuhan Belawan.

Sementara itu Ketua DPP KAUMI H Irfan Hamidi membenarkan adanya pelaku yang menginjak Al Qur'an, dan ia untuk menyakinkan pacarnya itu, saat ini sedang melakukan pemeriksaan" ucapnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Saat berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak kepolisian (git)
Share Berita

MEDAN  - Wali Kota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin S MSi MH mengatakan salah satu upaya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan adalah dengan mengoptimalkan potensi dari sektor pariwisata. Ini dikarenakan pariwisata menjadi bagian penting dari sebuah kemajuan kota yang bisa menarik datangnya para wisatawan baik dalam maupun luar negeri yang akan berkunjung dan berinvestasi. Untuk itu perlu dilakukannya riset guna mengembangkan sektor pariwisata di Kota Medan.

Demikian diungkapkan Wali Kota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili oleh Kepala Balitbang Kota Medan Drs. H. Marasutan MPd dalam sambutannya di Seminar Laporan Akhir Penelitian Pengaruh Kunjungan Wisatawan Mancanegara Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Balai Kota Jalan Maulana Lubis Medan, Rabu (28/11). Selain seminar, kegiatan ini juga dirangkai dengan rapat bulanan Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Medan.

Wali Kota juga mengatakan bahwa Seminar Laporan Akhir Penelitian yang dilaksanakan tim ahli penelitian dari Politeknik Pariwisata Medan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan DRD Kota Medan. Nantinya, hasil penelitian ini akan disampaikan kepada pihak Pemko Medan sebagai masukan guna melihat sejauhmana pengaruh kunjungan wisatawan mancanegara terhadap PAD Kota Medan.

“DRD Kota Medan akan melaporkan hasil akhir dari penelitian tersebut kepada Saya. Kita akan melihat gambaran seberapa besar tingkat pengaruh kunjungan wisatawan mancanegara dalam pengaruhnya terhadap peningkatan PAD Kota Medan, maka dari itu dilakukanlah riset tersebut,” kata Wali Kota.

Wali Kota juga berharap dan berpesan kepada semua pihak yang melakukan tugas riset untuk melakukan penelitian dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab karena nantinya melalui hasil penelitian inilah maju atau mundurnya sektor pariwista Kota Medan ditentukan.

Berkaitan dengan hal itu, Dr. Femmy Dalimunthe, SE, MSi selaku tenaga ahli dari Politeknik Pariwisata Medan yang juga bertindak sebagai narasumber dalam seminar tersebut mengatakan bahwa, adapun latar belakang penelitian ini dilakukan adalah untuk melihat gambaran yang lebih jelas bagi kota Medan khusunya dari sektor pariwisata dalam meningkatkan PAD Kota Medan yang bersumber dari datngnya para wisatawan khususnya wisatawan mancanegara.

‘’Selain daripada itu, manfaat yang bisa didapat dari riset ini adalah untuk menjadi landasan dan rekomendasi untuk mengambil  kebijakan strategis di bidang perkembangan pariwisata di Kota Medan, khususnya bagaimana mengoptimalkan variable yang diteliti dalam kontribusinya pada PAD Kota Medan,’’ ungkap Femmy.

Adapun 3 variabel utama dalam penelitian ini adalah pertama; pendapatan yang diperoleh Pemda, Kedua; Pajak yang difokuskan pada pajak hotel, pajak hiburan. Pajak restoran dan Ketiga; kunjungan wisatawan mancanegara. Dengan lokasi penelitian di tiga titik yakni Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan, Kantor Dinas Pariwisata dan Kantor Badan Pusat Statistik Kota Medan. (rel)
Share Berita

MEDAN - Seketika warga Jalan Jermal IV Kecamatan Medan Denai dihebohkan dengan aksi nekat Saiful Azhar Chaniago (59) yang nekat bakar diri dikarenakan himpitan ekonomi, Rabu (28/11/2018).

Menurut informasi, aksi nekat korban ini merupakan kali kedua. Korban nekat melakukan aksi nekat ini dikarenakan himpitan ekonomi setelah istrinya sakit tak kunjung sembuh. Tak tahan, korban pun mencoba mengakhiri hidupnya dengan membakar diri menggunakan bensin.

Salah seorang warga, Sutan mengatakan bahwa kejadian ini merupakan yang kedua kalinya. "Kalo kata tetangga sini, sudah 2 kali dia mencoba bunuh diri," terangnya.

Menurut Ruslan (30) yang merupakan anak angkat korban mengatakan bahwa saat kejadian ia sempat meminta pertolongan warga.

"Warga yang membantu memadamkan api dengan menyiramkan air,. Lalu dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah," jelasnya.

Dikarenakan kondisi korban yang parah, akhirnya pihak rumah sakit merujuk korban ke Rumah Sakit Haji Jalan Pancing Medan.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Medan Area, Kompol Kristian Sianturi mengatakan bahwa korban nekat membakar diri dikarenakan himpitan ekonomi.

"Korban nekat membakar diri karena stres himpitan ekonomi,” katanya. (meo)
Share Berita

PEMATANG JOHAR - Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto menghadiri giat acara "Cakap-cakap" dengan warga diaula Kantor Kepala Desa Pematang Johar yang masih diwilayah hukumnya, Senin (26/11/2018).

Dalam kesempatan itu Kapolsek mendengarkan aspirasi warga mengenai kondisi keamanan di wilayahnya. Permasalahan yang wajib ditindak tegas tersebut adalah peredaran Narkoba, Perjudian, Prostitusi dan Pencurian sepeda motor.

Setelah mendengarkan keluhan warga, Rosyid menyampaikan arahannya untuk mengidentifikasi masalah-masalah keamanan di desa tersebut. Memberikan masukan untuk penguatan sistem keamanan lingkungan (SISKAMLING) di desa Pematang Johar.

Turut hadir diacara tersebut
Bhabinkambtibmas Pematang Johar, Aiptu H. Simanjuntak, Kades Sudarman, Babinsa koramil, Serda Syaiful, Ketua BPD Buhari Muslim, Para Kadus dan 80 orang warga. (Kinoi)
Share Berita


LABUSEL - Ratusan massa yang tergabung dalam Himpunan Petani Sumatera Utara (HIPSU) Labuhanbatu Selatan mendatangi Kantor Bupati Labuhanbatu Selatan menuntut PT. SIFEP (PT. Tolan Tiga) agar mengembalikan lahan petani yang diduduki selama 47 Tahun, Selasa (27/11/2018).

Kedatangan massa HIPSU diterima langsung oleh Wakil Bupati, Drs. Kholil Jufri, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang, Sekdakab Zulkifli, Kapolsek Tolan Kampung Rakyat, AKP Hitler Sihombing, Pimpinan PT. SIFEP, pejabat Instansi terkait pemerintahan Labuhanbatu Selatan, Sekjen Himpunan Petani Sumatera Utara  Marihot Gultom beserta Pengurus lainnya.

Usai pertemuan tertutup tersebut, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang berjanji akan mempertemukan massa HIPSU dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Rantau Parapat.

"Ibu-ibu dan bapak semua, sudah bisa pulang. Akan ada hasilnya dan diupayakan bertemu dengan Badan Pertanahan Nasional Rantau Prapat," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Sekjen Himpunan Petani Sumatera Utara (HIPSU), Marihot Gultom mengatakan esok akan mendatangi Kantor BPN Rantau Prapat.

"Besok kami akan datangi Kantor Badan Pertanahan Nasional Rantau Prapat. Kantor BPN Curang dan ada indikasi permainan. Mereka telah mengetahui dan mengatakan pada pertemuan tahun yang lalu, akan tetapi tindakan dari Kantor BPN tidak ada yang akhirnya rakyat yang di rugikan," ujarnya.

Lanjut Marihot, dari hasil investigasinya, PT SIFEP diketahui tidak membayar pajak selama 47 tahun. Oleh karena itu, dalam waktu dekat HIPSU akan melaporkan permasalahan ini ke KPK.

"Selama 47 tahun PT SIFEP tidak membayar pajak. Anehnya para pejabat diam. Dalam Waktu dekat kita akan mengadukan permasalahan ini ke KPK," tegasnya.

Marihot berharap PT SIFEP untuk mengembalikan tanah tersebut kepada para petani. "Sudah 47 tahun kami berjuang. Sudah saatnya lahan ini  di kembalikan pada petani dan kami tidak mau hanya lahan saja. Kami juga menuntut hasilnya," harapnya. (Sulaiman)
Share Berita

MEDAN - Himpunan alumni AOTS Medan yang bernaung dibawah HASSI (Himpunan Alumni AOTS-HIDA Sumatera Indonesia) menyelenggarakan Pelatihan Jangka Pendek tentang Perbaikan di Lapangan dengan Teknologi IoT (Internet of Things) di Hotel Aston, Senin dan Selasa 26 - 27 November 2018.

