SURABAYA - Mungkin tak pernah terbayang oleh para siswa Sekolah Teknisi Telepon Seluler Indonesia (STTSI) untuk bertemu dengan salah satu band terkenal Indonesia, The Changcuters.

Namun, hal tersebut dilakukan oleh Pak Jo, selaku owner di Warung Segobedjo pada Jumat (28/9/2018) petang. Dimana dirinya sengaja mengundang The Changcuters agar para siswa dapat bersantai sambil ngopi bareng dengan para personel band The Changcuters.

Selain itu, Pak Jo juga mengatakan bahwa kehadiran The Changcuters ke Warung Segobedjo, agar para personel The Changcuters bisa merasakan sajian yang ditawarkan di Warung Segobedjo.

"Saya sengaja memanfaatkan waktu sela jadwal show The Changcuters ini di Surabaya dengan mengundang mereka kesini (Warung Segobedjo, -red). Tujuannya saya ingin memperkenalkan warung saya ini dan juga tentunya saya ingin memperkenalkan pada mereka (The Changcuters,-red), selain ada Cafe, di Gedung gsmNetindo ini juga ada sarana pendidikan untuk menjadi teknisi telepon seluler yakni Sekolah Teknisi Telepon Seluler Indonesia (STTSI)," ungkap Pak Jo.

Menanggapi perihal undangan dari Pak Jo, vokalis band The Changcuters, Tria mengatakan bahwa dirinya dan personel lainnya merasa senang karena dapat undangan langsung dari pemilik Warung Segobedjo. Dimana hal tersebut pun di buktikan The Changcuters yang baru saja mendarat di Bandara Juanda Surabaya dan langsung menuju ke Warung Segobedjo untuk memenuhi undangan Pak Jo sekaligus isitrahat sejenak dari lelahnya penerbangan yang mereka lakukan.

"Tentu saya senang bisa diundang kemari, apalagi yang mengundangnya adalah owner dari warung ini langsung," ucap Tria.

Tria selaku pentolan di The Changcuters juga berharap agar di Indonesia, khususnya Surabaya, kedepannya banyak lagi restoran ataupun cafe yang menyajikan menu lokal khas rumahan dan identik dengan lidah orang Indonesia seperti yang dibuat di Warung Segobedjo.

"Saya harap kedepannya semakin banyak lagi cafe ataupun restoran dengan menu lokal khas Indonesia yang 'ciamik gong-gong' (enak dan murah dalam bahasa gaul Surabaya, -red) seperti yang ada di Warung Segobedjo ini," katanya.

Selain itu untuk STTSI yang juga ada dalam gedung gsmNetindo, Tria pun mengucapkan agar STTSI dapat terus sukses dalam melahirkan para teknisi handal telepon seluler di Indonesia. Terlebih, katanya, STTSI adalah satu-satunya sekolah teknisi telepon seluler di Indonesia bagi mereka yang ingin menjadi seorang teknisi handphone (HP).

"Sukses selalu buat STTSI dan para siswanya," singkat Tria.

Sebagaimana diketahui, Warung Segobedjo adalah salah satu cafe tempat tongkrongan para anak muda yang ada di Kota Surabaya. Dimana Warung Segobedjo itu sendiri berada di Gedung gsmNetindo di Jalan Manyar Kertoardjo 5 No. 2, Surabaya.

Selain menjadi tongkrongan, Warung Segobedjo juga dapat dijadikan sebagai tepat berkumpulnya para siswa ataupun alumnus dari STTSI. Sehingga para siswa ataupun alumnus STTSI dapat berbagi ilmu dan pengalamannya sebagai seorang teknisi HP.

Adapun menu andalan yang ditawarkan di Warung Segobedjo, antara lain Pepes Tahu, Sayur Asem, Nasi Goreng Bedjo Gila, Nasi Rendang Bedjo, Nasi Samber Gledek, Rujak Buah Serut, Nasi Bedjo Gila, dan menu lainnya yang mayoritasnya adalah masakan rumahan. (rel/rom)
Share Berita

PN MEDAN - Dinilai rancu dengan keterangan saksi, anggota Majelis Hakim Janverson Sinaga memerintahkan JPU dari Kejari Belawan agar memeriksa dan mengusut pemilik daging babi yang diduga melakukan pengiriman tanpa izin resmi dari pemerintah di Pelabuhan Belawan.

"Bikin malu aja kau ini, darimana  kau dapat daging babi itu. Pengiriman daging babi itu harus ada izinnya," sental anggota majelis hakim Janverson Sinaga pada saksi, sembari memerintahkan Jaksa untuk menyidik izinnya. "Tolong usut si pengirim babi ini," pinta anggota majelis hakim Janverson Sinaga pada JPU


Menjawab pertanyaan hakim saksi
Indar Pandiangan mengatakan, bahwa
daging babi itu dari Namorambe, sementara soal izinnya saksi menjawab tidak mengetahui.

"Hanya pak Hiras Manik mengetahuinnya, sudah tiga kali mengirim daging itu," sebut saksi Indar Pandiangan, kepada majelis hakim diketuai Saryana yang menyidangkan perkara terdakwa Yono Ifkar,

Dalam sidang terkait, kasus pungutan liar ( Pungli ) pengiriman daging babi yang digelar di ruang Cakra Utama Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri ( PN ) Medan. Saksi Idar Limbong kepada hakim juga menyebutkan bahwa pengiriman daging babi milik Hiras Manik tersebut dibantu oleh sesorang bernama Rudi Limbong.

Saat ditanya siapa Rudi Limbong, terlihat
saksi agak gugup, namun akhirnya menyebutkan kalau Rudi Limbong adalah seorang Wartawan Reportase. "Wartawan pula lagi kau suruh mengirim daging babi," sental hakim.

Dalam kesaksiannya, Idar juga mengaku daging babi tersebut tidak ditimbang dan tidak memiki dokumen sama sekali. Saksi juga mengakui mendapat perintah untuk mengirim daging babi kepunyaan Hiras Manik.

"Saya hanya diberikan uang Rp1 juta, soal pengurusan dokumentasi diserahkan pada Rudi Limbong  dengan menyerahkan uang Rp350 ribu untuk pengurusan dokumentasi pengiriman daging babi tersebut," beber Idar Limbong

Saksi juga mengaku pengiriman daging babi itu, dikenakan biaya Rp600 ribu, uang tersebut diserah kepada Yono, jelasnya pengiriman itu tanpa ada bukti. "Saya serahkan uang Rp 600 ribu itu kepada Yono di dalam mobil, dan gak ada surat izin dan dokumen", ungkap saksi.

Sementara itu Hiras Manik, pemilik daging babi mengakui bahwa daging babi tersebut dikirim ke Batam. "Daging babi itu dikirim ke Batam kepada sesorang bermarga Sirait, melalui jasa seorang wartawan Reportase bernama Rudi Limbong, yang mulia," ujarnya.

Hiras menyebut kalau daging babi itu  dikirim sebanyak 4 kotak, masalah urusan karantina, dokumen diurus oleh Rudi Limbong. "Pengiriman daging babi sudah tiga kali, dua kali langsung diantar ke rumah Rudi Limbong," sebut Hiras

Mendengar jawaban pemilik daging babi itu, Hakim Janverson mencecar saksi soal perizinan. "Sudah berapa kali kau kirim, tak ada izinnyakan illegal kau, gak sah itu, Jaksa periksa pemilik daging babi ini, sebarangan saja dia mengirim daging babi tanpa dokumen resmi," perintah hakim sembari menyebutkan sidang ditunda dan akan dilanjutkan pekan depan (sah)
Share Berita

PN MEDAN - Masih ingatkah dengan Habibulloh Harahap alias Habib (45) dan istrinya Anita Triana S.Pd (45) seorang Guru Bahasa Inggris di SMAN 2 Binjai yang sempat viral di media Sosial (medsos) karena menganiaya Amister Sirait dan putrinya Bunga Liat Elseria Sirait hingga babak belur di Jalan Nibung II Medan, Minggu (10/6/2018) lalu.

Akhirnya kedua terdakwa terpaksa mendekam dalam penjara selama 2 tahun. Hal itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho dalam tuntutanaya mengatakan bahwa keduanya terdakwa terbukti bersalah telah melakukan penganiayaan.

"Meminta kepada  ketua majelis hakim, Deson Togatorop yang mengadili dan menyidangkan perkara ini agar dapat menghukum kedua terdakwa yakni Habibulloh S Harahap alias Habib dengan hukuman 2 tahun penjara dan istrinya Anita Triana S.Pd, 1,6 tahun penjara," ucap JPU Chandra Naibaho  saat sidang yang berlangsung diruang Cakra IX Pengadilan Negri (PN) kemarin sore

JPU juga menyebutkan bahwa  kedua terdakwa dengan terang-terangan dimuka umum dengan sengaja melakukan pengeroyokan dan penganiayaan secara bersama-sama terhadap Amister Sirait yang ketika itu bersama istrinya, Ratna Erni Wati boru Silalahi dan dua putri mereka yakni Bunga Liat Elseria Sirait dan Hotnida Masni Natasya Sirait.

"Akibat perbuatannya, kedua terdakwa diancam dengan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 170 ayat (1) KUHPidana," ucap Jaksa dari Kejari Medan dalam nota tuntutannya.

Usai JPU pembacaan tuntutan, kedua terdakwa melalui penasehat hukumnya, Lukman Nasution langsung mengajukan nota pembelaan (Pledoi) atas tuntutan JPU.

"Kami akan mengajukan nota pembelaan (Pledoi) atas tuntutan JPU yang mulia," ucap penasehat hukum kedua terdakwa kepada ketua majelis hakim Deson Togatorop yang mengadili dan menyidangkan perkara tersebut.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU dan penasehat hukum kedua terdakwa majelis hakim langsung menunda sidang hingga pekan depan. "Sidang kita tunda hingga pekan depan," ucap majelis hakim sembari mengutukkan palunya

Pantauan di PN Medan terlihat keluarga kedua belah pihak terlihat kasak-kusuk menanggapi tuntutan JPU, Ratnawati Boru Silalahi istri Amister Sirait dan ibu Bunga Liat Elseria Sirait (korban) saat ditemui usai sidang mengaku, kurang puas, dengan tututan JPU.

Sementara keluarga terdakwa mengaku tuntutan JPU telah maksimal, Namun keluarga terdakwa sangat menyesalkan dengan sikap keluarga korban yang tak mau memaafkan kedua terdakwa, pada hal sebelum sidang tuntutan degelar terdakwa sudah munta maaf, namun korban tidak mau memaafkan. (Sah)
Share Berita

PATUMBAK - Boy alias Opung (30) warga Jalan SM Raja Km 8,5 Martoba, Timbang Deli, Medan Amplas babak belur dihajar massa, pasalnya ia ketangkap tangan usai mencuri  tas dari rumah warga, Yogi di Jalan Balai Desa Gang  Mesjid, Timbang Deli, Medan Ampas, Kamis (27/9/2018).

