SIANTAR - Calon Legislatif Partai Nasdem Nomor urut 8 Dapil Sumatera Utara III, Anthony, meresmikan rumah pemenangan di Jalan Soasio, P Siantar, Pahlawan, Kota Pematang Siantar, Kamis (25/10/2018). Dalam sambutannya, jika terpilih Anthony berjanji akan mengembalikan seluruh gaji dan tunjangannya kepada masyarakat.

"Kita sudah dapat banyak dari negara ini, saya berpikir bagaimana kita harus mengembalikannya kepada masyarakat. Kalaupun nanti saya terpilih dan duduk, semua gaji, saya kembalikan kepada masyarakat," tegas Calon Legislatif Partai Nasdem Nomor urut 8 Dapil Sumatera Utara III, Anthony.

Dalam kegiatan peresmian rumah pemenangan, Anthony menyampaikan terimakasihnya atas kesempatan yang diperolehnya tersebut.

"Izinkan saya menyampaikan rasa terima kasih yang sangat mendalam karena mendapatkan kesempatan menjadi Calon Legislatif untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara III," ungkapnya.

Pria keturunan Tionghoa yang lahir dan besar di Kota Siantar ini mengatakan bahwa jika anggota legislatif terpilih dapat bekerja maksimal dan benar-benar menyuarakan kepentingan rakyat, maka rakyat akan mempunyai pilihan dan kesempatan yang lebih baik lagi.

"Tidak ada lagi Pribumi Indonesia, Batak Indonesia, Chinese Indonesia, Hindu Indonesia, Budha Indonesia, yang ada yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas Anthony.

Dalam peresmian rumah pemenangan ini, Anthony  mengambil Tema #2019BangunkanDPR  menyampaikan visi-misi membangun DPR yang aspiratif, inovatif dan berintegritas demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

"Misi saya yakni mewujudkan rumah aspirasi untuk menjadi penyambung keluhan rakyat, lalu menggagas balai keterampilan untuk meningkatkan perekonomian pemuda, kemudian membuat pendampingan untuk masyarakat ekonomi kelas menengah serta menegakkan undang-undang untuk menjamin keamanan dan kesejahteraan sosial," ucapnya mengakhiri.

Ketua Komunitas Motor Simalungun-Siantar, Mr Jose menyatakan dukungannya kepada Anthoni untuk DPR RI Daerah Pemilihan Sumut III.

"Kita mendukung penuh Bang Anthoni untuk DPR RI Dapil 3 Sumut, kami mendukung Nasdem," ujarnya.

Ketua DPD Nasdem Pematang Siantar, Frans Siahaan mengapresiasi peresmian kantor pemenangan Antoni For Sumut III.

"Pesan utama saya, "ayo juallah partai dengan positif, jika partai nasdem besar, kita juga pasti besar. Ayo kita beri penjelasan kepada masyarakat. Butuh kerjasama yang baik dalam internal, provinsi, Kabupaten/Kota. Kita harus menang," ajaknya.

Hadir dalam kegiatan, Wakil Ketua DPW Nasdem Sumut, Sudarto Sitepu, Wakil Sekretaris, Ganda Manurung, Ketua DPD Pematang Siantar, Frans Siahaan, Ketua DPD Nasdem Kabupaten Simalungun, Ida Masta Saragih, Calon legislatif Provinsi dan Kabupaten/ Kota. (Sen)
Share Berita

MEDAN - Unit reskrim Polsek Patumbak berhasil meringkus 3 tersangka komplotan pencurian sepedamotor. Dua dari 3 tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dikarenakan melawan saat ditangkap, Kamis (18/10/2018).

Adapun tersangka yang diamankan adalah Khairuk Pranata (27), Heru Syahputra (25) dan Rizki (18). Ketiganya diketahui telah 3 kali bermain beraksi di 3 wilayah hukum Polsek Patumbak.

"Ketiganya mengaku melakukan pencurian sepedamotor diwilkum Polsek Patumbak dimana khairul dan Heru sebagai pengeksekusi dan si Rizki sebagai pemantau situasi," ujar Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Budiman kepada wartawan.

Budiman menambahkan bahwa tersangka merupakan mantan residivis kasus yang sama.

"Peran para pelaku berbeda beda, Rizki tugasnya memantau situasi keadaan rumah sasarannya lalu memberi kode kepada pengeksekusi yaitu Heru dan Khairul setelah mendapat aba-aba dari Rizki kemudian kedua pelaku masuk melalui gerbang dengan merusak gembok pagar rumah sikorban lalu dengan diam-diam menyorong sepeda motor dengan pelan-pelan dan begitu aman langsung membawa sepeda motor tersebut, kejadian ini pada hari Sabtu (13/10/2018) lalu dirumah korban, Suherdi warga Jalan Mesjid Dusun V Desa Marindal I, Patumbak.

Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP ayat (1) ,(2) ke 3 e,4e ,5e dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun. Adapun lokasi terakhir pelaku beraksi adalah Jalan Mekar Sari Gg Mesjid mencuri 1 unit Yamaha Mio sporty warna hitam, Jalan Sejati Desa Marindal I Patumbak dan di Jalan Sejati Gang Mesjid Marindal I Patumbak berhasil mencuri yamaha scoorpio. (Meo)
Share Berita

MEDAN - Tudingan yang menjurus dugaan mencatut nama Kapolri, Jenderal Tito Karnavian  dalam aliran dana suap kasus impor daging mendapat perhatian serius  dari Pengamat Sosial Universitas Sumatera Utara, Wara Sinuhaji. Ia menilai bahwa tudingan tersebut tidak memenuhi syarat dan data yang dilontarkan tidak kuat, Selasa (16/10/2018).

"Lembaga setingkat KPK aja menyatakan bahwa hasil investigas Indonesialeak tidak memenuhi persyaratan, masakan kita tidak percaya dengan KPK? Ada dugaan hasil investigasi ini untuk membenturkan Lembaga KPK dengan institusi Kepolisian  RI," ujar Wara Sinuhaji saat ditemui wartawan.

Wara menambahkan bahwa ada dugaan ada orang-orang yang dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk menimbulkan intrik dikalangan elite politik ditingkat nasional agar Kapolri dicopot.

"Apa segampang itu? Tentu tidak, Presiden pasti menyaringnya. Lihatlah sekarang, segala sesuatu yang dilakukan pemerintahan sekarang selalu salah dimata oposisi, gak hujan-hujan aja di media sosial Jokowi disalahkan. Jadi saya lihat sudah susah bangsa ini, banyak orang yang mempertontonkan eksistensi jati dirinya agar tidak tergerus oleh hukum. Hukum ditegakkan juga salah," terangnya sambil tersenyum.

Selanjutnya Wara menjelaskan, ia sangat mengapresiasi Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dengan prestasinya yang luar biasa seperti pengungkapan-pengungkapan kasus terorisme.

"Semuanya bisa ditangkap, selesai semua. Apalagi setelah HTI dibubarkan, jangan-jangan ada HTI yang bermain. Saya tidak kenal pak Tito tapi kita sangat mengapresiasi kinerja beliau," ucapnya.

Wara juga menyampaikan, ucapan tidak adanya kepentingan politik terkait isu skandal aliran dana suap kasus impor daging itu ada dugaan sebagai pembenaran atas hasil investigatif.

"Lihat saja, hasil investigatif sekarang ini dikritik dan dikatakan HOAX oleh elite politik, jadi karena hasil investigatif ini dikatakan Hoax, ini mempermalukan hasil investigatif itu sendiri. Maka dia tampil untuk membenarkan hasil investigatif itu. Mana yang lebih akurat KPK dengan yang lain?," tanyanya mengakhiri. (red)
Share Berita

MEDAN - Polsek Pancur Batu bersama Kecamatan Pancur Batu melaksanakan giat penertiban, penataan pasar dan terminal Pancur Batu yang kerap menjadi biang kemacetan, Sabtu (13/10/2018). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan.

Adapun kegiatan tersebut, menghimbau para pedagang kaki lima tidak lagi berjualan menggunakan badan jalan besar Jalan Jamin Ginting. Selain itu, petugas juga menghimbau kepada pengemudi becak bermotor (Betor) untuk tidak parkir dipinggir jalan.

Dalam arahannya, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan menghimbau kepada para pedagang kaki lima dan pengemudi Betor untuk tidak lagi berjualan dan parkir dipinggir jalan Jamin Ginting, Pancur Batu.

"Kepada para pedagang kaki lima agar menjaga kebersihan dan para pengemudi angkot dan betor tidak menaikkan dan menurunkan penumpang di badan jalan dan harus masuk ke terminal," himbaunya. (Meo)
Share Berita


MEDAN - Unit reskrim Polsek Pancur Batu berhasil mengamankan preman yang kerap memerangi dan mengancam sopir truk saat melintas di Jalan Besar Jamin Ginting, Medan tuntungan tepatnya depan Gereja GBKP Simpang Tuntungan, Sabtu (13/10/2018).

Adapun tersangka yang diamankan adalah Anggia Angke Surahmad Als Angke (21) warga Jalan  Kapten Tuah Desa Lama, Pancur Batu Deli Serdang.

Penangkapan tersangka bermula dari laporan korban yang mendatangi Polsek Pancur Batu melaporkan telah menjadi korban pemerasan oleh  laki-laki bertato tangannya sebesar Rp40 ribu dengan alasan untuk uang keamanan. Ironis ya, bila tidak diberikan, pelaku mengancam akan memecahkan kaca truknya . Mendapat laporan, petugas langsung menuju ke lokasi. Tepatnya didepan Indomaret Simpang Tuntungan, petugas berpapasan dengan pelaku dan saat itu pelaku bersama temannya mengendarai sepeda motor matik warna biru berusaha melarikan diri. Salah satu pelaku lompat dari kendaraan dan langsung melarikan diri.

"Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan teman pelaku. Akhirnya pelaku satunya dapat diamankan," ujar Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan kepada wartawan.

Faidir menambahkan, dari tersangka diamankan  uang tunai hasil memeras para supir lintas berjumlah Rp130 ribu," jelasnya. (Meo)
Share Berita

BELAWAN - Rudi (54) warga Lingkungan II, Martubung terpaksa mendekam di Polres Pelabuhan Belawan. Pasalnya ia nekat mencabuli anak kandungnya, Mawar (19) hingga berulang kali. Ironisnya, untuk memuluskan aksinya, tersangka kerap mengancam korban akan membakar ibu dan adiknya. Hal ini diungkapkan Kapolres pelabuhan Belawan saat melaksanakan giat press release pengungkapan kasus, Jum'at (12/10/2018).