The Association Technical and Sustainable Partnership (AOTS) adalah lembaga pengembangan sumber daya manusia yang mengembangkan pelatihan terutama untuk sumber daya manusia di bidang industri pada negara negara berkembang, serta mendukung kerjasama teknis seperti pengiriman para ahli.

Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Heri Batangari Nasution selaku pengurus harian HASSI pada sambutannya mengatakan bahwa persaingan industri  manufaktur di Indonesia saat ini semakin ketat dan semakin canggih.

 “Menghadapi persaingan industri yang semkain ketat dan semakin canggih dewasa ini, diperlukan peningkatan produktivitas melalui perbaikan di lapangan dan penghematan energi serta peningkatan minat terhadap teknologi Internet of Things untuk menjalankan perbaikan tersebut secara terus menerus dan lebih efisien,” kata Heri Batangari.

Namun, lanjut Heri Batangari, banyak perusahaan yang masih kesulitan dalam memasukkan dan memanfaatkan IoT di lapangan.

"Pelatihan ini bertujuan selain untuk mempelajari bagaimana mengadaptasi IoT secara efektif di tempat kerja, juga untuk mempraktekkan perbaikan pada perusahaan, meningkatkan kemampuan dalam perbaikan tersebut dan berkontribusi pada penghematan energi di perusahaan masing-masing,” jelas Heri Batangari.

Pelatihan ini mendatangkan dua Instruktur dari Jepang yaitu Ryuzi Kurokawa (COO i Smart Tech.Co., Ltd., Japan) dan Katsunari Torii (Ahisahi Tekkoe Co., Ltd.,Japan).

 Peserta pelatihan diikuti sebanyak 23 orang ini berasal dari perusahaan yang ada di Medan seperti PDAM Tirtanadi, PT. Industri Pembungkus Internasional, PT. Rapi Ray Putra Pratama, PT. Industri Karet Deli, PT. Sanobat Gunajaya, PT. Padi Saga Utama dan PT. Ahindo Sukses Sejati.

Pada acara pembukaan ini juga dihadiri oleh Hayato Tanaka selaku Chief Representative AOTS  di Indonesia, Sutedi Raharjo, ST selaku Dirut PDAM Tirtanadi, Abdi Sucipto, Kabir Bedi dan HR. Umeda dari Pengurus HAASI, Alumni AOTS Medan. (Dame)

Share Berita

MEDAN - Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd , melantik 2.038 lulusan dalam upacara wisuda yang digelar hari Selasa dan Rabu di Gedung Serbaguna Unimed, (27-28/11). Lulusan tersebut terdiri dari 1 orang Doktor Pendidikan, 28 orang lulusan bergelar Magister Humaniora, 119 bergelar Magister Pendidikan, 5 orang bergelar Magister Sains, 1.620 orang bergelar Sarjana Pendidikan, 35 orang bergelar Sarjana Sastra, 123 bergelar Sarjana Sains, 70 orang bergelar Sarjana Ekonomi, 15 Sarjana Olahraga dan 3 orang bergelar Diploma Ahli Madya.

Turut hadir mengikuti upacara wisuda, para guru besar dan anggota senat Universitas Negeri Medan, Wakil Rektor, Dekan, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, Wakil Dekan Fakultas, Ketua Jurusan, Ketua Prodi, seluruh staf fungsionaris Unimed, dan ribuan tamu undangan keluarga wisudawan.

Dalam pidatonya, Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. mengucapkan selamat atas kelulusan para wisudawan dan gelar akademik yang telah diraih sesuai dengan bidang ilmu masing-masing. Dan ucapan selamat juga disampaikan kepada seluruh orang tua dan keluarga yang telah mempercayakan pendidikan para wisudawan kepada Unimed. Semoga apa yang telah diraih setelah menempuh serangkaian aktivitas akademik dan non akademik sesuai bahkan melampaui capaian pembelajaran yang telah ditetapkan di program studi masing-masing, sehingga menghantarkan ke gerbang kesuksesan menyongsong masa depan gemilang.

Rektor mengungkapkan, wisuda bukanlah acara untuk menyatakan bahwa masa depan belajar dan kerja keras berakhir, justru sebaliknya merupakan sebuah titik pangkal perjuangan yang baru dalam mengimplementasikan kemampuan yang sudah dimiliki. Pada saat ini, saudara berada di jaman Inovation Society (abad 21) dan bnagsa Indonesia harus mempersiapkan generasi baru yang mampu menghadapi tantangan pada zamannya. Di era revolusi industri 4.0, saudara tidak bisa menghindari tuntuta  yang memaksa untuk lebih kreatif, inovatif, serta selalu melakukan pengembangan kompetensi yang dimiliki disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Lanjut rektor, Dari prespektif pendidikan, era revolusi industri 4.0 ini memunculkan tantangan baru diantaranya adanya perubahan prilaku generasi Z dalam konteks pembelajran, hal ini diakibatkan oleh potensi distraksi yang cukup tinggi pada setiap individu, information overload sampai tak terverifikasi. Revolusi industri 4.0 menuntut perubahan sistem pendidikan. Dengan tantangan ini wisudawan menyiapkan work skill yang dibutuhkan menghadapi industri 4.0. dengan merubah paradigma pendidikan yang berorientasi kepada kebutuhan berfokus pada knowledge production dan innovation applications of knowledge. Sehingga harus mampu merencanakan teknik pembelajaran yang inovatif.

“Jagalah nama baik almamater Unimed, tampilkan diri saudara sebagai insan yang memiliki kapasitas hardskill dan softskill yang baik, tetap komunikasi dan jalin terus silaturrahim dengan Unimed sebagai almamater saudara, dan sesama alumni dimanapun berada harus memiliki jiwa satu hati yang kuat, berikan kontribusi kepada Unimed berupa masukan, kritik yang konstruktif, dan ide kreatif-solutif dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan yang mampu bekerja tulus, ikhlas dengan tetap menjaga wibawa dan martabat insan akademis khususnya sebagai keluarga besar Unimed," kata rektor. (Dame)
Share Berita

BELAWAN - Satreskrim  Polsek Medan Labuhan berhasil meringkus tiga pria membawa  narkoba jenis sabu sabu dari berbagai tempat Rabu (28/11/2018).

Berdasarkan data yang diperoleh, Selasa (27/11/2018) ketiga pelaku yang berhasil diamankan yakni Imam (29) warga Jln. Tanjung Mulia Kawat IV Kel Tanjung Mulia, Kec.Medan Deli. Chairul (37) warga Jalan Kawat IV Tanjung Mulia, Kec. Medan Deli dan Putro (36) warga Jln Kawat IV Kel.Tg Mulia, Kec Medan Deli.

Selain mengamankan ketiga pelaku, polisi juga berhasil  mengamankan sejumlah barang bukti yakni                
2 unit HP merk Nokia dan Spc, 2 Plastik klik sedang yang berisi sabu,6 plastik klik kosong, 1 bong berisi kaca pin, 1 bungkus kotak rokok kosong merk magnum yg berisi klik kecil sabu,1 buah bong lengkap dgn kaca pin, 1 bh mancis.

Dari keterangan yang diperoleh, para tersangka ditangkap petugas persis di depan Alfamidi didepan Asrama AL Barakuda dan Kawat IV Kel Tanjung Mulia Kec Medan Deli.

Penangkapan para pelaku berawal dari, saat team Reskrim Polsek Labuhan mendapat informasi bahwasanya ada seorang laki laki yg sedang membawa nakotika jenis sabu-sabu.

Mendapat informasi tersebut team opsnal Reskrim Polsek Medan Labuhan melakukan penyelidikan terhadap info tersebut, ternyata benar .

Kemudian team opsnal yang dipimpin Panit 74 Reskrim Ipda T. Tampubolon  melakukan penangkapan di TKP terhadap tersangka. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka, polisi berhasil menangkap 2 tersangka lainnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Iptu B Pohan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut.
"Saat ini ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih intensif, di Mapolsek Labuhan" (git)
Share Berita

KISARAN -  Polsek Kota Kisaran berhasil meringkus kawanan pencuri sarang burung walet saat berada di dalam gedung penangkaran buatan di Jalan Kereta Api, Kelurahan Kisaran Baru Kecamatan Kota Kisaran Barat, Selasa pagi (27/11/2018)

Hal itu dikatakan Kapolsek Kota Kisaran, AKP Edi Siswoyo didampingi Kanit Reskrim Iptu Arbin Rambe saat dikonfirmasi diruang kerjanya, penangkapan terhadap tiga pelaku pencuri sarang burung walet milik Naharudin itu berawal dari laporan dua orang penjaga dengan si pemilik.