Informasi diperoleh, aksi pencurian itu pertama sekali diketahui oleh istri korban yang terbangun dari tidurnya mendengar suara berisik. Saat dipergoki, istri korban melihat pelaku  menarik tas milik suaminya dari atas meja menggunakan galah bambu. Melihat tas suaminya dibawa kabur, istri korban melawan hingga sempat terjadi tarik menarik. Namun dikarenakan kalah tenaga, pelaku berhasil melarikan diri.

Keesokan harinya, korban bersama warga mengejar pelaku yang ciri-cirinya sudah diketahui.  Akhirnya pelaku ditemukan dan berhasil ditangkap di Jalan SM Raja tepatnya di simpang Jalan Turi Amplas. Saat ditangkap, pelaku sempat melawan. Dan akhirnya pelaku pun mengaku setelah ditunjukkan bukti-buktinya.

Mendengar pengakuan tersangka, warga yang tersulut emosi langsung memukulnya hingga babak belur dengan kondisi wajah berlumuran darah. Ironisnya, saat dipukuli, keluar bungkusan pelastik kecil warna putih yang diduga narkoba  jenis sabu, Selanjutnya pelaku di arak warga ke Mapolsek Patumbak.

Menurut korban, Yogi bahwa pencurian tersebut dilakukan oleh 2 orang. "Pelaku mengaku tidak sendiri melakukan aksinya, ia berdua bersama kawannya, sedangkan hasil curiannya yakni tas dan dompet serta surat-surat berharga masih ada dirumahnya," sebut korban yang mengaku belum membuat laporan polisi terkait tas istrinya yang dimaling tersebut.

Sementara, ketika dikonfirmasi,  Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ainul Yaqin membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Memang ada, Jumat (28/9) dini hari seorang pria dalam keadan babak belur diserahkan warga Jalan Balai Desa kemari (Mapolsek Patumbak)," ujarnya.

Saat ditanya,  warga menemukan narkoba jenis sabu dalam dari mulut terduga, Yakin juga membenarkannya, Namun Yaqin mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara terduga membantah kalau narkoba tersebut miliknya,

"Bahkan terduga kepada penyidik juga mengaku, kalau barang haram (sabu) itu diduga milik warga yang sengaja di ada-adakan untuk menjebak terdua. Pun begitu sebut Yaqin pihak sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga," jelas Yaqin. (Sah)
Share Berita

PN MEDAN - Zulkarnain Amrullah, Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanjungbalai dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak korupsi pembangunan Rumah Sakit Type C yang bersumber dari dana APBD sebesar Kota Tanjungbalai TA 2015 sebesar Rp3,5 miliar di  Pengadilan Tipikor Medan. Ia dituntut selama 5,6 tahun penjara, Kamis (27/9/2018).

Majelis hakim menilai terdakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

"Mengadili menyatakan terdakwa Zulkarnain Amrullah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dalam dakwaan primair. Menjatuhkan hukuman pidana lima tahun enam bulan penjara, denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan," ucap Mian Munthe, di Ruang Kartika PN Medan.

Putusan yang dijatuhkan sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Tanjungbalai, Yosep Antonius. Menanggapi putusan itu terdakwa menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding.

Diketahui dalam proyek ini Zulkarnain Amarullah, menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Kemudian terdakwa menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ) dan memenangkan PT Care Indonusa dalam hal ini Direkturnya Dedi Hermawan sebagai pemenang lelang. Sedangkan dua perusahaan lain digugurkan.

Ternyata dalam pengerjaan ini proyek ini, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan oleh Ahli dari Politeknik Negeri Medan,  bahwa progres pekerjaan adalah 41,03 % (Empat puluh satu koma nol tiga persen), terdapat kekurangan volume terpasang dalam pelaksanaan pekerjaan yaitu:

Bahwa terdapat CCO (Contract Change Order) dilaksanakan namun terdapat beberapa bagian perkerjaan yang tidak dikerjakan dalam pekerjaan lanjutan Pembangunan Rumah Sakit Type C tersebut, belum selesai dikerjakan oleh PT Care Indonusa.

Bahwa terdakwa Zulkarnain Amrullah, ST, selaku Pejabat Pembuat Komitmen menyetujui CCO yang tidak memiliki dasar pertimbangan / perhitungan teknik, menyetujui pembayaran kemajuan pekerjaan yang tidak sesuai aktual terpasang dan tidak mengendalikan pelaksanaan kontrak sehingga pekerjaan dilapangan tidak sesuai dengan kontrak.

Bahwa terdakwa telah memperkaya diri sendiri atau setidak-tidaknya orang lain yaitu Dedi Hermawan sehingga menyebabkan kerugian keuangan megara sebesar Rp1,013 miliar. (sah)
Share Berita

PN MEDAN - Arman alias Man dan Edi Suryadi alias Adi terdakwa bandar sabu jaringan Internasional pucat seketika. Bandar sabu kepemilikan sabu seberat 100 Kg ini dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umun (JPU), Chandra Naibaho di ruang Cakra 8 Pengadilan Negri (PN) Medan, Kamis (27/9/2018).

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan bahwa kedua terdakwa  terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika

"Meminta majelis hakim yang mengadili dan menyidangkan perkara ini agar menghukum para terdakwa dengan hukuman mati," ucapnya di depan majelis Hakim.

Dalam kasus ini, seorang terdakwa bernama Mulyadi alias Mul masih (DPO) dan terdakwa Syafii alias Fii meninggal dunia. Atas tuntutan JPU, terdakwa akan menyampaikan nota pembelaan, dalam persidangan pekan depan.

Sebelumnya, kedua terdakwa merupakan bandar narkotika jaringan internasional. Mereka ditangkap satuan polisi Direktorat Narkoba Mabes Polri di rumah terdakwa Arman, Jalan Baru, Lingk.15 Gg. Keluarga, Kel. Terjun, Medan Marelan, pada 12 Desember 2017.

Saat penangkapan, petugas menemukan barang bukti berupa 7 karung berisi narkotika jenis sabu-sabu seberat 100 Kg yang ditumpuk dan disembunyikan dalam tanah yang ditutup triplek di kamar mandi.

Sementara usai sidang digelar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Candra Naibaho saat ditanya soal tuntutannya mengatakan, tuntutannya menghukum mati kedua terdakwa sudah sesuai dengan pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika

Dikatakannya dalam upaya pemberantasan narkoba ke depan, Jaksa juga harus fokus  bagaimana untuk mematikan pasar yang sangat besar ini, jadi tuntutan ini, Jaksa hanya mendukung program pemerintah dan berusaha untuk mematikan jaringan para bandar narkoba yang merusak anak bangsa.

"Ya kita selaku Jaksa harus harus berani menyatakan perang terhadap narkoba. dan tuntutan hukuman mati  ini sebuah bukti kalau Jaksa menyatakan  perang perang terhadap narkoba dalam bentuk apapun," tegas Chandra. (Sah)
Share Berita

PN MEDAN - Agung Pratama dan Aldi Ramadan terdakwa kasus perampokan terlihat lemas setelah dituntut 3 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Karina saat persidangan diruang Cakra VI Pengadilan Negeri Medan, Selasa (25/9/2018).

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Deson Togatorop, Jaksa Penuntut Umum menyebutkan kedua terdakwa terbukti bersalah telah melakukan pencurian dengan cara merampas harta milik orang lain.

"Meminta kepada Majelis Hakim untuk menghukum kedua terdakwa dengan hukuman selama 3 tahun penjara," ujar JPU Karina

Setelah mendengar tuntutan dari JPU Majelis Hakim langsung menunda persidangan hingga pekan depan. " Sidang kita tunda hingga pekan depan," ucap majelis hakim sembari mengetukkan palunya.

Pantauan awak media, selama jalannya persidangan kedua terdakwa terlihat hanya diam dan tertunduk tak berani menatap wajah hakim maupun JPU

Sebelumnya dalam dakwaan JPU, diketahui bahwa kedua terdakwa pada Selasa tanggal 03 April 2018 sekira jam 17.00 Wib bertemu disalah satu depot air di jalan M. Yakub Medan Timur untuk menyusu rencana, selanjut  keduanya bergerak, Namun saat melintas di Jalan Sentosa Baru Simpang Gurilla Kecamatan Medan Timur kedua terdakwa melakukan perampokan satu unit handphone merk Xiomi Red Mi 4 Pro Warna Rose Gold milik korban.

Untuk mempertanggungjawabkan Perbuatannya kedua terdakwa melanggar pasal Pasal 365 ayat (1) KUHP dan Pasal 363 ayat (1) Ke-4e KUHP. (Put)
Share Berita

PN MEDAN - Brigadir Tomi P Danil Hutabarat oknum  Polri yang bertugas di Dokkes Polrestabes Medan nampaknya akan lama mendekam di Lembaga Pemasyarakatan. Pasalnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan memvonisnya 1 tahun 4 bulan karena terbukti  merobek-robek Al-Quran dan lalu membuangnya ke dalam parit di Mesjid Nurul Iman Rumah Sakit Adam Malik beberapa bulan lalu, Selasa (25/9) sore.

"Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Tomi selama 1 tahun dan 4 bulan penjara," ucap Ketua Majelis Hakim, Sabarulina Ginting.

Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 8, PN Medan itu Majelis Hakim juga menyebutkan perbutan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 156a huruf a.

Menyikapi vonis tersebut, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marthias menyatakan terima. Vonis itu sendiri sama dengan tuntutan JPU yakni selama 1,4 tahun penjara.

Pantauan wartawan, terdakwa Brigadir Tomi sendiri saat sidang berlangsung tak ada sedikitpun raut penyesalan yang keluar dari wajahnya. Dia hanya diam tanpa berkata sepatah katapun.

Sementara itu, Ketua GNPF MUI Sumut, Heriansyah SAg di didampingi Zulkarmain SS saa diwawancarai wartawan seusai sidang mengatakan sangat kecewa dengan vonis tersebut.

"Vonis hakim tidak memenuhi rasa keadilan. Kalau sesuai dengan pasal yang didakwakan ancamannyakan diatas 5 tahun penjara. Tapi kenapa tuntutan jaksa dan vonis hakim sangat rendah," sesalnya.

Untuk itu, diapun berharap agar Kapolri melalui Kapolda Sumut memberikan sanksi pemecatan terhadap terdakwa sebagai anggota Polri. "Dari institusi juga harus ada sanksinya. Supaya kedepannya jangan ada oknum polisi seperti terdakwa inilagi," tutupnya.