Menurut informasi, aksi berat Rudi bermula saat ibu korban tidak berada dirumah. Saat itu, tersangka membawa paksa korban kedalam kamar dan mencabuli korban berulangkali.

Dalam press releasenya, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan mengatakan untuk tersangka cabul diancaman hukuman penjara 7 tahun.

"Untuk tersangka cabul kita kenakan pasal pencabulan dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun," ujarnya.

Selain itu, Ikhwan menambahkan, bahwa dalam sepekan ini pihaknya juga mengamankan beberapa tersangka kasus yang kerap meresahkan masyarakat.

"Ada beberapa kasus yaitu kasus pencurian dengan kekerasan, pencurian biasa dan judi. Untuk kasus judi jackpot ada 3 orang tersangka dengan barang bukti 4 unit mesin Jackson, 176 koin dan uang tunai Rp1,5 Juta. Kasus judi jenis kartu leng ada 2 orang tersangka dengan barang bukti 2 set kartu leng dan uang Rp 31 ribu. Kasus judi kartu remi ada 4 orang tersangka dengan barang bukti 52 kartu joker dan uang tunai senilai Rp52 ribu dan terakhir kasus pencurian dengan kekerasan dengan 1 tersangka berinisial AR (25) Warga Jalan Raya Pelabuhan, Kampung Salam Belawan," jelasnya mengakhiri. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN - Sebanyak 4 unit papan reklame tidak memiliki ijin di Jalan Jamin Ginting, Pancur Batu dibongkar tim Gabungan Pemkab Deliserdang bersama Polsek Pancur Batu, Jumat (12/10/2018).

Selain melibatkan puluhan petugas Satpol PP, pembongkaran juga didukung  jajaran Polsek Pancur Batu dan Danramil Pancur Batu beserta jajaran kecamatan. Adapun ke-4 papan reklame yang dibongkar, 2 Papan reklame di Jalan Jamin Ginting Simpang Tuntungan dan 2 papan reklame di Pasar Pancur batu.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan mengatakan bahwa dalam pembongkaran tersebut berjalan aman dan tertib.

"Kegiatan berjalan aman dan terkendali," tegasnya singkat. (Meo)
Share Berita

MEDAN - Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan bersama jajarannya melaksanakan giat Jumat Barokah di Mesjid Al Ikhlas Desa Namo Bintang, Pancur Batu, Jumat (12/10/2018).

Dalam sambutannya, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan memberikan nasehat kepada 30 orang anak Yatim Piatu agar rajin beribadah dan menjauhi narkoba.

"Dengan kehadiran personil Polsek Pancur Batu, saya harap kalian rajin sekolah dan beribadah. Jauhi narkoba," ujarnya.

Adapun kegiatan yang dilakukan adalah memberikan nasi bungkus sebanyak 30 bungkus dan tali asih sebanyak 30 amplop kepada anak Yatim Piatu Warga Desa Namo Bintang. (Meo)
Share Berita

TANJUNG MULIA - Mendadak warga Jalan Kol. Yos Sudarso Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli tepatnya didepan pabrik Industri Karet dihebohkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki, Rabu (10/10/2018).

Menurut informasi, mayat pertama sekali ditemukan oleh warga didalam parit dalam kondisi tertelungkup tanpa menggunakan baju. Korban diduga merupakan korban tabrak lari, pasalnya dari mayat korban ditemukan kaca spion mobil.

Saksi yang pertama sekali menemukan korban, Anan (48) mengatakan bahwa ia terkejut saat mendapati korban dalam kondisi tertelungkup didalam patut.

"Saya terkejut melihat ada orang didalam parit tertelungkup," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Kanit Reskrim  Polsek Medan Labuhan, Iptu B.Pohan mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Masih kita lidik, dari lokasi kita amankan barang bukti kaca spion mobil, korban diduga korban tabrak lari," ujarnya singkat. (Kinoi)
Share Berita

BELAWAN - Menjelang Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif, Kapolres Pelabuhan Belahan, AKBP Ikhwan melaksanakan giat pertemuan dengan ratusan nelayan tradisional di Aula Polres Pelabuhan Belawan, Selasa (9/10/2018).

Adapun tujuan dilaksanakan adalah mengajak masyarakat Belawan khususnya para nelayan Belawan untuk tidak mudah terpecah belah antar umat beragama.

Dalam sambutannya, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpecah belah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Kita jangan mudah terpecah belah oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab, kita ikuti hati nurani kita sendiri, apa lagi sebentar lagi mau pemilihan legeslatif dan Pilpres 2019-2024, mana yang mau dipilih ikuti keinginan kita, jangan mau dengar apa kata orang, belajar jujur, aman dan  sejuk," ajaknya. (Kinoi)
Share Berita

LABUHAN - Nek Zainun, wanita lanjut usia (lansia) ini harus bertahan hidup di daerah banjir selama 50 tahun lamanya. Terlebih lagi dengan kondisinya yang sangat memprihatinkan, ia harus menghidupi anak semata wayangnya, Kokom (35) yang menderita sakit paru-paru. Ironisnya, hal yang menimpa nenek ini tidak pernah mendapat perhatian pemerintah setempat, Minggu (7/10/2018).