Malam itu saksi, Jumadi (59) dan Rendi (26) melihat tiga orang sedang memanen liur burung walet dari monitor televisi yang tersambung dengan kamera Closed Circuit Television (CCTV), kemudian melaporkan kepada pemiliknya dan kemudian Maharudin melaporkan ke Polsek Kota Kisaran, jelasnya.

Selanjutnya, setelah menerima laporan awal dari korban, pihaknya langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mendapati ketiga pelaku yang masih berada di dalam gedung penangkaran buatan.

Ketiga pelaku yang diamankan masing – masing, AS (30) warga Jalan Diponegoro Gang Bebas Kelurahan Kisaran Baru, FP (26) warga Jalan Penggalang Lingkungan II Kelurahan Kisaran Kota dan ESP (23) warga Jalan RA Kartini Gang Selamat Kelurahan Sendang Sari.

Masih kata Edi Siswoyo, pelaku kemudian diboyong ke Mapolsek bersama barang bukti kelopak liur walet hasil jarahan. Akibat pencurian ini, korban mengalami kerugian sekitar 5 juta.

Terpisah, tersangka AS saat dikonfirmasi membenarkan jika mereka diamankan Polisi saat berada di dalam gedung penangkaran burung walet, ” lagi memanen, tiba – tiba Polisi datang, ” ungkap AS yang diamini kedua rekannya itu.(ran)
Share Berita

PERCUT SEITUAN - Petugas Polsek Percut Seituan berhasil mengamankan 5 unit mesin jackpot TK Rejeki 89 dari Pasar 7 Tembung saat melaksanakan Grebek Kampung Narkoba (GKN). Selain itu, petugas juga mengamankan alat hisap sabu, Selasa (27/11/2018).

Penggrebekan dilaksanakan di 2 lokasi berbeda yaitu di Kampung Bombay, Medan Tembung dan di  eks-sekolah Dinul Islam Jalan Letda Sujono, Medan Tembung dan Jalan Perintis Gg. Lingga Ujung, Percut Seituan.

Penggrebekan dimulai dari Eks Sekolah Dinul Islam Jalan Letda Sujono Kampung Bombay. Dari lokasi ditemukan alat penghisab sabu, plastik tempat bungkus sabu dan mancis. Kemudian dari Jalan Perintis Gg. Lingga pasar 7 Tembung, petugas mengamankan 5 unit  mesin jackpot TK Rejeki 89.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri membenarkan adanya penggrebekan tersebut.

"Dari lokasi kita amankan 5 unit mesin jackpot, 2 buah alat hisap sabu dan plastik kecil bekas pembungkus sabu," jelasnya. (meo)
Share Berita

MEDAN - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH kembali mendapatkan penghargaan. Kali ini penghargaan diberikan Menteri Pendayagunaan  Apratur Negara  dan Reformasi Birokrasi (Menpan & RB) Syafruddin  setelah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu  Kota Medan   dinilai berhasil dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.  Atas keberhasilan tersebut, Menpan & RB pun memberikan penghargaan Pelayanan Publik Kategori A.         

Penghargaan itu diberikan Menpan & RB kepada Wali Kota di Balai Kartini Jakarta, Selasa (27/11).  Dari 548 daerah di Indonesia, hanya beberapa provinsi dan kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan yang sangat membanggakan tersebut, termasuk Kota Medan. Diharapkan dengan penghargaan yang diberikan itu dapat memotivasi kabupaten dan kota  untuk  memacu percepatan pelayanan kepada masyarakat.

Keberhasilan ini diperoleh setelah Tim Evaluasi Layanan Publik se-Indonesia dari Kemenpan dan RB melakukan evaluasi. Dari hasil evaluasi yang dilakukan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kota Medan dinilai telah memberikan pelayanan terbaik atau prima kepada masyarakat yang membutuhkan layanan.

Menpan dan RB Syafruddin berharap agar daerah yang mendapatkan penghargaan jangan cepat puas dan berhenti dengan hasil itu. “Justru jadikan penghargaan ini sebagai momen untuk terus memperlus  pelayanan publik di wilayahnya. Pelayanan yang diberikan jangan hanya pada komunitas tertentu tetapi harus mencakup masyarakat luas,” kata Menpan & RB.

Sedangkan Wali Kota usai menerima penghargaan, Wali Kota mengaku sangat senang  lantaran penghargaan ini cukup prestisius dan membanggakan. Dikatakannya, keberhasilan itu tentunya tidak terlepas dari kerja keras dari seluruh Apratur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Medan untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Apalagi, tegas Wali Kota, dirinya tak pernah henti mengingatkan seluruh jajarannya bahwa ASN merupakan abdi negara dan pelayanan bagi masyarakat. “Alhamdulilah, berkat kerja keras yang dilakukan selama ini, terutama dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, kita berhasil mendapatkan penghargaan Pelayanan Publik Kategori A,” kata Wali Kota.

Didampingi Kadis Penanaman Modan dan Pelayanan Satu Pintu Purnama Dewi, Kadisdukcapil OK Zulfi dan Kabag Ortala Albon Sidauruk, Wali Kota selanjutnya mengingatkan agar keberhasilan yang diraih itu tidak langsung membuat cepat  puas seluruh jajarannya. Justru  keberhasilan itu harus dijadikan sebagai motivasi dan semangat untuk terus meningkatkan  kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Diingatkannya, jangan sampai ada masyarakat yang mengeluh atas pelayanan yang diberikan.

“Sekecil apapun layanan yang diinginkan masyarakat harus dilayani dengan sebaik-baiknya sehingga mereka merasa puas dan benar-benar terlayani. Apabila masyarakat puas, mereka tentunya akan mendukung penuh seluruh program pembangunan yang tengah dijalankan Pemko Medan saat ini. Dengan demikian percepatan pembangunan yang kita lakukan dapat berjalan sesuaiyang diharapkan. Intinya, ters tingkatkan pelayanan di semua bidang kepada masyarakat,” tegasnya. (meo)
Share Berita

Foto : Bidang Humas SMA Negeri 16 Medan Drs. Dompak Hutabarat

MARELAN - Sekolah dilarang membebani orang tua terkait pemenuhan infrastruktur Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Karena sejumlah sekolah diketahui memakai infrastruktur UNBK dengan berdalih kurikulum, siswa diwajibkan mempunyai laptop Selasa (27/11/2018) siang.

Namun lain halnya yang terjadi di SMA Negeri 16 Medan tepatnya di jalan Kapten Rahmad Buddin Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan Provinsi Sumatera Utara, beberapa wali murid menjerit karena merasa terbebani adanya kebijakan dari pihak sekolah.

Menurut keterangan dari salah satu wali murid inisial IY (45) yang mengaku bahwa anaknya sebagai siswa di SMA Negeri 16 Medan mengatakan dikarenakan tidak memiliki laptop anaknya sempat dilarang masuk untuk ikut UNBK.

“Kami merasa terbebani, berdalihkan Kurikulum ibu kepala sekolah mengeluarkan kebijakan siswa wajib memiliki laptop,” terang IY kepada wartawan.

Saat ingin dikonfirmasi wartawan dan sempat dihalangi pihak satpam sekolah inisial R Kepala SMA Negeri 16 Hj. Fauziah Hasibuan, S.Pd, M.Si tidak berada di kantor.

Pada kesempatan tersebut, Bidang Humas SMA Negeri 16 Medan Drs. Dompak Hutabarat mengatakan bahwa pihak sekolah membimbing siswa untuk menggunakan online.
“Bagi siswa yang tidak punya laptop mengikuti ujian susulan,” kata Dompak.

Dompak menambahkan pihak sekolah tidak pernah memaksa wali murid untuk mempunyai laptop.
“Kebijakan ini sesuai dengan program pendidikan kurikulum no. 13,” tambahnya.

Mengenai hal tersebut, pemerintah berkewajiban untuk memenuhi hak setiap warga negara dalam memperoleh layanan pendidikan guna meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945, yang mewajibkan pemerintah bertanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan kesejahteraan umum.

Demikian sesuai dengan UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 5 ayat (1) menyatakan bahwa “Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu”, dan pasal 11, ayat (1) menyatakan “Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi”

Selanjutnya, pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatakan bahwa setiap warga Negara berhak mendapat dan mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Ini adalah tanggung jawab pemerintah ataupun Negara dalam kemajuan bangsa ini.