Seperti diketahui pengoyakan alquran itu terjadi di mesjid RSUP H Adam Malik Medan pada 10 Mei 2018 lalu. Saat itu terdakwa yang terakhir bertugas di Dokkes Polrestabes Medan itu sedang menemani istrinya persalinan. Mengaku mendapat bisikan gaib, terdakwa pun masuk ke dalam mesjid dan mengoyak alquran lalu membuangnya ke dalam parit. Setelah itu terdakwa pergi.

Melihat itu, petugas mesjid langsung mengecek CCTV dan melaporkannya ke polisi. Hingga akhirnya terdakwa ditangkap dan diadili. (Put)
Share Berita

Foto kedua tersangka
MEDAN - Tim Pegasus Polsek Medan Kota berhasil mengamankan 2 orang tersangka penjualanan anak dibawah umur di Danau Toba Jalan Imam Binjai, Medan. Ironisnya, kedua pelaku berstatus pelajar disalah satu sekolah di Kota Medan, Rabu (25/9/2018).

Adapun kedua tersangka adalah MAS (17) warga Jalan Mandala/Jl.Selam, Kel.Tegal Sari Mandala I Kec.Medan Denai dan NYL (17) warga Jalan Pembangunan III Karakatau.
Foto Korban (SCS)
Penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang mengetahui adanya transaksi penjualanan anak dibawah umur, SCS (15) yang masih berstatus pelajar. Selanjutnya petugas pun melakukan penyamaran dengan berpura-pura perempuan (korban) melalui via telepon. Dari hasil negosiasi, korban dihargai sebesar Rp 12 Juta. Setelah disetujui, akhirnya korban datang bersama mucikarinya. Oleh petugas tersangka langsung diamankan ke Mako Polsek Medan Kota.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani membenarkan penangkapan tersebut. Ia juga menambahkan bahwa tersangka dan korban  mengakui perbuatannya.

"Rencana uang hasil dari transaksi tersebut akan dibagi rata," ujarnya singkat.

Dari hasil penangkapan, petugas mengamankan barang bukti 2 unit Handphone dan 2 unit Sepeda Motor. (Meo)

Share Berita

BELAWAN - Bangga, itulah yang tergambar dari wajah Kapolres Pelabuhan Belawan. Kerja kerasnya untuk menjadikan Polres Pelabuhan Belawan menjadi Polisi Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter) mendapat apresiasi dari Mabes Polri.

Hal ini terlihat saat Kapolres Pelabuhan Belahan, AKBP Ikhwan menerima kunjungan Divisi Humas Mabes Polri yang mengunjungi Rumah Singgah Sahabat Polisi (RSSP) di Jalan Veteran Belawan, Selasa (25/09/2018).

Penyambutan Divisi Humas Mabes Polri tersebut diketuai Kombes Pol Yusri menyampaikan kekagumannya sebagai bukti kinerja Kapolres Pelabuhan Belawan yang berbuat bagi masyarakat, menjadikan polisi sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat.

Dalam temu Pers, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan menerangkan bahwa kegiatan yang rutin diadakan di rumah singgah diantaranya setiap jumat  pemberian makan siang gratis pada para tukang Abang- abang becak (AAB) dan kaum duafa.

"Selain itu ada kegiatan pengajian dan kegiatan olahraga serta menampung aspirasi maupun laporan dari masyarakat," ujarnya.

Salah seorang warga, Bejo (65) warga Jalan Hiu Pajak Baru, Belawan merasa senang dengan kinerja Kapolres Pelabuhan Belawan.

"Kami senang Bang..12 tahun saya jadi tukang becak, baru ini ada Kapolres berbuat baik pada kami, atas keberadaan rumah singgah sahabat polisi disini, kami para tukang becak dan kaum duafa di Belawan merasa ada yang peduli," tuturnya dengan mata berkaca-kaca. (Kinoi)
Share Berita

CIANJUR - Dengan tema Peran dan posisi Da'i dalam menciptakan Kamtibmas di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kapolri, Jenderal Pol Prof.HM. Tito Karnavian, Ph.D menegaskan bahwa NKRI Tidak Boleh Terpecah Belah . Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara pada acara Jambore Nasional Da'i PARMUSI dan Milad ke-19 PARMUSI, Selasa (25/9/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua CDCC, Prof. Dr. KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, M.A.; Ketua Umum PARMUSI, Drs. Usamah Hisyam; Ketua Lembaga Dakwah PARMUSI Pusat, Ustadz. Syuhada Bahri dan 5.200 Da'i PARMUSI Se-Indonesia.

Dalam arahannya, Kapolri menyampaikan bahwa PARMUSI merupakan salah satu cikal bakal pembentuk Negara Kesatuan Indonesia. Selain itu,  Kapolri menekankan pentingnya untuk bersama-sama menjaga Kebhinekaan dan keutuhan NKRI.

"NKRI tidak boleh terpecah belah, kita harus mempercepat pertumbuhan ekonomi dan lakukan pemerataan. Indonesia berpeluang menjadi negara yang dominan karena memiliki populasi yang besar,  Sumber Daya Alam yang melimpah dan  luas wilayah yang besar. Sehingga kita harus menjaga stabilitas ekonomi minimal 5% serta menjaga stabilitas keamanan dan politik," jelasnya.

Diakhir pengarahannya, Kapolri berpesan kepada Da'i PARMUSI bahwa negara Indonesia adalah negara yang kuat sehingga perlunya menjaga stabilitas politik, menjaga pertumbuhan ekonomi. Tak lupa, Jenderal Pol Tito Karnavian mengingatkan untuk menjaga situasi tetap dingin sebelum berlangsungnya pemilihan presiden dan pemilihan legislatif.

"Walaupun semua partai, paslon, caleg dan pendukung bersaing dalam proses demokrasi, baik melalui kegiatan deklarasi damai maupun kegiatan-kegiatan yg mampu mendinginkan suasana selama penyelenggaraan Pemilu 2019. Saya juga mengajak Parmusi yang membawahi para Dai dan Daiyah di seluruh Indonesia untuk menyampaikan pesan Kamtibmas yang membawa kerukunan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan, apalagi dalam kultur masyarakat Indonesia menganut *Patron Klien*, sehingga perilaku masyarakat dipengaruhi pendapat tokoh, khususnya tokoh agama, serta membantu memerangi Hoax dan Hate speech pada saat memberikan ceramah," harapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut mendampingi Kapolri, Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M. Si; Kapolda Jabar, Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto,  M. Si; Karo Provos Div Propam Polri, Brigjen Pol Drs. Hendro Pandowo, M.Si.; dan Dir Sosbud Baintelkam Polri, Brigjen Pol Drs. Merdisyam, M.Si. (Rel/Meo)
Share Berita

MEDAN - Perusahaan makanan Dunkin' Donuts akan mengubah citra mereka hanya dengan menggunakan Dunkin' dan penampilan merek baru tanpa logo donat di cabang-cabang restoran mereka mulai bulan Januari 2019.

Dunkin' merupakan salah satu restoran waralaba yang menjual lebih dari 2,9 juta makanan manis setiap tahunnya di seluruh dunia.

"Dengan kata Donuts yang tidak lagi muncul dalam logo, kami tetep berkomitmen untuk menghidangkan donat yang menjadi ciri khas dan terus memberikan variasi baru untuk pecinta donat di manapun," ujar Chief Marketing Officer Dunkin' Tony Weisman. 

Dikutip melalui USA Today, Rabu (26/9/2018) Dunkin' Donuts mulai menguji perubahan nama di tahun 2017 lalu pada cabang restoran mereka di Pasadena, California.

Dalam beberapa tahun terakhir, tak hanya mengandalkan donat. Dunkin' juga telah merambah pasar minuman jenis kopi serta teh. Awal tahun ini, Dunkin' juga memperkenalkan varian cold brew coffee.

Restoran sekaligus waralaba ini pun juga mulai melakukan diversifikasi jenis makanan. Pada bulan Juni, Dunkin telah meluncurkan kentang goreng yang dibuat dengan adonan donat ala croissant dan dicelupkan dalam serbuk gula dan kayu manis.

"Dengan menyederhanakan dan memodernisasi nama kami, sambil tetap memberikan penghormatan terhadap warisan kami, kami memiliki kesempatan untuk menciptakan energi baru untuk Dunkin," ujar Weisman.
Share Berita


BELAWAN - PT PLN (Persero) Area Medan Rayon Belawan meresmikan penyambungan baru layanan prioritas "same day service" untuk pelanggan yang merupakan produsen bahan furniture, yakni PT Canang Indah.

Peresmian layanan prioritas yaitu layanan premium silver daya 6,9 MW (tarif daya LI3/6.930KVA) itu, dilakukan pada Selasa (25/9) di area industri PT Canang Indah oleh PLN Area Medan dengan manajemen PT Canang Indah.

Manager PLN Area Medan Lelan Hasibuan mengatakan pemasangan baru layanan premium bagi PT Canang Indah adalah penyalaan pasang baru yang istimewa. 

"Sebab hari ini dibayar, hari ini langsung kami nyalakan," kata Lelan.

Lelan mengatakan peresmian pelanggan premium untuk PT Canang Indah itu merupakan yang kedua dari Canang Grup.

"Dan Canang Grup masih ada lagi ke depan yang akan beralih ke premium. Kami akan selalu siap dengan harapan Canang Grup akan meningkat produktivitasnya karena salah satu misi PLN menjadi pendorong peningkatan kegiatan ekonomi di daerah kerjanya," kata Lelan.

Peresmian layanan premium PT Canang Indah itu adalah yang keempat di Medan setelah sebelumnya Karet Deli dan Centre Point. Pada pekan depan, juga akan diresmikan sambungan baru layanan premium untuk tiga pelanggan di wilayah kerja PLN Medan.

"Target kami di 2019 minimal 30 MW kami layani dengan layanan premium. Namun bila dibutuhkan, lebih dari itu pun kami siap. Dan kami juga menghimbau  industri yang membutuhkan listrik, jangan segan-segan berinvestasi di Medan. Sebab dari infrastruktur listrik siap, berapapun dayanya, kapan pun dan di mana pun, termasuk di tengah laut kami siap melayani," kata Lelan.

Sementara itu, Bagian Humas Canang Grup, Hendra Anggada, mengatakan layanan premium dibutuhkan perusahaan karena dianggap lebih memberikan jaminan pasokan. PLN bisa memberikan apa yang menjadi harapan kami dan mudah-mudahan ini berkelanjutan. Pihaknya memuji kinerja PLN yang terus berbenah. 

"Cara kerja PLN yang semakin hari, semakin baik. Tadi pagi kami bayar, sorenya nyala. Ini luar biasa, terus terang saja. Sekarang ini kalau kami butuh sesuatu kami tinggal hubungi melalui telepon dan langsung dilayani," katanya.