Untuk mengisi perutnya, Nek Zainun yang bertempat tinggal di Jalan Bakti ABRI Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan ini setiap harinya harus menunggu bantuan tetangga. Penderitaan Nek Zainun ini semakin menjadi setelah ditinggal pergi suaminya 5 tahun lalu.

Salah seorang warga, Suhartini mengatakan bahwa banyak warga yang kasihan melihat penderitaan keduanya.

"Anaknya itu sakit-sakitan dek, sakit paru-paru, makanya gak bisa kerja. Jadi kalo kami ada rejeki, kami warga sini ya bergantian membantunya. Belum pernah nenek ini dibantu pemerintah," jelasnya.

Saat dikunjungi oleh awak media www.pewartaonline.com yang prihatin dengan keadaannya, Nek Zainun dengan mata berlinang air mata mengadukan nasibnya yang selama ini dipendamnya.

"Kami tidak tau Pak harus mengadu kemana, sementara bertahun-tahun kami tinggal disini ya belum pernah ada yang melihat kami khususnya dari pemerintah. Dan kami yang tidak berpendidikan ini gak tau  harus berbuat apa, kami pasrah dengan keadaan ini pak," ucapnya dengan mata yang berlinang air mata. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN - Menindak lanjuti atensi dari pimpinan, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan bersama Muspika membongkar lapak tenda biru yang disebut-sebut digunakan sebagai lokasi judi dadu di Desa Suka Makmur Kecamatan Sibolangit, Sabtu (6/10/2018).

Pembongkaran lokasi ini mendapat apresiasi dari warga sekitar. Terlihat warga sekitar bergotong royong membongkar lokasi tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan mengatakan bahwa pembongkaran ini sesuai perintah atau atensi dari pimpinan.

Faidir berharap kepada masyarakat sekitar untuk membantu pihak kepolisian jika ada mengetahui lokasi yang diduga menjadi lokasi perjudian.

"Saya menghimbau kepada warga melalui Kepala Desa, agar tidak ada lagi judi di Kecamatan Sibolangit ini, jika ada yang mengetahui ada permainan judi, segera informasikan kepada kami (Polsek Pancur Batu) atau ke Muspika setempat," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, menanggapi informasi dari masyarakat, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan bersama jajaran menggrebek tempat yang disebut-sebut lokasi judi Dadu di Dusun III Desa Suka Makmur Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang, Jumat (5/10/2018).

Untuk memaksimalkan penggrebekan, Polsek Pancur Batu berkoordinasi dengan Koramil, Tokoh Masyarakat dan pihak Kecamatan Sibolangit. Namun, saat digrebek tidak ada ditemukan aktifitas permainan judi dadu. (Meo)
Share Berita


MEDAN - Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan bersama jajaran melaksanakan giat penertiban pedagang kaki lima (PK-5) di Jalan Jamin Ginting, Pancur Batu,  Deli Serdang yang selama ini kerap menjadi biang kemacetan, Sabtu (6/10/2018).

Selain melakukan penertiban, Kapolsek Pancur Batu juga memberikan himbauan kepada para pedagang dan juga kepada pengemudi becak bermotor (Betor) dan kendaraan bermotor lainnya yang memarkirkan kendaraannya tidak pada tempatnya.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan mengatakan bahwa adapun kegiatan penertiban dengan memberikan himbauan kepada para pedagang dan becak bermotor yang kerap mangkal dipinggir jalan.

"Dalam penertiban tersebut kita memberikan himbauan kepada para pedagang kaki lima yang masih berjualan di pembatas badan jalan stasiun angkutan umum," tegasnya.

Kegiatan dimulai dari pukul 08.45 wib s/d selesai, bertempat di Pasar Tradisional Pancur Batu. Turut hadir Wakapolsek Pancur Batu, Sekcam Pancur Batu, Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu, Kanit Intelkam Polsek Pancur Batu, Kanit Binmas Polsek Pancur Batu, Kanit Lantas Polsek Pancur Batu, Kanit Provost Polsek Pancur Batu dan Personil Polsek Pancur Batu. (meo)
Share Berita

BELAWAN - Pembangunan Gedung Kembar milik Pelindo I Cabang Belawan terus mendapat protes dari warga. Pasalnya, akibat pembangunan gedung tersebut, wilayah sekitar bangunan kerap banjir dikarenakan saluran drainase/parit tertutup pasir dan  tanah, Jum'at (05/10/2018)

Hal ini disampaikan warga sekitar, saat disambangi kru wartawan www.pewartaonline.com. Dari keterangan warga, mengatakan bahwa bangunan tersebut sama sekali tidak memikirkan keadaan lingkungan disekitar bangunan.

"Sebelum ada bangunan ini, keadaan dranaise lancar, namun setelah setelah dibangunnya gedung kembar ini, wilayah kami sering banjir. Lihatlah bang, dranaise/parit kami tertimbun tanah dari pekerjaan proyek, Kalau sudah
hujan walaupun itu cuma sebentar dampaknya akan banjir disepanjang jalan," terang Buyung yang merupakan warga asli Belawan.