Mengacu pada UUD 1945, masyarakat berharap pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah RI lebih memperhatikan dunia pendidikan khususnya bagi wali murid yang kurang mampu. (git)
Share Berita

PN MEDAN - Suparman, terdakwa kasus dugaan penipuan penggelapan ratusan juta rupiah dengan modus memasukkan pegawai negeri sipil (PNS) merasa menjadi korban seseorang bernama Abdul Gani. Ironisnya, seluruh uang biaya masuk PNS tersebut telah disetorkan terdakwa kepada Abdul Gani.

Hal itu diungkapkan Suparman saat memberikan keterangannya dihadapan Ketua Majelis Hakim, Tengku Oyong dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 6, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (26/11) sore.

"Waktu itu tahun 2014 yang mulia. Dia (Abdul Gani) datang ke rumah saya. Saya nanya kerjaan untuk anak saya. Terus dia bilang masukkan PNS saja. Syaratnya bayar Rp100 juta kalau anak saya S1," ucap Suparman yang merupakan pensiunan pegawai PT Inalum ini.

Lanjut Suparman, karena saat itu Abdul Gani menjabat sebagai Asisten II di Pemkab Batubara membuatnya percaya. Selanjutnya Abdul Gani menyuruhnya untuk dicarikan orang yang mau dimasukkan PNS.

"Abdul Gani bilang kalau ada yang mau jadi PNS syaratnya untuk SLTA Rp50 juta kalau D3 Rp75 juta dan S1 Rp100 juta," beber Suparman.

Singkat cerita, Suparman kemudian mencarikan orang yang mau masuk PNS. Dia kemudian berkenalan dengan saksi Erna.

"Dari Erna saya terima uang muka sebesar Rp40 juta untuk nama Sulaiman D3 yang mau dimasukkan PNS. Kemudian dari Erna saya kenal yang lainnya," tutur Suparman.

Ditanya Majelis Hakim berapa sebenarnya total uang yang sudah diterimanya, Suparman mengaku bervariasi.

"Yustina Rp300 juta lebih, Salamah Rp600 juta dan Erna Rp40 juta. Dan semua uang itu saya serahkan semua kepada Abdul Gani. Saya hanya mengambil ongkos saja," ungkap Suparman.

Setelah menerima uang dari para saksi, sambung Suparman, Abdul Gani tak kunjung menepati janjinya memasukkan orang menjadi PNS.

"Sayapun dikejar-kejar. Bahkan saya harus mengganti uang Rp100 juta kepada seseorang yang kerabatnya seorang oknum TNI. Karena saya merasa ditipu selanjutnya saya melaporkan Abdul Gani ke Polres Batubara tahun 2015 lalu. Sayangnya laporan saya jalan di tempat," ujar Suparman.

Suparman menjelaskan bahwa untuk pengurusan CPNS tamatan SLTA, D3 dan S1 dikenakan biaya bervariasi.

"Biayanya itu, untuk SLTA Rp 50 Juta, D3 Rp 75 Juta dan S1 Rp 100 Juta. Jadi tidak benar kemarin keterangan pelapor saya meminta uang SLTA Rp 80 Juta, D3 Rp 120 Juta dan S1 Rp 200 Juta," jelasnya mengakhiri.

Dalam keterangannya, Kuasa Hukum terdakwa, Dedi Suheri mengatakan bahwa ia berniat mengungkap jaringan atau keterlibatan orang-orang tertentu yang menyebabkan kliennya dipenjara.

"Ini ada jaringannya, Suparman korban Abdul Gani, Salamah, Ernawati, Salamah dan Yustina. Saya mau semuanya juga diperiksa, karena semuanya juga calo CPNS," harap ya.

Namun, ada yang menarik saat Suparman memberikan keterangan, para saksi yang hadir di persidangan sempat komplain dengan keterangan Suparman.

Mereka tidak sepakat dengan keterangan yang diberikan oleh Suparman.

"Sudah-sudah jangan ribut yang di belakang. Ini keterangan terdakwa," tegas Majelis Hakim.

Hingga akhirnya Majelis Hakim menunda persidangan dan melanjutkannya pekan depan dengan agenda tuntutan.

Sebelumnya, dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anwar Ketaren menjerat terdakwa dengan Pasal 378 ayat (1) ke 1 KUHPidana.  (meo)
Share Berita

MARELAN - Seketika warga Jalan Marelan Pasar II Barat Link.II, Gg. Mawar 3, Rengas Pulau, Medan Marelan mendadak heboh dengan ledakkan tabung gas 3 Kg yang mengakibatkan 1 keluarga mengalami luka bakar, Selasa (27/11/2018).

Adapun 1 keluarga yang terdiri dari 4 orang tersebut adalah Rubiah (57), Reni Andari (anak Korban) (18), Nanda (Cucu korban) (12) dan Edi (34). Kesemuanya mengalami luka bakar disekujur tubuh.

Menurut informasi, kejadian menghebohkan bermula saat warga mendengar teriakkan anak korban, Nanda (12) meminta tolong seraya mengatakan tabung gas 3 Kg milik keluarganya bocor. Mengetahui hal itu, warga beramai-ramai mencoba menolong. Namun naas, saat warga mencoba menolong, tiba-tiba tabung gas korban meledak. Akibatnya, tubuh 1 keluarga melepuh terkena ledakkan tabung gas. Warga yang melihat langsung membawa keempat korban ke Rumah Sakit.

Saksi mata, Anto (52) mengatakan bahwa saat itu ia sedang bekerja merenovasi rumah tetangga korban yang letaknya berhadapan dengan rumah tersebut. Tiba-tiba melihat korban, Nanda keluar dari rumah dan meminta tolong kepadanya.

"Saat itu dibilangnya tabung Gas kami ada yang bocor," katanya.

Mendengar hal tersebut, saksi mata bersama temannya Edi lari menuju rumah korban. "Saat itu kami lihat tabung gasnya sudah dimasukkan kedalam ember berisi air dengan posisi terbalik. Karena merasa sudah aman, kami keluarga lagi melanjutkan pekerjaan, ehhh...tiba-tiba saja 5 menit kemudian kami dengar ada suara ledakkan besar," jelas Anto.

Akhirnya, warga bersama saksi mata beramai-ramai mencoba menyelamatkan korban dari kobaran api akibat ledakkan tabung gas tersebut.

"Warga spontan memadamkan api dan memberi pertolongan terhadap keempat korban yang mengalami luka bakar ke Rumah Sakit terdekat," terangnya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu B Pohan yang mengetahui kejadian tersebut langsung menuju kelokasi untuk olah TKP. "Masih kita tangani. Korban saat ini sudah di Rumah Sakit," ujarnya singkat. (Kinoi)
Share Berita

SUNGGAL - Kaki Ricad Trumen (23) ditembak petugas Polsek Sunggal, pasalnya ia tega membunuh seorang pembantu rumah tangga (PRT) karena kepergok mencuri di Jalan Ngumban Surbakti Gang Sedap Malam XV, Medan Selayang, Minggu (25/11/2018).

Menurut informasi, pembunuhan bermula saat tersangka mencoba mencuri dirumah majikan korban yang terletak di Jalan Ngumban Surbakti Gang Sedap Malam XV, Medan Selayang. Saat mengacak-acak lemari rumah, korban yang mendengar keributan langsung terbangun. Melihat korban terbangun, tersangka langsung kalap dan  menikam korban sebanyak dua kali diarah leher sebelah kiri korban. Usai membunuh, tersangka langsung melarikan diri. Mendapat laporan warga, petugas pun langsung melakukan pengejaran. Dalam hitungan jam, petugas berhasil mengamankan tersangka dipersembunyiannya tak jauh dari lokasi kejadian. Namun dikarenakan melakukan perlawanan, tersangka yang beridentitas mahasiswa terpaksa ditembak petugas dibagian kaki sebelah kiri.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi melalui Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Philip Purba membenarkan penangkapan tersebut.

"Telah diamankan barang bukti 1bilah pisau lipat, jam tangan, parpum, baju kaus tersangka, 1 potong  celana panjang warna hitam dan sebongkah batu giok," ujarnya singkat. (meo)
Share Berita

KISARAN - Melawan dan dianggap membahayakan keselamatan anggota tim, personil unit Jahtanras Satreskrim Polres Asahan terpaksa memberikan tindakan tegas terhadap kedua pelaku kejahatan yang selama ini meresahkan masyarakat Asahan Jum'at (25/11/2018).

AS alias S, pelaku spesialis bongkar rumah dan IB alias K, pelaku penjambretan, terpaksa ditembak pada kedua betis mereka, karna coba melawan dan melarikan diri saat akan ditangkap, di dua lokasi dan waktu yang berbeda.