Selama ini, pihaknya menganggap jika pembayaran pemasangan baru sudah dilakukan, akan tersambung tiga bulan kemudian. "Namun profesionalisme PLN sekarang sudah meningkat jauh. Dalam waktu dekat kami akan MoU lagi, menambah daya lagi sebesar lebih dari 4 MW," kata Hendra. (Dame)

Share Berita

MEDAN - Dalam rangka meningkatkan pariwisata dan perekonomian  di daerah ini, PLN Wilayah Sumatera Utara mengajak para investor, khususnya Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia serta pelaku industri untuk mengembangkan bisnis mereka dengan menjadi pelanggan prioritas PLN  (Layanan Premium).

Perbedaan layanan reguler dengan premium ini terletak pada kehandalan pasokan. Layanan premium memastikan bahwa pelanggan akan memperoleh pasokan listrik yang lebih baik dan tentu tanpa padam. Adapun layanan premium ini terbagi menjadi layanan Bronze, Silver, Gold dan paling tinggi adalah Platinum, kata General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto dalam acara Investor Gathering di Balai Agung Astakona Medan, Selasa (25/9/2018).

Dengan ketersediaan listrik yang surplus sekitar 300 MW,  PLN Sumut   berupaya melayani pelanggan ber-tegangan menengah hingga tegangan tinggi dengan layanan prioritas, atau yang disebut dengan layanan premium. Layanan premium ini ditawarkan  kepada seluruh pelanggan.

Dikatakan,  PLN Sumut berkomitmen siap memastikan nawacita pemerintah pusat dalam memberikan kemudakan mendapatkan listrik, menjawab kebutuhan investor, dan menjadikan Sumut sebagai daerah tujuan investasi. Dari sisi PLN, investasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan PLN dan meningkatkan investasi kelistrikan.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia  Sumut Deni Wardhana mengatakan, kami siap menjadi jembatan antara PLN dan para investor, terutama anggota PHRI Sumatera Utara.

Turut hadir disana, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Arief Trinugroho, GM Icon+ yang diwakili oleh Manajer Pemasaran dan Penjualan SBU Medan Yan Alvina Simanjuntak, dan Senior Manajer Niaga PLN Wilayah Sumatera Utara Rhino Gumpar Hutasoit.

Dalam acara Investor Gathering ini juga dilakukan penandantanganan MoU antara PLN  Sumut dengan Garuda Plaza Hotel. MoU ini menandakan Garuda Plaza Hotel menjadi hotel pertama di Sumut yang menjadi pelanggan prioritas dengan mengambil layanan premium silver.

Pada hari yang sama, sore harinya di tempat yang sama, GM PLN Sumut Feby Joko Priharto mengundang sejumlah pelaku industri dari Sumut untuk diskusi dan menyampaikan informasi mengenai kondisi kelistrikan di Sumut. Saat ini Sumut sangat siap menyambut investor. Jadi PLN sangat mendukung dan secara infrastruktur menyatakan bahwa Sumut siap sebagai Provinsi yang menjadi tujuan investasi.   

Sesuai rencana PLN, mendukung pembangunan listrik di Sumut. Jadi simulasi kita bila pertumbuhan kebutuhan listrik sampai 15 persen, PLN Sumut masih siap untuk memenuhi kebutuhan listrik. Saat ini pertambahan konsumen listrik di Sumut sekitar 9 persen, melebihi rata-rata pertumbuhan secara nasional yang hanya 5 persen, kata Feby.

Dijelaskan Feby, saat ini PLN memiliki sistem pelayanan prioritas (premium) bagi pelaku bisnis dan industri, dapat memanfaatkannya dengan tujuan dapat layanan terbaik dan suplay terjamin. Bila terjadi defisit , pelanggan istimewa ini akan mendapat giliran padam terakhir , kalau harus dipadamkan. Layanan ini yang terbaik dibanding pelanggan reguler.

Daya PLN Sumut saat ini cukup bahkan surplus 15-20 persen (sekitar 300 MW). Kita akan terus tingkatkan keandalan listrik dan pelayanan, katanya.

Dikatakan Feby, pelanggan PLN Sumut sekitar 3.582.000  dan saat ini tidak ada calon pelanggan yang daftar tunggu. Bagi yang telah membayar biaya penyambungan (BP) langsung kita nyalakan listriknya. Kalau ditarik Jaringan TR nya tunggu 30 hari.

Dikatakannya, calon pelanggan bila ingin layanan PLN untuk membangun atau membuat pabrik, segera berhubungan ke PLN untuk mencocokkan waktunya. Karena mungkin saja perlu persiapan infrastruktur. Sekarang ini tidak ada hambatan untuk penyambungan  listrik ataupun tambah daya,katanya.

Hadir pada acara ini Direktur Kawasan Ekonomi Khusus Sei Simangke Wahyudi Syahrul Ramadani, Marketing Manager PT KIM Medan Drs Jeffry Sirait MM,  Senior Manager Niaga PLN Sumut Rhino Gumpar Hutasoit.

Wahyudi mengatakan, luas lahan Sei Simangke sekitar 2.000 ha, dan kami menyambut baik upaya meningkatkan keandalan penyediaan listrik.

Jeffry Sirait menyatakan kelegaan pihaknya dengan situasi listrik Sumut, yang disebut tidak ada lagi pemadaman . KIM itu luasnya sekitar 1.000 ha, dan disana ada sekitar 700 industri, dan pembangunan terus berlanjut. (Dame)
Share Berita

MEDAN – Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum indonesia (PPKHI) melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah Advokat Sumut periode I di Pengadilan Tinggi Medan. Dalam kegiatan tersebut, 18 orang Advokat dilantik dan diambil sumpahnya,  Selasa (25/9/2018).

Ketua Pengadilan Tinggi Medan, Dr. H. Cicut Sutiarso, SH. MHum yang memimpin sidang terbuka tersebut menitipkan pesan kepada 18 orang Advokat bahwa menjadi Advokat adalah pekerjaan yang mulia karena membela masyarakat yang butuh mendapatkan keadilan.

"Menjadi advokat janganlah menghalalkan segala cara demi menjalankan profesi tersebut, jadilah advokat yang profesional dan terintegritas, jangan melakukan tindakan-tindakan gratifikasi ataupun Hal-hal yang bertentangan dengan peraturan-peraturan yang telah diatur dalam undang-undang," jelasnya.

Ketua DPC PPKHI Kota Medan, Budi Dharma, SH yang dikonfirmasi awak media berharap agar kiranya ke-18 orang advokat yang baru dilantik untuk  menjadi advokat yang berani dan jujur sekaligus dapat menyuarakan keadilan dan tidak  menjadi advokat yang hanya mengambil keuntungan dibalik penderitaan kliennya.

"Jadikanlah profesi tersebut benar-benar profesi yang memiliki martabat dan berwibawa, hilangkan image negatif yang timbul dimasyarakat terhadap dunia advokat dan memberikan warna baru dan harapan baru  bagi Organisasi Advokat PPKHI," harapnya singkat.

Tampak dalam kegiatan tersebut hadir ketua Pembina DPN PPKHI, Dhecky, SH.MH beserta wakil ketua DPN PPKHI, August Hamonangan, SH.MH. (Meo)
Share Berita

MEDAN - Tim gabungan terus melanjutkan penataan wajah Kota Medan.  Selain membongkar  bangunan 2 unit pos polisi, tim gabungan juga  menertibkan pedagang kaki lima (PK5) dan menumbangkan seluruh bangunan yang  dibangun di atas trotoar, Selasa (25/9). Selain penegakan peraturan, pembongkaran yang dilakukan dalam rangka menjadikan wajah ibukota Provinsi Sumatera Utara menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Ada tiga titik lokasi pembongkaran bangunan pos polisi yang dilakukan yakni Jalan Sisingamangaraja persisnya depan Kolam Raya dan Jalan Sisingamangaraja sudut Jalan Pandu (depan Tower PDAM Tirtanadi).  Dalam melakukan pembongkaran, tim gabungan yang terdiri dari unsur Satpol PP Kota Medan dan Polrestabes Medan dibantu satu unit backhoeloader milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan.

Menurut Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rakhmat Adi Syahputra Harahap, pembongkaran dilakukan dalam upaya mendukung penantaan kota yang tengah digelorakan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi dan Wakil Wali Kota Ir Akhyar Nasution. “Tidak hanya mengganggu estetika kota, kehadiran pos polisi juga menghalangi warga pejalan kaki melintas karena pos polisi dibangun di atas trotoar,” kata Rakhmat.

Yang menggembirakan dan semakin memotivasi tim gabungan dalam menjalankan tugas, jelas Rakhmat, kebijakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota melakukan penataan didukung penuh Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto. “Alhamdulillah, sampai saat ini sudah 10 pos polisi yang sudah dibongkar,” jelasnya.

Kesepuluh pos polisi yang dibongkar itu masing-masing Jalan Perintis Kemerdekaan sudut Jalan Gaharu, Jalan Wali Kota (samping rumah dinas Wali Kota), Jalan Gatot Subroto persimpangan Majestik, sudut Jalan Raden Saleh (depan Merdeka Walk), sudut Jalan Putri Hijau (depan TVRI), persimpangan Jalan Aksara dan lagi di Jalan Sisingamangaraja (depan Kolam Raya dan Tower PDAM Tirtanadi).

"Sedangkan dua pos polisi  lagi yang sudah dibongkar berada di  Kecamatan Medan Belawan. Proses pembongkaran kesepuluh pos polisi berjalan dengan lancar. Bahkan, Bapak Kapoldasu ikut menyaksikan langsung pembongkaran pos polisi di Jalan Perintis Kemerdekaan sudut Jalan Gaharu bersama Bapak Wakil Wali Kota,”  ungkapnya.

Tanpa kesulitan tim gabungan berhasil merubuhkan dua bangunan pos polisi Jalan Sisingamangaraja. Setelah itu tim gabungan pun  melakukan pembersihan sehingga trotoar yang selama ini tertutup bangunan pos polisi kini sudah bisa dilalui para pejalan kaki. “Pembongkaran akan dilanjutkan terhadap bangunan pos polisi lainnya yang dibangun di atas trotoar,” ungkapnya.

Letda Sujono Ditata

Selain kedua pembongkaran dua bangunan pos polisi, tim gabungan juga melakukan penertiban PK5 di sepanjang Jalan Letda Sujono. Selain PK5, tim gabungan juga membongkar sejumlah banner dan papan reklame milik kios dan toko yang tidak memiliki izin. Di samping itu juga tim bangunan membongkar bangunan yang berada di atas parit.