Saat dikonfirmasi, Camat Medan Belawan, Ahmad SP mengatakan bahwa pihaknya telah beberapa kali menyurati pihak proyek tersebut.

"Kita sudah pernah menyurati dan belum ada jawaban sampai sekarang, akan kita berikan himbauan terakhir sekaligus teguran," jelasnya singkat. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN - Menanggapi informasi dari masyarakat, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan bersama jajaran menggrebek tempat yang disebut-sebut lokasi judi Dadu di Dusun III Desa Suka Makmur Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang, Jumat (5/10/2018).

Untuk memaksimalkan penggrebekan, Polsek Pancur Batu berkoordinasi dengan Koramil, Tokoh Masyarakat dan pihak Kecamatan Sibolangit. Namun, saat digrebek tidak ada ditemukan praktek judi dadu dilokasi.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan mengatakan bahwa tidak ada ditemukan  praktek judi dadi dilokasi tersebut.

"Dilokasi hanya ditemukan bekas lokasi tenda biru yang biasa digunakan warga untuk pembuatan keranjang oleh warga," terangnya singkat. (rom)
Share Berita

MEDAN - Petugas unit reskrim Polsek Pancur Batu berhasil mengamankan pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Hartono Sembiring (28) warga Perumahan Milala Rumah Tengah, Desa Namo Bintang, Pancur Batu, Deli Serdang. Dari tersangka disita barang bukti pisau Belati yang digunakan untuk mengancam istrinya, Kamis (4/10/18).

Menurut informasi, penangkapan bermula dari laporan korban, Yuni Sinaga (35) yang sering dianiaya oleh suaminya (tersangka-red). Ironisnya, korban juga kerap diancam bunuh dengan menggunakan pisau belati.

”Sudah sering dipukulinya aku bang, sebelum inipun pernah juga aku di pukulinya cuma pada saat itu di damaikan bang sama Kepala Dusun, sekarang sudah nggak tahan aku bang, biarlah masuk penjara dia,”ucap korban yang merupakan istri pelaku sambil terisak-isak penuh derai air mata.

Yuni mnambahkan, terakhir penganiayaan yang diterimanya dikarenakan tidak dikasih uang untuk beli rokok. "Kejadiannya terakhir Selasa (2/10/2018). Saya dipukuli karena tidak ngasih uang buat dia beli rokok," jelasnya.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan, SH.MH membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar kita amankan seorang pria, pelaku KDRT. Dari tersangka kita amankan barang bukti pisau yang digunakan pelaku untuk mengancam korban. Tersangka terancam hukuman 5 tahun penjara," jelasnya singkat. (rom)
Share Berita

MEDAN - Sebanyak 4 unit papan reklame bermasalah di Jalan Letda Sujono dan Jalan H M Yamin   ditumbangkan  Tim Gabungan Pemko Medan, Senin (1/10) malam. Selain tidak memiliki izin, pembongkaran dilakukan karena keberadaan papan reklame tersebut  sangat mengganggu estetika kota.

Pembongkaran keempat papan reklame dipimpin langsung Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan. Selain melibatkan puluhan petugas Satpol PP, pembongkaran juga didukung  jajaran polsek dan koramil setempat beserta jajaran kecamatan. Di samping itu juga guna mendukung kelancaran pembongkaran, tim gabungan didukung dua  unit mobil crane serta peralatan mesin las.

Prosesi pembongkaran berjalan lancar,  tim gabungan sengaja melakukan pembongkaran jelang tengah malam. Hal itu dilakukan untuk menghindari terganggunya kelancaran arus lalu lintas. Selain itu juga menghindari masyarakat pengguna jalan terkena material papan reklame pada saat pembongkaran berlangsung.

Sebelum pembongkaran dilakukan, Sofyan pun minta afgar lokasi pembongkaran ditutup sehingga tak ada kenderaan bermotor yang melintas. Setelah itu mobil crane diturunkan dan untuk mengikat papan reklame agar tidak tumbang ketika pembongkaran dilakukan. Kemudian beberapa tim gabungan memanjat papan reklame dan melakukan pemotongan dengan mesin las.

Setelah papan reklame berhasil dipotong, mobil crane pun perlahan-lahan menurunkannya. Tim gabungan kemudian meletakkan di atas permukaan jalan, usai tali pengikat di pengait mobil crane dibuka, papan reklame kemudian dipotong menjadi beberapa bagian. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tiang utama papan reklame. Keseluruhan material papan reklame hasil pembongkaran selanjutnya dibawa menuju Lapangan Cadika Pramuka.

Gencarnya pembongkaran papan reklame bermasalah yang dilakukan Tim Gabungan Pemko Medan dalam sebulan belakangan ini  membuat pengusaha advertising ciut.  Tak mau papan reklamenya dibongkar paksa dan material disita tim gabungan, pengusaha advertising mulai membongkar sendiri papan reklame bermasalah miliknya.