“AS alias S ini spesialis bongkar rumah. Ditangkap di jalan Langsat Sentang. Kalau IB alias K diamankan di kos kosannya, kosan Indah jaya. Dia ini pelaku jambret. Keduanya terpaksa kita beri tindakan tegas karna melawan dan coba kabur,” ujar Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu SIK dihadapan wartawan dalam pres rilis pengungkapan kasus.

Lanjut Faisal lagi, pelaku AS alias diringkus berdasarkan 2 laporan polisi. Yang pertama tertanggal (22/10) dan kedua tertanggal (30/10).

“Kedua (LP) bongkar rumah. Yang satu di perumahan Pelita Permai dan satu lagi di kantor Interyasa. Dari dua lokasi ini pelaku bersama dua temannya, DPO, mengambil barang barang berharga seperti TV berbagai merk dan ukuran, mesin dap air dan tabung gas 12 kg,” terang Faisal.

Usai mendapat laporan tersebut, masih dari Faisal, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Dari rekaman CCTV milik Interyasa, diketahui kalau pelakunya adalah AS alias S.

Berdasarkan rekaman CCTV tersebut, tim yang dipimpin langsung Kanit Jahtanras Ipda Khomaini S.TK langsung memburu pelaku di rumahnya, jalan Panglima Polem Kisaran, Minggu (18/11) lalu.

Namun kedatangan tim keburu diketahui pelaku. Tim hanya mendapati sejumlah barang bukti yang disimpan pelaku di rumahnya.

“Pelaku keburu lari. Barang bukti tersebut selanjutnya kita amankan. Dan tak lama kita dapat info kalau pelaku berada di jalan Langsat Sentang. Kita kejar dan langsung kita amankan. Tapi karna melawan, terpaksa kita tembak. Selain AS, dua pelaku lagi berinisial M dan D masuk DPO kita,” ungkap Faisal.

Didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja S.IK dan Kanit Jahtanras Ipda Khomaini STK, Faisal menyebut, pelaku berinisial IB alias K melakukan penjambretan bersama temannya, RH alias R, di jalan Lintas Sumatera, sekitaran Kedai Ledang Kelurahan Sentang seminggu lalu.

“Dari pelaku kita amankan barang bukti 1 unit Hp milik korban. Kalau tas sama kertas kertas lain udah dibuang ke sungai, tak jauh dari kosannya. Kita masih memburu RH alias R. Mudah mudahan tak lama lagi bisa kita amankan, mohon bantuan,” akhir faisal.

“Dia (IB alias K) kita amankan semalam, jam 2 siang. Baik tersangka AS maupun IB sama sama residivis,” ucap Ricky menambahkan.(ran)
Share Berita

KISARAN - AHS nekat menyetubuhi anak kandungnya sendiri, yang masih berusia 9 tahun, Jum'at (25/11/2018).

Perbuatan biadab tersebut dilakukan tersangka sebanyak 6 kali, sejak Agustus 2016 dirumah kontrakannya, di Jalan Nusa Indah Nomor 13 Indah III Lingkungan IX Kelurahan Sijambi Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai.

"Perbuatan tersangka terungkap setelah dipergokin istrinya (YMH). Tersangka ketahuan mencabuli anaknya, usai behubungan badan dengan istrinya," ungkap Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu, dalam pengungkapan kasus  di Mako Polres Asahan.

Secara rinci Kapolres menjelaskan, setelah berhubungan badan dengan istrinya, tersangka berpura-pura pergi ke kamar mandi. Keluar dari kamar mandi, tersangka melihat korban sedang tidur bersama adik dan abangnya di dalam kamar.

Tersangka lalu menggendong korban dan membawanya ke ruang tamu. Tersangka lalu melucuti pakaian korban dan mencumbunya.
"Namun aksi tersangka ketahuan oleh istrinya. Kemudian, pada hari Kamis (15/11/2018), istrinya melaporkan tersangka," katanya.

Sesuai dengan laporan tersebut, lanjut Kapolres, pihaknya melakukan penyelidikan, hingga akhirrnya berhasil menangkap tersangka di rumahnya, Rabu (21/11/2018). "Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya," ujarnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, lanjut Kapolres, perbuatan cabul tersebut dilakukannya karena kebutuhan seksualnya yang tidak terpenuhi, akibat istrinya menjalani hukuman penjara dari 2015 hingga 2017. Tersangka lalu melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

"Ancaman hukumannya, paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, ditambah 1/3 tahun karena pelakunya orangtua kandung sendiri," pungkasnya. (ran)
Share Berita

KISARAN -  Polsek Pulau Raja berhasil mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan narkotika, salah seorang terduga pengedar terpaksa diberi tindakan tegas secara terukur karena berusaha kabur, Minggu (25/11/2018) sekira pukul 17.00 wib

Hal itu dikatakan Kapolsek Pulau Raja Iptu Rianto SH. MAP didampingi Kanit Reskrim Ipda M Simamora saat dikonfirmasi, ungkap kasus itu berawal dari informasi yang disampaikan oleh masyarakat jika di areal perkebunan kelapa sawit milik PT. Lonsum Dusun III desa Mekar Sari Kecamatan Pulau Rakyat seringikan dijadikan lokasi transaksi narkoba, kata Rianto.

Selanjutnya informasi berharga itu pun ditindak lanjutan dengan memerintahkan anggota untuk melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil mengamankan tiga orang pria yang sedang melakukan transaksi narkoba.

Ketiganya langsung diamankan, namun salah seorang dari laki – laki itu berusaha melarikan diri sehingga diberi tindakan tegas secara terukur dibagikan kakinya, tegas mantan Kapolsek Kota Kisaran itu.

Setelah berhasil dilumpuhkan, laki – laki yang disaku celananya ditemukan belasan paket berisi butiran kristal putih diduga narkotika jenis sabu – sabu itu bernama Andy Waras Humaidi (30) warga Dusun VII desa Mekar Sari.

Sementara kedua rekannya “Yogi Ananda Nasution (23) dan Kuswoyo (32) yang juga sama warga Desa Mekar Sari tidak berkutik saat diamankan.

Masih kata Rianto, dari penangkapan itu berhasil disita barang bukti 21 paket berisi butiran kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu – sabu yang berat kotornya sekitar 16,16 gram dan satu buah jarum suntik, tiga buah kaca pirek, tiga buah manis serta uang kontan 200 ribu yang diduga hasil penjualan.

Polsek Pulau Raja sudah mendapat dukungan dari masyarakat untuk memerangi narkoba, ” tidak ada kompromi, jika diamankan melawan dipastikan akan diberi tindakan tegas,” pungkas Rianto.(ran)
Share Berita

BELAWAN - Polres Pelabuhan Belawan dan Personil Polsek sejajaran melakukan patroli skala besar, dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan SH,MH didampingi Wakapolres Kompol Taryono Raharja SH SIK Sabtu (24/11/2018) pukul 20.30 wib.

Kegiatan Kepolisian yang
ditingkatkan (K2YD) diwilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan khususnya dalam patroli skala besar bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif dengan sasaran 3 C (Curas, Curat,Curanmor) dan Premanisme.

Sebanyak 217 personil yang dibagi dalam 3 team, team 1 berjumlah 70 Personil yg dipimpin oleh Kapolsek Medan Belawan Kompol Safarudin Tama. Route Patroli ke
Jl KL Yos sudarso - pangkal titi - Belawan sicanang - Pajak Baru - jl.  Belanak - Kampung Kolam - Belawan Bahagia - Gudang Arang - Lorong Melati - Jl.  Stasiun - Jl.  Sumatera - Jl.  Slebes - Kampung Salam - Jl.  Pelabuhan 1 - Jl.  Pelabuhan raya dan stasioner dikuburan Gudang Arang Lorong Melati.

Team 2 Berjumlah 80 Personil yang dipimpin oleh Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan SH,MH ,Route Patroli ke Jl.  KL. Yos Sudarso - Jl.  Kayu Putih - Jl.  Aluminium raya - Jl.  Alfaka raya - Jl.  Yos sudarso - Simpang Brayan - Jl.  Kapt.  Sumarsono - Jl.  Veteran Raya - Jl.  Simpang Mandiri - Jl.  Platina Raya - Jl.  Datuk Rubiah - Jl.  Aloha - Jl.  Pasar 5 Marelan - Jl.  Titi Pahlawan - Simpang Kantor dan Stasioner di SPBU Tanah 600 dan SPBU Titi Pahlawan.

Dan team III berjumlah 57 Personil yg dipimpin oleh Wakapolres Pelabuhan Belawan Kompol Taryono Raharja, SH,SIK, Route Patroli Ke Jl.  KL. Yos Sudaro - Jl.  Terjun - Jl.  Besar Hamparan Perak - Jl.  Besar Klumpang - Jl.  Besar Klambir 5 - Jl.  Lapas Tanjung Gusta - Jl.  Kapt.  Rahmadbudin dan Stasioner di Simpang Beringin Hamparan Perak. 