Bagi pemilik bangunan yang mau membongkar sendiri, tim gabungan mengizinkannya. Sedangkan bagi pemilik yang menolak, tim langsung melakukan pembongkaran. Kemudian pembongkaran diikuti dengan pembersihan dan pengorekan parit yang dilakukan personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) Kecamatan Medan Tembung.

Penataan yang dilakukan di sepanjang Jalan Letda Sujono dipimpin Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan. Penataan turut dihadiri Camat Medan Tembung A Barli  M Nasution beserta seluruh lurah dan kepling se-Kecamatan Medan Tembung serta Wakapolsek Percut Sei Tuan AKP Uli  Lubis. “Di smaping penegakan peraturan yang dilanggar, penertiban yang kita dalam upaya menjadikan kawasan ini lebih tertata, bersih dan asri,” jelas Sofyan. (Meo)
Share Berita

MEDAN - Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi sangat mengapresiasi  dan menyambut positif digelarnya Sosialisasi Peraturan Jasa Konstruksi  di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang digelar di Fave Hotel Medan, Selasa (25/9). Dia menilai kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka mewujudkan tertib penyelenggaraan jasa konstruksi antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam menjalankan hak dan kewajiban sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Sosialisasi diikuti 110 peserta yang berasal dari pejabat eselon, kuasa pengguna anggaran (KPA), pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), kepala unit pelayanan teknis (UPT), kasubbag, konsultan supervisi jalan dan drainase, konsultan perencanaan jalan dan drainase serta kontraktor pelaksana di Dinas PU Kota Medan.

Dikatakan Wakil Wali Kota, sosialisasi yang diselenggarakan itu mengacu pada undang-undang terbaru yakni UU No.2 /2017.  Dimana dalam sosialisasi tersebut, penyedia jasa konstruksi dan pengguna jasa konstruksi  diberi pemahaman agar mereka dapat memberikan hasil maupun kualitas pekerjaan konstruksi yang berkualitas sesuai dengan aturan terbaru.

Guna mewujudkan hal itulah, ungkap Wakil Wali Kota, tentunya diperlukan dukungan dan partisipasi aktif dari semua komponen masyarakat sesuai peran dan fungsinya masing-masing, khususnya dari kalangan pelaku usaha di bidang jasa konstruksi.

Atas dasar itulah dihadapan Wakil Ketua I Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Sumut Ir Abdul Kosim, Andar Kumban Raja ST MSi mewakili Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumut dan seluruh peserta yang hadir, Wakil Wali Kota berharap melalui sosialisasi ini, semua pihak, khususnya pelaku jasa konstruksi dapat lebih mengetahui dan menambah wawasan guna mewujudkan rangkaian proses pekerjaan konstruksi yang berkualitas.

"Semoga dengan sosialisasi ini, para  pelaku jasa konstruksi dapat menghasilkan pekerjaan konstruksi berkualitas baik dari awal pekerjaan sampai dengan diserahterimakannya hasil  pekerjaan tersebut. Dengan begitu hasil setiap pekerjaan benar-benar memenuhi standar dan kriteria sesuai ketentuan peraturan berlaku di bidang jasa konstruksi, sehingga memberikan manfaat besar bagi kepentingan masyarakat Kota Medan,” kata Wakil Wali Kota ketika membuka sosialisasi tersebut.

Mantan anggota DPRD Medan itu selanjutnya menjelaskan, keluarnya UU No.2/2017 sangat berpengaruh  kepada penyedia  maupun pengguna jasa konstruksi karena di dalamnya ada beberapa sunbtansi pentinseperti keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan konstruksi, tenaga kerja konstruksi serta sistem informasi jasa konstruksi yang berbasis data base.

“Jadi saya berharap kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti sosialisasi dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian ilmu yang diperoleh dari nara sumber nantinya dapat diaplikasikan dan dilaksanakan dalam upaya peningkatan kinerja di instansi masing-masing. Di samping itu juga kita dapat melaksanakan industri jasa konstruksi yang lebih baik,” harapnya.

Usai  Wakil Wali Kota membuka sosialisasi, Kadis PU Kota Medan Khairul Syahnan mengatakan, sosialisasi digelar bertujuan untuk memperkenalkan peraturan barudi bidang jasa konstruksi dan mewujudkan tertib penyelenggaraan jasa konstruksi yang menjamin kesetaraan kedudukan antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam menjalankan hak dan kewajiban sesuai peraturan berlaku.

Oleh karenanya Syahnan berharap kepada LPJK sebagai  nara sumber dalam sosialisasi dapat memberikan pemahaman-pemahaman  terkait keluarnya UU No.2/2017 sehingga para kontraktor maupun konsultan dapat mengetahui dan memahaminya. Sebab, Pemko Medan berharap hasil kualitas pekerjaan konstruksi yang dilakukan ke depan harus lebih baik.

“Kualitas hasil pekerjaan ada semua aturannya dalam UU No.2/2017.  Untuk itulah kita harapkan nara sumber dapat menjelaskannya dalam sosialisasi tersebut. Dengan demikian hasil pekerjaan konstruksi yang dilakukan akan lebih baik dan berkualitas ke depannya sehingga memuaskan masyarakat,” jelas Syahnan. (Meo)
Share Berita

MEDAN - Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Dan olah beserta unsur pimpinan TNI bersilahturahmi dengan keluarga besar Veteran wilayah Kodam I/BB di Balai Prajurit Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Selasa, (25/09/2018).

Dalam Sambutannya, Pangdam I/BB menyampaikan 73 tahun menikmati Kemerdekaan Negara. Tidak bisa dipungkiri bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk karena adanya perjuangan  dari para pemuda di seluruh Wilayah Nusantara untuk bangkit dan melawan serta mengusir para penjajah. Begitu juga anggota Veteran.

"Adapun acara silaturahmi sebagai bentuk penghormatan dan  penghargaan kepada para Veteran sehingga terjalin hubungan emosional yang kuat antara para Veteran sebagai generasi pendahulu sebagai generasi penerus saat Ini," ujarnya.

Pangdam I/BB mengingatkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawan, para pejuang dan para pendahulunya.

"Sedangkan bangsa yang cerdas adalah bangsa yang bisa memetik pelajaran dari apa yang telah dialami dimasa lalu untuk kepentingan yang baik dimasa depan. Oleh karena itu kita harus terus membangun diri agar bangsa Indonesia benar-benar menjadi bangsa yang besar dan bangsa yang cerdas," jelasnya.

Lebih lanjut, Pangdam I/BB menyampaikan sangat menyadari para Veteran senantiasa berperan aktif dengan memperlihatkan keikhlasan tanpa pamrih, senantiasa bersemangat untuk mendharma baktikan jiwa dan raganya.

"Diusia yang sudah lanjut para Veteran senantiasa berkarakter pejuang tetap berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal Tersebut tentunya dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi kami generasi penerus guna meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan Negara," terangnya mengakhiri.

Turut hadir pada acara tersebut Danlantamal I, Pangkosekhanudnas III, Danlanud Soewondo Medan, Para Pejabat Teras Kodam I/BB, Lantamal I, Kosekhanudnas III dan Lanud Soewondo Medan serta Ketua LVRI cabang Sumut beserta anggotanya. (Rel/Meo)
Share Berita

BANDUNG - Haringga Sirila tewas dengan mengenaskan. Pasalnya warga Cengkareng JakartaBarat ini dikeroyok oknum suporter Persib Bandung, Bobotoh, Minggu (23/9/2018) di area Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jawa Barat. Saat itu diketahui pemuda berusia 23 tahun ini ingin menyaksikan laga antara Persib melawan Persija Jakarta.

Menurut informasi, Haringga dipukuli kerumunan orang pada pukul 13.00 WIB. Massa tersebut beteriak bahwa yang dikejar adalah pendukung Persija. Korban sempat meminta tolong pada tukang bakso, namun tidak ada yang berani menolong. Korban dianiaya massa dengan menggunakan balok kayu, piring, botol, dan benda-benda lainnya. 

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Yoris Maulana mengatakan bahwa korban tewas setelah dihantam benda tumpul berkali-kali.

"Pelaku memukul korban dengan balok ada juga helm kaca dan lain sebagainya. Dengan tangan dan kaki juga. Mengakibatkan korban pada saat itu meninggal dunia di TKP," katanya saat dilansir dari Merdeka.com, Senin (24/9/2018).

Dari hasil penyidikan, Satreskrim menangkap sekitar 16 orang. Dari jumlah itu, polisi menetapkan delapan orang tersangka dengan umur yang bervariasi.

Mereka adalah Budiman (41), Goni Abdulrahman (20), Cepy Gunawan (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), SMR (17), DFA (16), Joko Susilo (31). Mereka terancam hukuman lebih dari tujuh tahun penjara.

Delapan tersangka diketahui berdomisili di Kota bandung dan sekitarnya. Mereka berperan aktif dalam melakukan penganiayaan. Ada yang melakukan pemukulan, ada yang menendang dan ada yang melakukan pemukulan dengan berbagai benda.

"Para pelaku kita jerat dengan pasal 170 atau penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Sampai saat ini terhadap para pelaku masih dilakukan penyelidikan," ucap Yoris.

Jumlah tersangka diprediksi bertambah. Pihak kepolisian masih melakukan upaya penangkapan dan pengejaran kepada para pelaku lainnya. Salah satu langkahnya adalah berkoordinasi dengan manajemen persib beserta pengurus pendukung Persib Bandung.

Yoris menegaskan, para supporter yang merasa ikut dalam aksi penganiayaan segera menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan tegas.

"Kami mengharapkan kepada bobotoh lain segera menyerahkan diri baik ke kantor polrestabes atau kantor polisi terdekat," ucapnya mengakhiri.
Share Berita

MEDAN - Anggota TNI AU yang bertugas di Dinas Logistik ( Dislog) Lanud Soewondo Medan, Pelda Muhamad Chalik (45) babak belur dihajar seorang pengusaha servis dan rental Play station, Minggu (23/9/2018). Akibatnya, korban harus dilarikan ke rumahnya sakit Putri Hijau Medan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menurut informasi, kejadian bermula saat anak korban berniat memperbaiki Playstation miliknya ke Toko Jhoni di Jalan Brigjen Zein Hamid. Sesampainya dilokasi anak korban pun menyerahkan play station itu kepada pelaku  dengan tanda terima dan pada saat itu belum ditentukan berapa biaya servisnya dikarenakan harus dicek dan diperiksa terlebih dahulu kerusakannya. Namun dikarenakan perbaikannya mahal, anak korban pun membatalkan servis dan sekaligus mengambil kembali play station miliknya.

Namun alangkah terkejutnya anak korban saat membatalkan perbaikan dan ingin mengambil playstation miliknya, ia dikenakan biaya Rp100 ribu. Merasa kesal, anak korban pun pulang dan melaporkan permasalahan ini pada korban. Saat itulah korban pun mendatangi toko tersebut.