“Alhamdulillah malam ini saat kita melakukan pembongkaran empat unit papan reklame bermasalah di JalanLetda Sujono dan Jalan HM Yamin, ada pengusaha advertising yang membongkar sendiri papan reklame miliknya sebanyak tiga unit. Kita harapkan langkah ini diikuti pengusaha advertising lainnya. Sebab, Pemko Medan telah berkomitmen penuh  untuk menumbangkan seluruh papan reklame bermasalah yang ada di Kota Medan!” tegas Sofyan.

Kommitmen Pemko Medan itu, jelas Sofyan, telah dipertegas Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S Msi ketika memimpin rapat bersama Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSI di Balai Kota, Senin (1/10). Dalam rapat itu bilang Sofyan, Wali kotakembali menegaskan untuk membongkar seluruh papan reklame bermasalah.

“Selain menegakkan peraturan, pembongkaran yang dilakukan dalam rangka mendukung penataan Kota Medan yang kini tengah dilakukan. Oleh karenanya Pak Wali minta seluruh papan reklame bermasalah yang ada harus dibongkar tanpa pandang bulu. Jadi kita siap untuk menjalankan instruksi tersebut. Intinya, pembongkaran papan reklame bermasalah terus kita lakukan!” pungkasnya. (rom)
Share Berita

BELAWAN - Tabligh Akbar yang dilaksanakan oleh Himpunan Jama'ah Bahagia Belawan Bersatu - Belawan Damai (HIBJABA) di Lapangan PJKA Jalan Kol. Yos Sudarso, Belawan mendapat apresiasi dari masyarakat Belawan, Minggu (30/9/2018).  Tabligh Akbar yang mengusung Tema "Pemilihan Legislatif, dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 Damai di Kota Medan  Khususnya wilayah Belawan" ini dihadiri seluruh Ormas Kepemudaan dan Ormas Islam.

Kegiatan dihadiri oleh seluruh organisasi Kepemudaan Belawan, tokoh agama, Kapolres Belawan, AKBP Ikhwan yang diwakili oleh Wakapolres Belawan, Camat Medan Labuhan dan tokoh-tokoh agama di Belawan.

Dalam Tausyiahnya, Ustadz Alfi Syahri mengajak umat Islam khususnya Belawan untuk tidak terprovokasi atas isu agama dan SARA yang dapat menyebabkan perpecahan sesama umat.

"Saya berharap di Pileg dan Pilpres ini, sama-sama bergandengan tangan menjaga kerukunan antar umat beragama, jangan mudah terprovikasi adanya isu agama ataupun Isu SARA," harapnya dalam Tausyiahnya.

Ketua Panitia Tabligh Akbar, M Isya Albasir mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan menjelang Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden agar tidak ada konflik-konflik karena perbedaan pilihan.

"Kita mau Medan khususnya Belawan itu Damai, kita tidak ingin ada kata-kata " Ganti Presiden", Kegiatan ini murni dilaksanakan ditengah-tengah masyarakat, tidak ada menjelek-jelekkan 1 pasangan calon pun, atau pileg-pileg lain," ujarnya.

Isya juga menambahkan, bahwa kegiatan ini dihadiri oleh seluruh organisasi kepemudaan, Karang Taruna, KNPI dan seluruh umat islam se-Kecamatan Medan Belawan.

"Undangan seluruh OKP di Medan Belawan, Karang Taruna dan seluruh ormas Islam se-Kecamatan Medan Belawan," jelasnya.

Lalu Isya mengajak warga Belawan untuk bersama-sama menjaga Belawan kondusif dan terhindar dari konflik-konflik.

"Belawan itu orangnya damai dan bersatu," ajaknya mengakhiri. (red)
Share Berita

MEDAN - DPRD Medan menyetujui Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)  Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi atas Pelaksanaan APBD  Tahun Anggaran 2017 untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Perda Kota Medan tahun 2018.  Persetujuan ini diperoleh setelah seluruh fraksi di DPRD Medan menyatakan menerima LPJ yang disampaikan melalui pendapat akhir dalam sidang paripurna di Gedung DPRD Medan, Senin (1/10)

Rapat paripurna pendapat akhir fraksi DPRD Medan yang berlangsung alot  itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Medan H Iswanda Nanda Ramli.  Sebelum masing-masing fraksi menyampaikan pendapatnya, Ketua Pansus LPJ Pelaksanaan APBD 2017 Roby Barus lebih dahulu menyampaikan laporan pansus.

Wali Kota Medan Drs H T Dzul;mi Eldin S MSi mengahdiri langsung rapat paripurna bersama Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi. Rapat paripurna turut dihadiri Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung SE, anggota DPRD Medan, pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan serta camat se-Kota Medan.

Meski menerima namun sejumlah fraksi memberikan catatan untuk ditindaklanjuti.  Seperti Fraksi PDI Perjuangan dalam pendapatnya yang disampaikan Daniel Pinem, minta kepada Pemko Medan agar melakukan terobosan dan pengawasan yang ketat guna meningkatkan realisasi  penerimaan PAD setiap tahun.

Pemko Medan kemudian diingatkan agar tidak  hanya terfokus kepada sumber dua jenis pajak dan retribusi daerah saja, tapi juga  harus bisa mengoptimalkan penerimaan dari sektro lainnya seperti retribusi sampah, pajak hotel, tempat hiburan dan restoran, retribusi sampah, pelayanan tera ulang maupun potensi daerah lainnya.