"Kemudian pada pukul 22.00 wib seluruh team gabungan yang akan melaksanakan kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) bergerak ke wilayah route yg telah ditentukan" ucap orang nomor satu di Polres Pelabuhan Belawan

"Hingga pukul 00.30 wib Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD) berupa patroli skala besar diwilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan selesai dilaksanakan dengan aman dan lancar" tutup Kapolres (git)
Share Berita

LABUHAN - Polres Pelabuhan Belawan dan jajaran melaksanakan kegiatan Sholat Subuh berjemaah dalam rangka Safari Subuh di Masjid Al Osmani Kelurahan Pekan Labuhan, Sabtu  (24/11/2018).

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mempererat jalinan silaturahmi dan sinergitas kemitraan Polres Pelabuhan Belawan bersama warga.

"Selain menjaga kestabilan serta ketertiban di masyarakat, kegiatan ini juga sekaligus ajang tatap muka dan dialog untuk mencegah penyebaran faham radikal dan penyebaran berita hoax yang dapat memengaruhi situasi kamtibmas," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Kapolres juga mengajak para jemaah Masjid untuk tetap konsisten dan berkelanjutan dalam meramaikan sholat subuh berjemaah untuk meningkatkan silaturahmi dan rasa persaudaraan.

Turut hadir mendampingi Kapolres ,Kapolsek Medan Labuhan ,Kasat Binmas Polres Belawan ,Kasat Sabhara, Kasi Propam Polres Belawan, Kanit Binmas Polsek Medan Labuhan, Personil Polsek Medan Labuhan serta Jemaah Subuh Masjid Al Osmani. (Kinoi)
Share Berita

BELAWAN - Polres Pelabuhan Belawan dan jajaran melaksanakan kegiatan Sholat Subuh berjemaah dalam rangka Safari Subuh di Masjid Al Osmani Kelurahan Pekan Labuhan Pada Sabtu, (24/11/2018) pukul 05.00 wib, 

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan SH,MH mengatakan, Kegiatan ini dalam rangka mempererat jalinan silaturahmi dan sinergitas kemitraan, Kapolres Pelabuhan Belawan bersama personel. dalam melaksanakan Sholat Subuh berjamaah dengan warga dalam rangka menjaga kestabilan serta ketertiban di masyarakat sekaligus ajang tatap muka dan dialog untuk mencegah penyebaran paham radikal dan penyebaran berita hoax yang dapat memengaruhi situasi kamtibmas.

Dalam kesempatan itu Kapolres juga mengajak para jemaah Masjid untuk tetap konsisten dan berkelanjutan dalam meramaikan sholat subuh berjemaah untuk meningkatkan silaturahmi dan rasa persaudaraan. 

Turut hadir mendampingi Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan, S.H.,M.H.,Kapolsek Medan Labuhan ,Kasat Binmas Polres Belawan ,Kasat Sabhara, Kasi Propam Polres Belawan, Kanit Binmas Polsek Medan Labuhan, Personil Polsek Medan Labuhan serta Jemaah Subuh Masjid Al Osmani.

Kegiatan Sholat subuh berjemaah tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres dan selesai pada pukul 06.00 wib dalam keadaan aman dan baik (git)
Share Berita


KISARAN - Guna meningkatkan komunikasi dan mempererat silaturahmi, Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu SIK MH dan jajarannya bersama mengajak awak media dan Masyarakat pemuda Asahan Ngopi bareng di warung Kopi Sumber Baru ( Cong bi ) Jalan Imam Bonjol Kisaran, Jum'at (23/11/2017).


Kegiatan ini diisi dengan bincang santai, dimana Kapolres Asahan mengajak para awak media di Kabupaten Asahan guna membangun kerjasama yang baik dalam pemberiataan yang positif dan tentunya dapat mencerdaskan masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan Kapolres, berkaitan dengan permasalahan ataupun kasus yang ada di wilayah hukum polres asahan diharapkan para teman-teman wartawan untuk tetap berkoordinasi dengan Polres sehingga dalam pemberitaan jadi lebih baik.

"Pada prinsipnya makin banyak teman makin banyak informasi yang didapatkan dan bisa saling tukar pendapat. Kami juga membutuhkan untuk tukar informasi, khususnya dalam penyampaian sadar hukum ke masyarakat, sehingga mewujudkan kamtibmas yang tetap kondusif sekaligus dalam mendukung perkembangan daerah," pungkasnya. (ran)
Share Berita


ASAHAN -  Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu SIK,MH, mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jalan Turi Kisaran Jum'at (23/11/2018).


Kedatangan Kapolres Asahan didampingi Waka Polres Kompol Taufik, Kasat Intelkam dan Kasat Sabhara disambut Ketua MUI H. Salman Abdullah Tanjung MA.

"Kehadiran saya untuk bersilahturahmi dengan para ulama dan cendikiawan muslim yang sebagian merupakan ayahanda dan para guru. Saya berharap mendapat bimbingan dan tuntunan agar dapat melaksanakan tugas dengan baik," kata Faisal.

Lanjut Faisal, dalam kunjungannya ia mengajak ketua MUI bersama para pengurus untuk berdampingan untuk mengajak menciptakan suasana yang lebih akrab lagi demi menjaga NKRI dan meminta ketua MUI dan para pengurus untuk memberikan masukkan saran dan pendapat untuk menciptakan Asahan yang aman bebas Narkoba.

Ketua MUI Asahan H. Salman Abdullah Tanjung mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kapolres Asahan beserta jajaranya,dan memberikan Apresiasi atas keamanan dan ketertiban yang selama ini diciptakan oleh kapolres yang terdahulu.

"Saya bangga dengan pemimpin yang dapat menjadi pengayom dan penyejuk bagi masyarakat. Kepiawaian seorang pemimpin sangat dibutuhkan, khususnya dalam penanganan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, harus tegas dan bekerja sama dengan unsur terkait lainnya," ujarnya mengakhiri. (ran)
Share Berita

MEDAN - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan Hj  Rita Maharani  SH mengaku sangat senang dan bangga, sebab kader PKK Kota Medan telah  mengukir prestasi setelah sukses meraih 6 penghargaan bergengsi dalam perhelatan Jambore Kader PKK se- Provinsi Sumatera Utara.

Rasa bangga itu tidak berlebihan, sebab tidak mudah keluar sebagai pemenang dalam perlombaan, apalagi sampai menyabet  6 penghargaan. Pasalnya, peserta yang mengikuti Jambore Kader PKK  merupakan para kader PKK dari kabupaten/kota se-Sumut yang memiliki prestasi cukup tinggi.

Itu sebabnya, jelas Hj Rita,  kader TP PKK Kota Medan harus ekstra kerja keras dan berpikir cerdas untuk mempunyai strategi khusus agar dapat memenangkan perlombaan tersebut. “Alhamdulillah, berkat kerja keras yang dilakukan, kita berhasil meraih 6 penghargaan dalam Jambore Kader PKK,” kata Hj Rita Maharani saat penutupan Jambore Kader PKK se- Sumut di Asrama Haji Medan Medan, Kamis (22/11) malam.

Adapun 6 penghargaan yang diperoleh kader TP PKK Kota Medan itu diantaranya juara pertama lomba Penyuluhan Kanker Serviks dan IVA Test, juara  2lomba penyuluhan UP2K PKK, juara 2 lomba Penyuluhan PAAR, juara 2 lomba Penyuluhan Ketahanan Pangan Keluarga, juara 2 Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Kategori Kota serta  juara 2 lomba Parade Nusantara.

Selanjutnya Hj Rita menjelaskan, Jambore Kader PKK  merupakan sarana meningkatkan kapasitas diri kader PKK dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh, penggerak dan pencatatan sederhana dalam proses pembangunan guna mewujudkan kesejahteraan keluarga secara optimal, berhasil guna dan berdaya guna.

“Dengan adanya Jambore seperti ini, kita jadikan sarana meningkatkan kapasitas diri kader PKK untuk menjalankan tugas sebagai penyuluh, penggerak dan pencatat agar memiliki wawasan luas dan mampu menjadi kader yang handal dan profesional untuk pembangunan.  Sebab, PKK merupakan penghubung antara pemerintah dan masyarakat, sehingga kita dituntut agar dapat berperan aktif dalam membangun kesejahteraan masyarakat," kata Rita.

Selain sebagai sarana pembelajaran dalam meningkatkan kapasitas diri PKK, lanjut Rita, kegiatan Jambore PKK ini juga momentum dalam mempererat tali silaturahmi untuk memperkuat tekad dan semangat pengabdian sebagai kader PKK serta mampu membangun jejaring dengan kader PKK dari kabupaten/kota lainnya.