Pelaku, Joni yang tidak seorang diri langsung meringkus korban dan meminta uang Rp 5 Juta untuk pengambilan Plasystation tersebut.

"Kalau kau mau ambil playstation itu, bayar Rp 5 Juta, A****g," ujar korban menirukan ucapan pelaku.

Tidak sampai situ, pelaku bahkan memukulkan stik baseball dan sebatang besi ke pinggang belakang dan kepala korban. Akibatnya darah kental berasal dari kepala korban langsung berceceran ke lantai dan sebagian membasahi dada dan baju korban.

Beruntung, rekan korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung meluncur ke TKP dan berhasil membebaskan korban, sekaligus mengamankan kedua pelaku berikut barang bukti berupa 1 stik baseball  yang digunakan oleh salah seorang pelaku untuk memukuli korban hingga babak belur. Selanjutnya kedua pelaku dan barang bukti tersebut diboyong ke markas satuan Polisi Militer angkatan udara untuk diperiksa.

Saat dikonfirmasi, korban mengatakan bahwa ia dipukuli oleh kedua pelaku lantaran ia tidak mau membayar uang kwitansi dan uang checkin.

"Anakku servis play station di toko si Joni. Pada saat diantar ke sana karyawan toko blom bisa memastikan kerusakan dan biaya reparasinya sehingga hanya diberikan tanda terima barang,dan akan dikabarin besar biayanya. Lalu pada saat dikasi tau jumlah biaya reparasinya ternyata sangat mahal hingga anak saya tak jadi memperbaiki play station dan langsung mengambil mainannya itu," ujar Pelda M. Chalik.

Ketika dikonfirmasi, Dansatpom AU Lanud Soewondo, Mayor Pom I Gede Eka Santika  membenarkan kejadian penganiayaan yang menimpa seorang anggota TNI AU  yang bertugas di Dinas Logistik Lanud Soewondo Medan.

"Kedua pelaku sudah kita amankan, saat ini kami sedang mencari barang bukti lainnya dan  akan kami limpahkan ke Polrestabes Medan dan ada anggota kita yang bernama Prada Zulfadli anggota POM yang ditusuk obeng pada paha kanannya," terangnya singkat. (Red)
Share Berita

MEDAN - Apel gabungan personel TNI dan Polri digelar di depan gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (24/9/2018). Pada apel yang diikuti sekitar 1.500 personel ini dipimpin oleh Pangdam I/BB, Mayjen TNI MS Fadhilah dan Kapoldasu, Irjen Pol Agus Andrianto.

Apel diawali dengan penghormatan pasukan. Dalam amanatnya, Pangdam I/BB mengingatkan apel gabungan ini untuk meningkatkan sinergitas dan  soliditas anggota TNI dan Polri dalam rangka pengamanan Pemilu 2019 di wilayah Sumut.

Sebab sebagai aparat pemerintah yang terbesar, jangan sampai terkontaminasi dengan pelaksanaan Pilpres 2019. "Soliditas dan sinergitas antara TNI dan Polri adalah landasan utama keutuhan NKRI, kita jaga bersama dan jangan coba2 utk memecah belahnya," tegas Pangdam I/BB.

Jenderal bintang dua ini mengingatkan agar mempersiapkan pelayanan pengamanan Pilpres yang aman dan tertib bagi masyarakat. Sehingga pesta demokrasi dipastikan berjalan lancar.

"Mari bersama-sama kita bangun keamanan masyarakat dalam pemilihan Pilpres 2019 tanpa ada cacat sedikitpun," beber mantan Kapuspen TNI tersebut.

Sementara itu, Kapoldasu mengingatkan agar prajurit TNI dan personel Polri, mampu menjalin komunikasi yang baik. Jenderal dua bintang ini menegaskan institusi Polri dan TNI adalah institusi yang tidak bisa terpecah belah oleh pihak manapun dalam menghadapi pilpres 2019.

"Mari bersama-sama kita ciptakan Sumut menjadi aman dalam pilpres 2019," pungkas mantan Wakapoldasu tersebut.

Kapoldasu juga meminta kepada setiap personel yang terlibat untuk dapat memahami dengan benar tugas dan fungsinya. Setiap petugas yang terlibat pengamanan, katanya, agar melaporkan situasi terkini baik saat ada gangguan atau tidak kepada perwira penanggung jawab yang nantinya akan dilaporkan secara berjenjang.

"Lakukan pengamanan dengan sebaik-baiknya dengan saling memback up situasi agar tidak terjadi hal-hal yang fatal selama pesta demokrasi," sebutnya.

Di akhir apel gabungan ini, Kapoldasu dan Pangdam I/BB melaksanakan pengecekan pasukan. Hadir pada apel tersebut, Wakapoldasu, Brigjen Pol Mardiaz Kusin, Dandim 0201/BS, Letkol Inf Yuda Rismansyah, Kapolrestabes Medan, KBP Dadang Hartanto, Danlantamal 1 Belawan, Danlanud Soewondo, para PJU Poldasu dan PJU Kodam I/BB. (Red)
Share Berita

MEDAN - Seluruh masyarakat dan pihak terkait diajak untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXVII  tahun 2018 yang akan digelar 4-13 Oktober 2018 di Medan dan Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Karena, MTQN tidak hanya sekadar ajang mencari juara, tetapi juga salah satu pilar pembangunan mental spiritual bangsa.

“Tidak sekadar menetapkan para juara saja, MTQ adalah suatu kegiatan yang sangat tinggi nilainya dalam pembinaan mental keagamaan. Juga membawa dampak positif bagi peningkatan pemahaman ajaran agama bagi masyarakat, yang tergambar dari sikap maupun perilaku religius dalam menyukseskan pembangunan nasional maupun daerah,” ujar Kepala Biro (Karo) Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara (Setdaprovsu) Ilyas Sitorus, Senin (24/9) di ruang kerjanya.

Dikatakan Ilyas, Al-Qur’an bagi umat Islam merupakan kitab suci yang mengandung hikmah dan pengajaran bagi hidup dan kehidupan umat manusia. Mencintai, mempelajari dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, sudah menjadi keharusan.

“Karena itu, MTQN XXVII di Sumut yang akan dihadiri kafilah dari seluruh 33 provinsi di Indonesia, diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, mempelajarinya, serta mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.

Melalui hikmah dan kandungan ayat-ayat suci dalam Al-Qur’an, kata Ilyas, juga diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berperanserta menggalang harmonisasi dan kerukunan dalam kehidupan umat beragama, yang merupakan satu dari tiga pilar pembangunan Sumatera Utara, bersama mempertahankan iklim kondusif dan mewujudkan good governance.

"Kita semua tentu sama-sama mendambakan kehidupan yang penuh ketenangan, kerukunan dan kedamaian. Dan kehidupan seperti itu hanya dapat dicapai apabila ada norma-norma yang dipatuhi dan ditaati, dalam hal ini adalah ajaran agama, yang secara jelas menggambarkan bahwa dengan kedamaian hidup ini akan terwujud dan terpeliharalah iman, jiwa, akal, kehormatan bahkan kekayaan Tuhan di bumi ini," ujarnya.

Dengan semangat inilah, kata Ilyas,  dapat dipahami bahwa agama berperan memberikan kontribusi yang besar dan siginifikan dalam pembangunan bangsa yang sejahtera dan bermartabat. “Kehidupan seperti inilah yang harus menjadi rujukan kita semua saat ini, terutama dalam mengarungi proses globalisasi antar bangsa yang akan terus bergulir dan berjalan dengan berbagai harapan dan tantangannya,” katanya.

Sasaran yang demikianlah, salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam setiap pelaksanaan MTQ, sehingga kegiatan ini benar-benar bermakna bagi peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama. “Karena itu, kita perlu terus mendorong peningkatan kegiatan maupun pendidikan agama masyarakat, baik secara formal maupun non formal, agar pemahaman terhadap agama dapat tumbuh pada diri anak  sejak dini,” jelasnya.

Selain itu, Ilyas juga menyampaikan, suksesnya suatu pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, akan tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat termasuk para alim ulama dan pemuka agama. Untuk itu, dalam pembangunan diperlukan sumber daya manusia berkualitas, yang memiliki keimanan dan ketaqwaan yang tinggi, artinya memiliki kejujuran, akhlak, moral dan budi pekerti yang baik dan bertanggung jawab.

“Hal itu dapat diperoleh melalui pemahaman ajaran agama yang baik. Dan MTQ adalah salah satu sarana yang dapat mewujudkan hal itu. Karena itu, sekali lagi, saya mengajak kita semua, seluruh masyarakat Sumut untuk bersama-sama menyukseskan MTQN XXVII daerah ini,” katanya. (Red)
Share Berita

MEDAN - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  melepas Kirab Api Obor Asian Para Games 2018 untuk diarak keliling Kota Medan  dari halaman depan Balai Kota Medan, Minggu (23/9/2018). Ibukota Provinsi Sumatera Utara ini merupakan kota keenam di Indonesia yang menjadi salah satu persinggahan Kirab Api Obor Asian Para Games.

Sebelum dilakukan pelepasan, Sekjen The Official Account of Indonesia Asian Para Games 2018 Organizing Committe (INAPGOC) dr Bayu Rahadian S PKj lebih dahulu menyerahkan obor kepada Wali Kota. Setelah itu Wali Kota menyerahkan obor kepada Sekretaris Kementrian Olahraga (Sesmenpora) RI Gatot S Dewa Broto. Kemudian  Sesmenpora menyerahkan obor kepada talet untuk selanjutnya diarak keliling Kota Medan.

Pelepasan Kirab Obor Asian Para Gamer turut dihadiri Kepala BPKP RI DR Ardan Adi Perdana, Deputi Bidang Pembangunan Manusia Masyarakat  Bappenas DR Ir Subandi, Duta PBB untuk Disabilitas Sikdam Hasim Gayo, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadillah, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andriyanto SH, Wakil Wali Kota It Akhyar Nasution, Danlanud Soewondi Kol PnbDirk Poltje Lengkey, Dandim 0201/BS  Lekol Inf Yuda Rismansyah serta unsur Forkopimda Sumut dan Kota Medan lainnya.

Dihadapan seluruh yang hadir, Wali kota menyampaikan rasa terima kasihnya kepada INAPGOC karena telah mempercayakan Kota Medan sebagai salah satu persinggahan Kirab Api Obor Asian Para Games.  Kemudian memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menyambut  Api Obor INAPGOC dengan antusias dan semangat tinggi.

“Dengan nyala api obor ini, mari rasa antusias dan semangat ini harus terus kita dijaga demi suksesnya gelaran Asian Para Games 2018 di Tanah Air,” kata Wali Kota.