Selanjutnya Fraksi Gerindra melalui Surianto menyampaikan pendapat,  Pemko Medan dinilai belum maksimal dalam menyusun skala prioritas pemenuhan kebutuhan nyata masyarakat. Kemudian  masih kurang fokus terhadap perencanaan penggunaan anggaran. Oleh karenanya Pemko Medan diharapkan terus melakukan  perbaikan.

Usai seluruh fraksi menyatakan menerima LPJ Wali Kota atas pelaksanaan APBD TA 2017, dilanjutkan dengan penandatanganan persetujuan bersama yang dilakukan Wali Kota  dan Ketua DPRD  Medan disaksikan Wakil Wali Kota,   anggota DPRD Medan, pimpinan OPD serta camat se-Kota Medan.

Seperti diketahui, APBD Kota Medan TA 2017 sebesar Rp.5,2 triliun. Sedangkan yang terealisasi Rp.4,40 triliun yang terdiri dari  pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp.1,73 triliun dan pendaptan transfer sebesar Rp.2,66 triliun. Kemudian realisasi pendapatan mencapai 79,82% dari target yang ditetapkan.

Sementara itu belanja mencapai Rp.4,39 triliun yang terdiri dari belanja operasional R.3,39 triliun dan belanja modal Rp.997,47 miliar. Realisasi belanja TA 2017 mencapai 79,22% , sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran Rp.43,701 miliar.

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menyatakan akan segera menindaklanjuti  apa yang menjadi catatan  sejumlah fraksi dalam menyampaikan pendapat akhir tersebut. Dikatakannya, semua koreksi yang disampaikan itu tentunya sangat positif bagi Pemko Medan untuk terus melakukan perbaikan ke depannya. “Insya Allah semua catatan dan koreksi akan kita tindak lanjuti,” kata Wali Kota.

Selanjutnya, menyikapi masalah aset yang sempat tercuat dalam rapat paripurna itu, Wali Kota menegaskan, Pemko Medan sangat serius dalam pengelolaan aset. Hanya saja yang membuat sedikit kendala, aset yang dikelola itu bisa lebih dari 15 sampai 20 tahun yang lalu. Begitu pun Pemko Medan akan terus melakukan pendataan sehingga seluruh aset yang ada terdata dan terkelola dengan baik. (rom)
Share Berita

MEDAN : Usai memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila 2018 di halaman depan Balai Kota Medan, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menggelar rapat dengan seluruh pimpinan organisasi pimpinan daerah (OPD) dan camat di lingkungan Pemko Medan di Ruang Rapat 3, Senin (1/10). Rapat ini digelar dalam rangka untuk  mengevaluasi hasil kinerja yang telah dilakukan.  Kemudian membahas apa yang menjadi kendala serta solusi mengatasinya sehingga capaian kinerja yang dilakukan sesuai yang diharapkan serta memuaskan masyarakat.

Rapat dipimpin langsung Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi serta didampingi Asisten Umum Setdako Medan Ikhhwan Habibi Daulay, Asisten Pemerintahan Musadad Nasution,  Asisten Ekonomi dan Pembangunan  Qamarul Fatah serta Kepala Inspektorat Farid Wajedi.

Diawali dengan pemaparan yang disampaikan Wakil Wali Kota terkait kegiatan yang dilakukan Pemko Medan, terutama dalam sebulan belakangan ini seperti penertiban pedagang kaki lima (PK5), papan reklame, parkir dan terminal liar, jalan, drainase serta penerangan jalan. Dikatakan Wakil Wali Kota, keseluruhan kegiatan terus dilakukan sampai saat ini.

Khusus penertiban PK5 di seputaran pasar tradisionil, Wakil Wali Kota mengungkapkan,  hasilnya cukup memuaskan. Jalanan yang selama ini acap kali menimbulkan kemacetan telah lancar seperti kawasan Pasar Sikambing, Pasar Sukaramai, Pasar Palapa, Pasar Simpang Limun dan depan Eks Aksara Plaza.

“Hanya di Pasar Sukaramai masih ada perlawanan, para PK5 masih coba berjualan kembali.Untuk itulah pengawasan dan penertiban akan terus dilakukan agar para PK5 tak berjualan kembali,” kata Wakil Wali Kota.

Begitu juga dengan penertiban papan reklame bermasalah, jelas Wakil Wali Kota, sudah banyak yang dibongkar.  “Secara umum hasilnya sudah kelihatan meski demikian masih banyak papan reklame bermasalah yang tersisa. Untuk itu  penertiban papan reklame akan terus dilakukan,” ungkapnya.

Setelah mendengar pemaparan yang disampaikan, Wali Kota pun langsung melakukan evaluasi. Mantan Wakil  Wali Kota dan Sekda Kota Medan itu kemudian fokus membahas  jalan rusak di Kota Medan, termasuk drainase. Sebab, jalan dan drainase bersentuhan langsung dengan masyarakat, begitu bermasalah, masyarakat pun langsung meributinya.