“Melalui pertemuan ini, diharapkan akan ada pertukaran informasi dan pengalaman dalam melaksanakan tugas tersebut nantinya dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk menilai sejauhmana keberhasilan kita dalam menjalankan 10 program pokok PKK,”ujarnya.

Oleh karenanya melalui berbagai perlombaan yang digelar dalam Jambore PKK ini, Rita selanjutnya berharap dapat melahirkan keterampilan dan kreatifitas tinggi bagi seluruh kader PKK di Kota Medan.

“Saya menginginkan  kader-kader PKK Kota Medan dapat terus menelurkan kreatifitas yang tinggi dan memiliki semangat pantang menyerah dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai tonggak dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kota Medan,”  paparnya.

Penutupan Jambore Kader PKK Tingkat Sumut 2018 yang bertemakan, "PKK Menggerakkan Kehidupan Berkoperasi Sebagai Pilar Kerakyatan”  dihadiri Ketua TP PKK Sumut Hj  Nawal Lubis Edy Rahmayadi, Tim Evaluasi PKK Provinsi Sumut, Panitia Jambore PKK se-Sumut, Ketua TP PKK se-Sumut, kader PKK se-Sumut  dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak & Pemberdayaan Perempuan (P3APM) Kota Medan Damikrot.

Sebelumnya, tepat pukul 08.00 WIB, TP PKK Kota Medan mengikuti Lomba Parade Nusantara Jambore PKK Tingkat Provinsi Sumut. Dengan mengenakan seragam Batik Medan kuning hijau, TP  PKK Kota Medan menunjukkan penampilan Tarian Ahoi yang dibawakan 5 orang dengan penuh semangat dihadapan ketiga dewan juri diiringi lagu Medan Kusayang.

Dari 33 kabupaten/kota yang ada di Sumut, sebanyak 26 kabupaten/kota turut mengikuti perlombaan yang digelar oleh PKK Provsu ini. Sedangkan 7 kabupaten/kota lainnya yakni Nias Selatan, Nias Barat, Nias, Dairi, Gunung Sitoli, Tapteng, dan Tapsel tidak menurunkan perwakilannya dalam perhelatan tersebut.

Usai lomba Parade Nusantara, seluruh Ketua TP PKK se- Sumut dijamu makan siang oleh Ketua TP PKK Sumut Rahmayadi di di Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman. Jamuan makan siang sekaligus ramah tamah ini merupakan rangkaian dari kegiatan Jambore Kader PKK  Sumut. Selain jamuan makan siang, pertemuan ini menjadi ajang perkenalan kepengurusan TP PKK Sumut di bawah kepemimpinan Ketua TP PKK Sumut  Nawal Lubis Edy Rahmayadi serta dialog tentang permasalahan yang ada di dalam TP PKK kabupaten/kota. Pertemuan ini berlangsung penuh dengan rasa keakraban, kekeluargaan dan kehangatan. (rel/meo)
Share Berita

Ilustrasi
MEDAN - Lambatnya penanganan kasus cabul di Satreskrim Polrestabes Medan membuat masyarakat kecewa. Salah satunya adalah kasus yang menimpa Bunga (15) dan Melati (17) warga Jalan Sempurna Dusun II Mawar Desa Sambirejo Timur Percut Seituan. Keduanya menjadi korban pencabulan oleh MV (19) tak jauh dari kediaman korban.

Ketika dikonfirmasi terkait lambatnya penanganan kasus cabul tersebut, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto berjanji akan menindak lanjuti kasus tersebut.

"Baik, terimakasih, saya tindak lanjuti," ujarnya melalui pesan whatsapp.

Kekecewaan keluarga korban pencabulan langsung disampaikan oleh Kuasa Hukum korban, Riki Irawan. Ia mengatakan kecewa dengan kinerja penyidik yang ada di Satreskrim Polrestabes Medan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

"Kata Kapolrestabes Medan gitu? Kita tunggu aja kinerja Unit PPA Polrestabes Medan. Jujur saja kami kecewa dengan kinerja penyidik dan penyidik pembantu yang ada sekarang di Unit PPA Polrestabes Medan. Saya sudah sejak lama berinteraksi, bekerjasama di unit ini, dan baru priode ini penyidik dan penyedik pembantu di unit ini gak ngerti dengan peran dan fungsinya," terangnya, Jumat (23/11/2018).

Riki menegaskan sudah selayaknya Kapolrestabes Medan untuk mengganti penyidik yang tidak dapat bekerja dengan hati.

"Kapolrestabes Medan wajib mengganti semua penyidik dan penyidik pembantu yg ada di unit PPA Polrestabes Medan ini. Karena ternyata walau mereka sebagian besar wanita tapi rasa empatinya sesama korban yang seorang wanita masih jauh," tegasnya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, Hancur sudah masa depan kedua Anak Baru Gede (ABG) ini. Sebut saja namanya Bunga (15) dan Melati (17). Kedua kakak beradik ini menjadi korban cabul seorang pemuda MV (19) warga Jalan Sempurna Dusun II Mawar Desa Sambirejo Timur Percut Seituan dengan modus menjadi pacar korban. Tak terima, Ibu korban pun melaporkan kejadian ini ke Mapolrestabes Medan. Ironisnya 6 bulan melapor hingga sekarang tersangka belum juga ditangkap,  Selasa (20/11/2018).

Saat ini, pelaku setiap harinya masih berkeliaran disekitar rumah korban hingga membuat warga sekitar dan keluarga korban takut akan jatuh korban lagi. Belum ada tindakan dari pihak Satreskrim Polrestabes Medan Unit PPA walaupun telah jatuh korban 2 orang Anak Baru Gede. (Meo/red)
Share Berita

MEDAN - Persoalan uang sayur 542 guru SD dan SMP di Kota Tanjungbalai, hingga saat ini masih belum juga menemui titik terang antara walikota dan Kepala Dinas Pendidikan. Hal ini dinilai kurang tegasnya Walikota Tanjungbalai M. Syahrial dalam mengambil kebijakan yang pro terhadap para guru-guru tersebut, Kamis (21/11/2018).

Hal ini disampaikan Koordinator Gerakan Transparansi Anggaran Rakyat (Getar), Muhammad Arief Tampubolon kepada wartawan. Ia menilai Walikota Tanjung Balai kurang tegas dalam mengambil keputusan.

"Dalam kasus ini (uang sayur guru) seharusnya Walikota Tanjung Balai bijaksana mengambil keputusan, saya khawatir dengan dibiarkannya terus kasus ini akan bisa berdampak negatif terhadap sosial masyarakat di kota Tanjung Balai," ujarnya.

Calon legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sumut nomor urut 7 dari Partai Demokrat ini berharap Walikota Tanjungbalai tegas memenuhi tuntutan para guru yang sudah disampaikan pada dirinya. Sehingga persoalan para guru ini cepat terselesaikan.

"Pengakuan dari beberapa guru yang bertemu dengan saya pada saat sosialisasi di Kota Tanjungbalai, mereka katakan sudah 10 bulan uang sayur yang menjadi hak mereka belum mereka terima dan itu sudah tertulis di dalam buku APBD setiap tahun mereka terima sejak Walikota Sutrisno. Hanya Januari dan Februari yang mereka terima tahun ini. Namun tiba-tiba oleh Dinas Pendidikan dihapuskan. Harusnya tidak dalam anggaran berjalan seperti ini dihapus, jika ingin dihapus Walikota itu bisa dilakukan dari awal tahun dan ada pemberitahuan kepada para guru, sehingga tidak jadi polemik seperti saat ini," terang pria yang aktif menyoroti kasus korupsi di Sumatera Utara ini.

Arief mengatakan, terjadinya tindak pidana korupsi karena tiga hal yaitu penyalahgunaan wewenang, jabatan dan anggaran. Dan jika salah satu dari itu sudah terjadi, berarti sudah ada dugaan korupsi yang dilakukan.

"Tiga poin itu yang menyebabkan terjadinya korupsi di birokrasi pemerintah. Jika hal ini terjadi pada kasus uang sayur 542 guru SD dan SMP di Kota Tanjungbalai, sudah pantas penegak hukum menyelidiki dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Pendidikan Kota Tanjung Balai. Setiap guru terima Rp 700 ribu setiap bulan, jika dikali 542 orang dan selama 10 bulan, berapa totalnya," tegasnya.

Arief memastikan tetap konsen mengawasi politik anggaran pemerintahan yang ada di sumutera utara, terutama pemerintahan yang berada di daerah pemilihan (dapil) yaitu Kabupaten Asahan, Batubara dan Tanjungbalai (ABT).