Kemudian Wali Kota menyampaikan dukungan bagi atlet difabelitas Indonesia yang akan bertanding di Asian Para Games. Apalagi diantara atlet difabilitas yang akan bertanding itu berasal dari Sumut, terutama Kota Medan. “Semoga mereka memiliki motivasi dan spirit yang lebih sehingga berprestasi di rumah sendiri. Semoga prestasi Asian Games yang baru lalu mampu meraih peringkat 4 besar, bisa diulangi atlet Asian Para Games dengan senantiasa menjunjung tinggi jiwa sportifitas,”harapnya.

Kirab Api Obor Asian Para Games diarak mengelilingi Jalan Raden Saleh, Balai Kota, Bukit Barisan, Stasiun, MT Haryono, Ciribon, Sisingamangaraja, Brigjen Katamso, Pemuda, Ahmad Yani, Perdana dan finish di Lapangan Benteng. Api obor kemudian diserahkan kepada Gubsu Edi Rahmayadi.

Ucapan terima kasih dan apresiasi juga disampaikan Sesmenpora RI Gatot S Dewa Broto kepada Wali Kota atas penyambutan  Kirab Api Obor Asian Para Games sekaligus pelepasan arak-arakan untuk mengelilingi Kota Medan. “Saya berharap dari Medan para atlet berjuan g dan dari Medan jugalah mendapatkan kemenangan di Asian Para Games,” harap Sesmenpora. (Meo)
Share Berita

MEDAN - Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin didesak supaya bertindak tegas membongkar bangunan di seputaran lapangan Merdeka Medan. Pasalnya, keberadaan bangunan restoran dan kafe ditengarai merusak taman Ruang Terbuka Hijau (RTH).

"Walikota Medan kita desak harus membongkar bangunan yang berada di lokasi dan telah merusak keindahan lapangan Merdeka. Lapangan sebagai kebanggaan warga Medan harus dijadikan Ikon kota Medan," tegas Wakil Ketua DPRD Medan H Ihwan Ritonga SE kepada wartawan di gedung dewan, Senin (24/9/2018).

Dikatakan Ihwan, keberadaan lapangan Merdeka yang saat ini semakin sempit dan kumuh harus segera diselamatkan. Hadirnya sejumlah bangunan yang dijadikan usaha restoran dan cafe telah merusak estetika kota.

Areal pinggiran lapangan Merdeka yang sebelumnya dijadikan sebagai taman dan ruang terbuka hijau kini berobah fungsi menjadi bangunan bisnis. Sehingga, fasilitas bermain dan taman rekreasi menjadi hilang.

Disebabkan itu, politisi Gerindra ini meminta agar  bangunan Merdeka Walk dan lainnya supaya dibongkar. "Kita kembalikan fungsi lapangan Merdeka sebagai tempat upacara dan taman yang asri," sebut Ihwan Ritonga.

Sebelumnya, sejumlah kalangan DPRD Medan baru-baru ini sudah menyoroti keberadaan bangunan di seputaran lapangan Merdeka. Keberadaan bangunan terbukti merusak estetika kota dan RTH.

Bahkan, pengusaha restoran dan pemilik usaha disana dituding tidak taat pajak. Anggota dewan menuding keberadaan bangunan telah merusak keindahan kota Medan.

Ditambahkan Ihwan lagi, terkait penataan dan pembongkaran bangunan di lapangan Merdeka, DPRD Medan mendukung sepenuhnya. "Kita berharap ada ketegasan penertiban seperti langkah penertiban yang dilakukan Pemko saat ini," terang Ihwan. (Mar)
Share Berita

MEDAN - Wakil Ketua DPRD Medan menerima langsung anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah yang melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kota Medan, Senin (24/9/2018). Adapun kedatangannya adalah untuk mempelajari sistem e-planning dan e-budgeting yang telah diterapkan di Kota Medan.

Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Iswanda Ramli dan Ihwan Ritonga serta anggota DPRD Kota Medan lainnya, Ahmad Arief menerima langsung rombongan anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah di ruang Banmus, lantai II gedung DPRD Kota Medan.

Ketua DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Ahmad Zunaidi Sunardi mengungkapkan sistem eplaning dan e budgeting yang diterapkan di Kota Medan merupakan salah satu sistem yang terbaik di Indonesia.

"Setahu kami, selain Medan juga ada di Jawa Barat yang pelaksanaan sistem eplaning dan ebudgettingnya terbaik di Indonesia. Makanya, kami ke Medan untuk mempelajari sistem ebudgettingnya dan eplanningnya," jelasnya.

Ahmad Zunaidi menambahkan hingga saat ini Kabupaten Lampung Tengah belum menggunakan sistem eplanning dan ebudgettingnya. Namun, demikian Ahmad Zunaidi menambahkan selaku kabupaten yang baru mekar dengan jumlah penduduk 1,4 juta jiwa sudah menggunakan sistem non tunai.

"Memang masih sebatas non tunai, tapi belum melaksanakan sistem ebudgetting dan eplanning. Makanya, besok kami akan melakukan MoU dengan Pemko Medan terkait ebudgetting dan eplanning ini," ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Iswanda Ramli mengapresiasi kunjungan kerja rombongan DPRD Kabupaten Lampung Tengah tersebut.

Diketahui, dalam mengimplementasikan sistem e - Planning dan e - Budgeting, Pemko Medan, memulai dari rembuk warga untuk mengumpulkan spirasi warga yang direkam dan di input ke dalam sistem. Selanjutnya hasil rembuk warga tersebut dibawa ke Musrenbang Kecamatan dan hasilnya kembali di input. Kemudian keseluruhannya dipaparkan di Musrenbang Kota Medan.

"Kalau Kota Medan berhasil menerapkan sistem eplanning dan ebudgetting ini, berarti Kabupaten Lampung Tengah juga bisa menerapkannya agar penyelenggaraan pemerintah daerahnya semakin baik, transparan dan akuntabel," ungkapnya didampingi Ihwan Ritonga dan Ahmad Arief.

Banyaknya masukan dan saling mengisi tukar informasi menjadikan pertemuan tampak bermakna. Sehingga pertemuan diskusi dan silaturahmi berjalan lancar dan diakkhiri saling tukar cenderamata. (Mar)

Share Berita


MEDAN - Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution MSi memimpin apel pagi di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan  Jalan Pinang Baris, Senin (24/9). Kehadiran Wakil Wali Kota  untuk mengingatkan  bahwasannya  tugas  Dinas PU cukup berat sehingga perlu keseriusan dan tanggung jawab penuh dalam melaksanakannya. Oleh karenanya seluruh jajaran Pemko Medan yang menanganani masalah infrastruktur baik jalan dan drainase itu agar terus meningkatkan kinerja.

Selain Kadis PU Khairul Syahnan, apel pagi dihadiri seluruh kepala bidang, kepala seksi, ASN serta pekerja harian lepas (PHL) di lingkungan Pemko Medan. Wakil Wali Kota tiba sekitar pukul 07.30 WIB, kehadirannya tentu saja mengejutkan para pegawai. Tak lama berselang apel pun dimulai, Wakil Wali Kota selanjutnya mengambil alih menjadi pimpinan apel.

Dihadapan seluruh peserta apel, Wakil Wali Kota mengatakan, apel pagi merupakan awal dari kesiapan para pegawai dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Terutama, seluruh jajaran Dinas PU yang merupakan garda terdepan pembangunan infrastruktur di Kota Medan.

Guna mendukung suksesnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan baik itu jalan maupun drainase, tegas Wakil Wali Kota, seluruh jajaran Dinas PU berdisiplin, memiliki loyalitas tinggi  dan harus memiliki semangat kerja yang tinggi sehingga pembangunan infrastruktur di Kota Medan dapat dilaksanakan dengan maksimal.

“Dengan disiplin yang tinggi, tentunya pekerjaan yang kita laksanakan akan memiliki hasil yang baik dan tepat waktu. Persoalan infrastruktur ini merupakan persoalan yang vital dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Jadi saya minta sleuruh jajaran yang yang ada di Dinas PU harus memiliki kinerja dan loyalitas yang tinggi,” kata Wakil Wali Kota.

Pemko Medan saat ini,  papar Wakil Wali Kota,  sedang bergiat membenahi infrastruktur yang ada, baik jalan maupun drainase.  Sebab, jalan dan drainase sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karenanya  pembangunan jalan maupun drainase yang dilakukan harus baik sehingga  masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

Selanjutnya, Wakil Wali Kota  menegaskan, semua jajaran PU, mulai dari pejabat eselon, hingga staf  ASN maupun non ASN  (PHL) agar tidak bisa lagi hanya sekedar menunggu, mereka harus sigap dan bekerja mengatasi  persoalan infrastruktur yang dikeluhkan masyarakat. Apalagi saat ini musim penghujan, jajaran Dinas PU harus sigap mengatasi persoalan genangan air maupun banjir yang terjadi.

“Apabila jajaran Dinas PU lalai, maka masyarakatlah yang terkena dampak dan menjadi korbannya. Oleh karenanya saya minta seluruh jajaran Dinas PU sigap dalam bekerja. Jangan pernah menunda-nunda pekerjaan  dan bekerja lah dengan baik dan penuh tanggung jawab sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Ingat,  pembenahan infrastruktur dilihat dan diawasi langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Usai memimpin apel pagi, Wakil Wali Kota didampingi  Kadis PU selanjutnya meninjau prasarana dan sarana yang ada di Kantor Dinas PU. Usai melakukan pengecekan, Wakil Wali Kota pun selanjutnya bersilaturahmi  dengan  seluruh pegawai. Melaluji silaturahmi yang dilakukan, Wakil Wali Kota pun berharap terbangun kebersamaan danseluruh jajaran Dinas PU semakin termotivasi untuk membenani seluruh infrastruktur jalan maupun drainase yang ada di Kota Medan. (Meo)
Share Berita

MEDAN - Pemko Medan kembali melanjutkan penataan di Kecamatan Medan Belawan dengan menurunkan tim gabungan, Senin (24/9). Papan reklame bermasalah dan bangunan kios tanpa izin yang di bangun di atas parit maupun pinggiran rel kereta api yang selama ini membuat kekumuhan menjadi  fokus  penertiban. Di samping itu tim gabungan juga membongkar pos polisi yang dibangun di atas trotoar jalan.

Pembongkaran dilakukan tim gabungan usai menertibkan pedagang kaki lima di seputaran Pasar Sikambing.  Selain didukung alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan,  penertiban juga dibantu buldozer dari PT Pelindo dan mobil crane milik PT MJB. Dukungan peralatan ini membuat penertiban berjalan lancar dan maksimal.