Oleh karena itu Wali kota minta kepada seluruh camat yang hadir untuk menyampaikan jalan rusak, termasuk drainase yang ada di wilayah kerjanya masing-masing. Kemudian satu persatu camat pun mengungkapkannya   . “Saya minta semua jalan rusak yang disampaikan para camat, termasuk drainase agar dicatat Kadis Pekerjaan Umum dan segera ditindaklanjuti perbaikannya!” tegas Wali Kota.

Setelah itu Wali Kota melanjutkan evaluasi terkait PK5.  Dari seluruh wilayah kecamatan, Wali Kota kecewa dengan Kecamatan Medan Petisah. Selain  di seputaran Pasar Petisah, PK5 juga masih semrawut di  depan Medan Fair Plaza Jalan Gatot Subroto. Selain berjualan di daerah milik jalan (damija), para PK5  sesuka hatinya memasang tenda sehingga kawasan itu terlihat kumuh dan semrawut.

Itu sebabnya  Wali Kota minta Camat Medan Petisah beserta Satpol PP melakukan penertiban. Sebab, para pedagang mulai sejak siang telah membuka lapak sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan dan kesemrawutan. “Tidak hanya kemacetan, kehadiran PK5 sangat mengganggu estetika kota. Padahal kawasan itu  masuk inti Kota Medan. Saya minta itu ditertibkan!” tegasnya.

Setelah itu Wali kota mengingatkan kepada seluruh OPD, termasuk camat agar mengingatkan jajarannya agar tidak mengharapkan imbalan uang atas pelayanan yang diberikan. “Saya tidak mau ada pemrintaan uang jasa atas pelayanan yang diberikan. Ingat, jaga nama baik dan kredibilitas kita sebagai abdi negara,” ungkapnya.

Guna mendukung upaya penataan yang tengah gencar dilakukan Pemko Medan, Wali Kota selanjutnya minta kepada seluruh OPD beserta camat untuk terus memonitoring wilayah kerjanya masing-masing. Apabila ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dan butuh bantuan, Wali Kota minta segera disampaikan.  “Cepat laporkan kepada saya untuk ditindaklanjuti!”  paparnya.

Terakhir, Wali Kota  mengevaluasi tentang persiapan yang dilakukan Pemko Medan untuk mendukung suksesnya pelaksanaan MTQN 27 tahun 2018  yang akan berlangsung 4-13 Oktober mendatang.  Dari penjelasakan yang disampaikan masisng-masing OPD terkait, persiapan dan dukungan yang diberikan telah dilakukan sesuai dengan tupkosi masing-masing. (rom)
Share Berita

MEDAN - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  menerima  kunjungan  pendamping sekaligus fasilitator penyusunan Masterplan Smart City Kota Medan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Ahmad Junaidi di Balai Kota Medan, Senin (1/10). Tujuan kedatangan untuk melaporkan  hasil penyusunan masterplan yang dilakukan. Sejauh ini penyusunan yang dilakukan berjalan dengan lancar, diperkirakan masterplan  akan selesai akhir tahun 2018.                                                                                                           Dijelaskan Ahmad, penyusunan masterplan ini didukung penuh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia. “Kedatangan kami untuk melaporkan hasii penyusunan masterplan yang telah dilakukan. Kami sudah tiga kali melakukan bimbingan teknis dan hasilnya lancar sesuai capaian. Kami optimis akhir tahun ini Masterplan Smart City Kota Medan akan selesai dengan hasil yang baik,” kata Ahmad.

Masterplan  Smart City, jelas Ahmad, merupakan dokumen perencanaan pembangunan dan pengembangan smart  city (kota cerdas) berupa inisiatif-inisiatif program beserta peta jalannya (road map) sehingga menghasilkan solusi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Melalui smart city nanti,  Ahmad berharap dapat membuat kehidupan masyarakat di kota Medan akan menjadi lebih baik, aman, nyaman dan sejahtera. Sebagai contoh capain cepat (quick wins)  yang diharapkan selesai tahun ini, ungkap Ahmad, misalnya pengurusan administrasi kependudukan dan penanggulangan persampahan.

“Capaian cepat itu dibantu dengan berbagai teknologi, sebab inti dari smart city adalah memanfaatkan berbagai teknologi sangat dibutuhkan, terutama teknologi informasi guna meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Didampingi Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi, Kadis Kominfo Kota Medan Zain Noval dan Kabid Persandian Topan Ginting, Wali Kota menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas penyusunan Masterpaln Smart City Kota Medan yang telah dilakukan. Apalagi masterplan itu direncanakan akan selesai akhir 2018.

“Tentunya ini sangat menggembirakan bagi kita, sebab masterplan smart city cukup penting dan perannya sangat vital sebagai landasan materi dan panduan pembangunan kota. Di samping itu juga membantu Pemko Medan dalam menetapkan kebijakan, regulasi dan arah prioritas pembangunan kota. Terutama lagi dalam upaya kita memberikan kemudahan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” sambut Wali Kota.

Usai diterima Wali Kota, Ahmad yang hadir bersama perwakilan dari Direktorat Aptika Kementerian Kominfo selanjutnya meninjau ruangan command centre yang berada di lantai satu Balai Kota, tepatnya  bekas ruangan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Medan.  Kehadiran command centre ini nantinya akan mendukung pelaksanaan smart city di kota Medan. (rom)

Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.