"Selama ini saya hanya bisa mengawasi dari luar sistem (pemerintah) sebagai aktivis jurnalis, doakan saya tetap istiqomah jika terpilih dan duduk sebagai anggota DPRD Sumut, saya akan melakukan pengawasan dari dalam sistem. Agar anggaran (APBD) yang sejatinya menjadi hak rakyat tidak lari dari peraturan dan perundang-undangan," seru Arief.

"Saya juga berharap kepada Walikota Tanjungbalai M. Syarial bisa bijaksana dan tegas mengambil keputusan untuk menyelesaikan persoalan nasib 542 guru SD dan SMP tersebut," tutupnya. (rel/meo)

Share Berita

SUNGGAL - Mendadak warga Jalan Tani Asli, Kecamatan Sunggal dihebohkan dengan aksi cabul seorang lajang tua, RH (48) yang tega menggagahi anak tetangganya, Bunga (14) hingga berkali-kali, Kamis (22/11/2018).

Menurut informasi, terbongkarnya kasus ini bermula dari kecurigaan keluarga korban yang melihat Bunga kerap menyendiri dan mengurung diri didalam kamar. Setelah dinterogasi keluarga, akhirnya korban mengaku telah diperkosa oleh tetangganya.

Ketika dikonfirmasi, kakak korban, RK menerangkan bahwa kejadian bermula saat ia bekerja lembur dikantornya. "Saat itu aku masuk malam kerja lembur, mamak ku pas tempat nenek di Binjai jadi adik kami sendirian, kasihan dia diperkosa ama panglatu itu," terangnya.

Korban yang terlihat sedih menceritakan bahwa saat itu ia sedang tidur sendiri dirumah. Tiba-tiba mulutnya dibekap dan diancam akan dibunuh jika melawan.

"Aku pas tidur bang, tiba-tiba mulutku dibekap dan diancamnya, kalau aku teriak mau dibunuhnya," kata korban. Aku diperkosanya berkali-kali bang, sampai jam 3 pagi," jelasnya.

Dilokasi yang sama, pelaku, RH mengaku khilaf dikarenakan tergiur kemolekan tubuh korban saat menggunakan rok pendek.

"Saya khilaf bang, karena sering melihat dia (korban) pakai rok pendek, udah lama aku lajang dan tadi malam spontan aja aku langsung masuk kerumah orang itu," akunya.

Ketika dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Philip membantah kejadian tersebut kasus pemerkosaan.

"Gak ada pemerkosaan bang," ujarnya singkat melalui pesan Whatsapp. (git)
Share Berita

MARELAN - warga dihebohkan dengan aksi perampokan yang dibilang sadis, kali ini aksi perampokan tersebut terjadi di Jalan Marelan Raya, Pasar 4, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (22/11/2018).

Para perampok yang belum diketahui jumlahnya ini, beraksi disebuah Rumah Toko (Ruko) dan menyekap pemilik rumah bernama Gunawan (55) serta cucuhnya silvia (20).

Dalam kejadian tersebut, para pelaku berhasil membawah kabur sejumlah barang milik korban seperti uang dolar, leptop, hp, satu unit mobil Avanza, perhiasan dan barang berharga lainnya ditaksir nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Dari keterangan yang diperoleh, diduga para pelaku yang ditaksir lebih dari satu orang ini masuk dari lantai empat rumah korban dengan cara menyebrang dari ruko sebelah milik korban. 

” Kejadian ini pagi katanya bang, saat itu ada terdengar suara berisik dari dilantai empat terus dia (korban) melihat ke atas tiba- tiba para pelaku langsung menyekapnya” ujar Aguan karyawan korban.

Lebih lanjut pria yang sudah bekerja tahun 2001 ini mengatakan, para korban baru berhasil melepaskan diri setelah adik iparnya datang ke lokasi kejadian. ”Kejadian ini diketahui tetangganya yang curiga dengan pintu depan terbuka lebar, lalu melaporkannya ke adik korban di pajak pasar lima Marelan,” sebutnya.

”adik ipar korban Joni langsung mendatangi korban, ketika dirumah para korban dalam keadan terikat, lalu dia membukanya,"tambah  Aguan.

Sementara itu, dilokasi terlihat Kanit Reskrim Polsek Labuhan Iptu Bonaran beserta personil sedang melakukan olah TKP. "Nanti aja ya," ucapnya kepada wartawan (git)
Share Berita

Ilustrasi
PATUMBAK - Maraknya praktek judi mesin Jackpot TK Rejeki dan TK 89 membuat warga resah. Mendapati laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Budiman Simanjuntak  berjanji akan memberantas praktek judi diwilayah hukumnya.

"Sudah 28 mesin jackpot kita tangkap. Kita tidak mentolerir judi di wilayah hukum Patumbak ini," ujar Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Rabu (21/11/2018).

Selain itu, Budi menegaskan akan melacak dan mengejar pemilik mesin jackpot yang disebut-sebut berinisial TS. "Kita kejar dan kita TO pemilik mesin jackpot itu," tegasnya.

Dari hasil pantauan wartawan, ada beberapa titik lokasi judi mesin jackpot yang disebut-sebut pemilik berinisial TS seperti dikawasan patumbak Pasar 7 terdapat 9 mesin Jackpot TK Rejeki dan TK 89 yang ramai dikerubutin para pemain Jackpot tersebut. Tak hanya disitu, lokasi mesin jackpot di jalan Stasiun Gang Perwira Ujung, Delitua juga terdapat 5 mesin Jackpot yang ramai oleh pemain serta lokasi judi mesin jackpot Perumnas Mandala dan kemudian Jalan walet juga terdapat 9 mesin judi Jackpot yang merknya juga sama. (meo)
Share Berita

Iluatrasi
MEDAN - Hancur sudah masa depan kedua Anak Baru Gede (ABG) ini. Sebut saja namanya Bunga (15) dan Melati (17). Kedua kakak beradik ini menjadi korban cabul seorang pemuda MV (19) warga Jalan Sempurna Dusun II Mawar Desa Sambirejo Timur Percut Seituan dengan modus menjadi pacar korban. Tak terima, Ibu korban pun melaporkan kejadian ini ke Mapolrestabes Medan. Ironisnya 6 bulan melapor hingga sekarang tersangka belum juga ditangkap, Selasa (20/11/2018).

Kekecewaan Ibu korban, LI (44) disampaikan oleh Kuasa Hukumnya, Riki Irawan. Ia mengatakan bahwa ibu korban merasa tertekan dengan kondisi yang menimpa anaknya tersebut.

"Dalam hal ini ibu kedua korban merasa sangat terpukul dan tertekan karena masa depan kedua anaknya telah rusak pelaku (MV). Ia sangat-sangat berharap sekali pelaku segera ditangkap. Pasalnya hingga sekarang pelaku masih berkeliaran disekitar rumah korban. Ditakuti akan jatuh korban lagi," terangnya.

Riki menjelaskan bahwa ia sangat kecewa dengan kinerja Unit PPA Polrestabes Medan yang lambat memproses kasus ini.

"Sudah 6 bulan kasus ini tidak juga ada perkembangannya atau sampai ke tahap penangkapan pelaku. Sementara pelaku menurut ibu korban sudah kembali berkeliaran di lingkungan tempat tinggal korban," bebernya.

Riki menjelaskan bahwa dalam beraksi korban berpura-pura menjadi pacar korban. Kemudian setelah seminggu berlalu, pelaku kemudian mengajak korban melakukan hubungan suami istri.

"Modus pelaku berpura-pura memacari korban, jadi kemarin yang korban pertama Melati. Seminggu memacari korban, kemudian pelaku mencabuli korban, selang sebulan kemudian dengan modus yang sama, si adik, Bunga pun dicabuli," jelasnya.

Terbongkarnya kasus ini bermula dari tetangga korban yang memberitahukan kepada ibu korban. "Peristiwa ini diketahui setelah kakak korban (Melati) menceritakan kepada tetangganya bahwa dia khawatir adiknya (Bunga) dicabuli pelaku, karena berpacaran dengan orang yang sama.  Setelah didesak oleh ibunya, kedua korban mengaku, memang benar telah dicabuli. Bahkan bukti visum yang telah dilakukan mendukung kejadian ini," beber Kuasa Hukum korban, Riki Irawan.

Riki berharap agar pihak Polrestabes segera memproses laporan pengaduan korban dan segera menangkap tersangka.

"Kami harap pihak Polrestabes Medan untuk segera menangkap pelaku," harapnya mengakhiri.

Ketika dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha berjanji akan mengecek laporan pengaduan tersebut. "Ok, saya cek kasusnya ya," ujarnya singkat. (Mri)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.