Adapun papan reklame, pos lantas, kios maupun pedagang kaki lima (PK5) yang ditertibakan berada di Jalan Sumatera dan  Jalan R Sulian. Selain 150 petugas Satpol PP, penertiban juga didukung penuh Polres Belawan, Marinir, POM AL serta jajaran Kecamatan Medan Belawan, termasuk lurah dan kepala lingkungan.

Penertiban yang dipimpin Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan turut disaksikan Kapolres Belawan AKBP Ikhawan Lubis. Dalam penertiban tersebut, tim gabungan tanpa ragu sedikit pun menumbangkan papan reklame bermasalah yang materi iklannya berisikan Aksi Sapta Pesona dan Sadar Wisata dengan memasang gambar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan.

Pemasangan gambar orang nomor satu dan dua di Pemko Medan itu sepertinya disengaja pengusaha advertising untuk melindungi papan reklamenya agar tidak ditertibkan.  Namun taktik pengusaha advertising tidak mempan, Sofyan memerintahkan  untuk membongkar dengan menggunakan buldozer.

Setelah papan reklame nerukuran besar itu tumbang, tim gabungan kemudian memotongnya menjadi beberapa bagian untuk mempermudah mengangkutnya. Kemudian dilanjutkan dengan pembongkaran papan reklame bermasalah lainnya baik berukuran besar maupun kecil. 

Di waktu bersamaan tim gabungan juga membongkar pos polisi yang berada di atas trotoar. Lantaran berukuran kecil, pembongkaran dilakukan menggunakan martil besar. Tak berapa lama pos polisi pun berhasil dirubuhkan. Setelah itu dilanjutkan dnegan pembersihan dan mengangkut material bekas pembongkaran pos polisi.   

Tim gabungan juga menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan, serta membongkar kios mereka yang didirikan di atas parit maupun pinggiran rel kereta api. Para PK5 pun tak berkutik dan hanya bisa pasrah melihat lapaknya dihancurkan. Sebab, sebelumnya pihak Kecamatan Medan Belawan juga telah memberikan surat peringatan agar para PK5 tidak brjualan dan mengosongkan kawasan tersebut. 

"Alhamdulillah, penertiban kedua kali yang kita lakukan di Kecamatan Medan Belawan berjalan dengan lancar. Selain didukung penuh unsur Forkopimda Kota Medan seperti Polres Belawan, Marinir dan POM AL, penertiban yang kita lakukan juga didukung para stakeholder   seperti PT Pelindo dan PT MJB.  Hal ini menunjukkan semua pihak mendukung penuh penataan yang tengah dilakukan Pemko Medan di Kecamatan Medan Belawan,”  kata Sofyan.     

Ditegaskannya, usai penertiban, Sofyan pun minta kepada Camat Medan Belawan Ahmad agar melakukan penjagaan, terutama kawasan yang selama ini digunakan para PK5 berjualan dengan mendirikan posko. Sebab, kehadiran posko dinilai cukup efektik dan maksimal seperti yang telah dilakukan pasca penertiban di seputaran Pasar Sukaramai, depan eks Aksara Plaza, Pasar Simpang Limun serta Pasar Palapa. (Meo)                                               
Share Berita

MEDAN - Satpol PP Kota Medan menertibkan pedagang kaki lima (PK5) di seputaran Pasar Sei  Sikambing Jalan Kapten Muslim Medan, Senin (24/9)  pagi. Selain memicu terjadinya kemacetan arus lalu lintas, kehadiran PK5 selama ini membuat kawasan itu menjadi kumuh sehingga sangat mengganggu estetika kota.

Penertiban dipimpin langsung Kasatpol PP M Sofyan dengan menurunkan 150 personel dibantu aparat samping dari Polsekta Medan Helvetia sebanyak 30 petugas dan Koramil Sunggal 15 petugas. Kemudian dibantu seluruh jajaran Kecamatan Medan Helvetia beserta seluruh kepala lingkungan.

Sebelum penertiban dilakukan, tim gabungan lebih dulu menggelar apel  di pinggir Jalan Gatot Subroto atau sekitar 50 meter dari lokasi yang akan ditertibkan sekitar pukul  06.00. Usai menerima arahan dari Kasatpol PP, tim gabungan langsung merangsek maju  melakukan penertiban.  Bersamaan itu Sofyan mengingatkan kepada seluruh tim gabungan agar lebih mengutamakan pendekatan persuasif.

Sofyan yang berada di paling depan dengan menggunakan toa menghimbau kepada ratusan PK5 agar tidak menggelar lapak, sebab kawasan itu bukan tempat berjualan melaikan daerah milik jalan (damija). Pedagang pun sontak ketar-ketir, sebab kedatangan tim gabungan kali ini didukung dua unit alat berat  jenis backhoeloader dan schopel mini milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan beserta sejumlah truk.

Tak mau barang dagangannya diangkut, para pedagang langsung mengangkati barang dagangannya dan meninggalkan lokasi yang selama ini mereka gunakan untuk aktiditas jual beli tersebut. Bagi PK5 yang membandel, tim gabungan langsung mengangkat barang dagangan mereka, termasuk lapak berupa meja, tenda maupun payung.

Selain PK5, tim gabungan juga menertibkan parkir yang selama ikut memperparah kemacetan. Lokasi parkir yang selama ini digunakan badan jalan di sebelah kiri, dipindahkan ke sebelah kanan. Sebab,  petugas parkir selama ini memarkirkan kenderaan pembeli maupun pedagang di depan lapak  para PK5 sehingga mempersempit  bentangan jalan.

Setelah kawasan itu kosong dari PK5 dan parkir, dua alat besar kemudian melakukan pembersihan jalan untuk mengangkut sampah dan material trotoar yang berpecahan. Untuk mendukung kelancaran pembertsihan, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan melakukan pengaturan arus lalu lintas bekerjasama dengan petugas Satlantas Polrestabes Medan.

Usai melakukan penertiban, Sofyan pun mewanti sejumlah PK5 yang masih bertahan sekali pun tidak berjualan lagi. Diingatkannya, kawasan itu tidak bisa dipergunakan lagi untuk tempat berjualan. Apabila para PK5 membandel dan melanggarnya, Sofyan menegaskan, tim gabungan langung datang  dan mengamankan seluruh barang dagangan mereka.

Di samping itu tambah Sofyan, pasca dilakukan penertiban, kawasan itu akan dijaga oleh jajaran Kecamatan Medan Helvetia beserta Satpol PP. "Kita akan buat posko bersama Kecamatan Medan Helvetia untuk mencegah PK5 tidak berjualan kembali. Apabila mereka (PK5) tidak mematuhinya, barang dagangan mereka langsung kita angkut!" tegas Sofyan.

Apalagi  Pemko Medan melalui tim gabungan, kata Sofyan, tidak sekedar main tertibkan tanpa solusi. Bagi PK5 yang ditertibkan, Sofyan mengatakan, Pemko Medan melalui Perusahaan Daerah (PD) Pasar telah memberikan solusi dengan menyediakan tempat berjualan di Pasar Helvetia dan Pasar Meranti tanpa dipungut biaya sekalipun.

“PD Pasar telah menyediakan tempat penampungan bagi para PK5 sehingga mereka tetap berjualan pasca penertiban tanpa dipungut biaya lagi. Ada sekitar 110 tempat yang telah disediakan di kedua pasar itu. Dengan demikian para PK5 tetap bisa mencari nafkah untuk keluarganya masing-masing,” ungkapnya.

Pasca dilakukannya penertiban tersebut, arus lalu lintas pun langsung lancar sehingga mendapat apresiasi penuh warga sekitar maupun masyarakat pengguna jalan. Pasalnya, selama ini mereka mengeluh karena acap kali terjebak macat setiap kali melintasi kawasan tersebut. Kondisi itu terjadi karena para PK5 menggunakan hampir separuh badan jalan untuk  menggelar lapal, termasuk juru parkir.

Sementara itu menurut Camat Medan Helvetia M Yunus, pasca dilakukan penertiban, pihaknya akan membuat posko di lokasi penertiban. Posko itu akan berisikan jajaran Kecamatan Medan Helvetia bersama kepala lingkungan yang akan bertugas melakukan penjagaan mulai pukul 06.00 sampai 18.00 WIB setiap hari.

“Setiap hari kita tugaskan 25 orang untuk menjaga posko. Begitu melihat PK5 berjualan, petugas posko langsung melarang dan mencegahnya. Apabila petugas posko tidak mampu menghalangi PK5 berjualan, kita langsung menghubungi Satpol PP agar turun untuk melakukan penertiban,” jelas Yunus. (Meo)
Share Berita

MEDAN : Tim opsnal Unit Reskrim Polsek Sunggal berhasil mengamankan seorang pengedar satu dari Jalan Pinang Baris Gang Rambutan Kelurahan Lalang, Medan Sunggal, Minggu (23/9/2018).

Adapun identitas tersangka Darma Raja (44) warga Jalan Pinang Baris 2 Pasar V Kelurahan Lalang, Medan Sunggal.

Menurut informasi, penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang resah dengan aktifitas sabu diwilayah tersebut. Mendapat informasi, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Sunggal langsung  mengecek ke lokasi. Dari lokasi petugas langsung melakukan  penangkapan terhadap pelaku dan berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 68 gr. Selanjutnya tersangka di bawa ke RS Binakasih untuk dilakukan tes urine dan hasilnya positif. Kemudian pelaku dibawa ke Mako polsek untuk diperiksa.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi membenarkan penangkapan tersebut. "Dari tersangka kita amankan barang bukti 1 bungkus Sabu seberat 5, 68 gr dan 1 Unit Mobil BK 1481 HR," jelasnya singkat. (meo)
Share Berita



MARELAN - Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan melaksanakan safari subuh di masjid Jamin Kelurahan Paya Pasir, Medan Marelan. Kegiatan diwakili oleh Kasat Binmas Polres Pelabuhan Belawan, AKP H Justar Purba, Minggu ( 23/09/2018).

Kegiatan diisi dengan Shalat Subuh berjamaah, pengajian, Tausiah oleh Kasat Binmas Polres Pelabuhan Belawan AKP H.Justar Purba dan diakhiri dengan doa bersama anak yatim piatu dengan harapan memohon agar diberikan kesehatan dan kebaikan dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Dalam sambutannya, Kasat Binmas Polres Pelabuhan Belawan, AKP H Justar Purba berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keimanan sekaligus dapat menjalin silaturahmi dengan anak yatim.

"Saya berharap, dengan pengajian dan doa bersama ini tidak hanya meningkatkan keimanan, tapi juga dapat menjalin silaturahmi dengan anak yatim," harapnya singkat.

Kegiatan pun diakhiri dengan memberikan santunan kepada anak yatim. (Kinoi)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.